Rabu, 04 Desember 2013

Minta Sumbangan Ke Pesantren Naqsyabandiyah

Minta Sumbangan Ke Pesantren.? Ah yang bener..? Apa ndak kebalik tuh judul di atas. Biasanya khan yang minta sumbangan itu pesantren. Kok ini ada Oknum yang minta sumbangan ke pesantren..??

Anda tidak salah baca, memang demikianlah adanya. Dulu Surau Sedayu yang merupakan tempat pasulukan tarekat Naqsyabandiyah Kholidiyah di wilayah Gresik tempat saya sinau tasawuf juga kerap di datangi oknum yang datang untuk meminta sumbangan. Dan oleh para pengurus surau, oknum tersebut disambut dengan baik, dan diberi sumbangan. Ya, karena kita ndak mau ribut-ribut. Jadi mengalah itu lebih baik. Padahal uang yang diberikan kepada oknum tersebut sebenarnya adalah uang sumbangan dari jamaah untuk perawatan serta pembangunan surau. Tetapi demi keamanan, yo di ikhlaskan wae...

Hal ini berbeda dengan kejadian yang baru saja terjadi di daerah jawa barat, dimana ada sekelompok warga yang menyerang sebuah pesantren gara-gara tidak diberi sumbangan. Dan ada pula yang berkilah bahwa hal itu dilakukan karena jamaah kurang membaur dengan masyarakat.

Ini adalah suatu kejadian yang Sungguh memprihatinkan... Aneh tapi nyata dan ada...

Kurang Membaur.
Mengapa rata-rata jamah tarekat kurang membaur dengan masyarakat...??? Ya, karena sistem pendidikan di pesantren tarekat itu berbeda dengan sistem pendidikan Islam di pesantren lainnya.

Kegiatan utama sebuah pesantren tarekat yang menggunakan metode Naqsyabandiyah, pada umumnya adalah mendirikan Majelis Zikir. Jadi jamaah yang datang adalah dalam rangka melakukan Zikir secara berjamaah, dan setelah selesai. Maka mereka tidak menetap di pesantren. Tetapi pulang ke rumah masing-masing. Yang mana pada umumnya, para jamaah itu tidak hanya berasal dari warga desa setempat saja. tetapi juga banyak yang berasal dari luar desa. Sedangkan yang tinggal di pesantren biasanya hanyalah beberapa orang saja yang bertugas menjaga serta merawat pesantren. Dan itupun biasanya juga dilakukan secara bergiliran. Dan hanya satu dua orang saja yang menjadi penjaga tetap (Anshor Surau).

Oleh karena itulah, sebuah pesantren Tarekat Yang berbasiskan Metode Naqsyabandiyah. Biasanya kurang membaur dengan masyarakat. Bukan karena meng-exclusive-kan diri, tetapi memang karena tidak ada jamaah yang tinggal menetap di pesantren.

Dan sebenarnya, segala kegiatan yang ada di sebuah pesantren Tarekat. Sudah dilaporkan secara resmi ke pejabat daerah setempat. Dan sudah memperoleh izin untuk melakukan kegiatan...

Jadi bila ada gejolak sosial yang terjadi, saya kira memang itu dipicu oleh satu dua oknum tukang kompor yang sengaja suka mencari-cari masalah. Sebagaimana berita yang ada di bawah ini

Warga di Ciamis Rusak Pesantren Tarekat Naqsabandiyah
VIVAnews - Puluhan warga Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, merusak bangunan Pondok Pesantren Kesepuhan milik jamaah Tarekat Naqsabandiyah, Sabtu, 30 November 2013. Selain merusak tempat ibadah, warga juga merobohkan tembok aula di pesantren itu.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, dari pantauan, kaca-kaca pondok pesantren itu pecah karena dilempari batu oleh warga. Aksi ini dilakukan lantaran warga kesal karena pengurus dan jamaah di pondok pesantren itu tidak mau berbaur dengan warga setempat.

Menurut Utang Tarsono, tokoh masyarakat setempat, kekesalan warga memuncak karena pengurus pesantren asuhan Abah Irfai Nahrowi itu selalu menolak permohonan bantuan yang diajukan warga.

"Warga marah karena sejumlah pemuda yang datang untuk mengajukan permohonan bantuan justru diusir pengurus pesantren," kata Tarsono.

Aksi perusakan terhadap bangunan pesantren Tarekat jamaah Naqsabandiyah yang sudah berdiri selama 14 tahun itu tidak berlangsung lama. Warga menghentikan aksinya setelah tokoh masyarakat setempat menghalau warga.

Saat ini situasi di Kecamatan Cikoneng sudah tenang, sejumlah petugas Kepolisian dan TNI dari Kodim Ciamis masih melakukan penjagaan di sekitar pesantren.

Namun penjagaan diperketat karena dikhawatirkan akan terjadi perusakan susulan oleh warga. Belum ada keterangan resmi dari polisi siapa saja yang diduga terlibat dalam aksi ini.

Source : Viva News

Tidak ada komentar:

Posting Komentar