ulilalbab.com

Menata Hati, Mengukir Nasib.

Ringkasan Fiqih Qurban


Fiqih Qurban (Ringkas)
By : Ibnu Abdillah Al-Katibiy (Achmad Imron Rosidi)

Sunnah muakkadah berqurban bagi orang muslim merdeka yang mampu. Seandainya dalam satu keluarga ada seorang yang berqurban maka gugur bagi yang lain kesunnahannya.

Ibadah Qurban lebih utama daripada ibadah sedekah karena ada perselisihan ulama tentang hukum wajibnya berqurban.

*Dasar ibadah Qurban*

Allah Swt berfirman :

فصل لربك وانحر
( Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkorbanlah )

Dan ayat :

والبدن جعلناها لكم من شعائر الله
( Dan telah kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syiar Allah )

Nabi Saw bersabda :

ما عمل ابن آدم يوم النحر من عمل أحب إلى الله تعالى من إراقه الدم، وإنها لتأتي يوم القيامة بقرونها وأظلافها، وإن الدم ليقع من الله بمكان قبل أن يقع على الارض، فطيبوا بها نفسا
“ Tidak ada amal ibadah yang lebih dicintai Allah di hari Nahr daripada menumpahkan darah (Qurban). Dan kelak di hari kiamat akan datang beserta tanduk dan kuku-kukunya dan sesungguhnya darahnya di sisi Allah memiliki kedudukan sebelum jatuh di bumi. Maka ikhlaskanlah diri kalian “

Dalam Hadits lain Nabi Saw bersabda :
عظموا ضحاياكم، فإنها على الصراط مطاياكم
“ Besarkanlah hewan-hewan qurban kalian, karena sesungguhnya hewan itu akan menjadi tumpangan kalian di shirath “

*Ketentuan Hewan Qurban*
Hewan qurban hanya boleh dari kalangan Bahiimatul Al An’aam (hewan ternak tertentu) yaitu onta, sapi atau kambing dan tidak boleh selain itu.

a. Kambing domba atau jawa
Tidak ada khilaf di kalangan ulama, bahwa seekor kambing hanya cukup untuk satu orang.

b. Unta atau sapi
Menurut jumhur ulama, diperbolehkan 7 orang berserikat pada seekor unta atau sapi. Dalilnya adalah hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

نَحَرْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْحُدَيْبِيَّةِ الْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ
“Kami pernah menyembelih bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada waktu Hudaibiyyah seekor unta untuk 7 orang dan seekor sapi untuk 7 orang.” (HR. Muslim)

Umur Hewan Qurban :

No. Hewan Umur minimal
1. Onta 5 tahun
2. Sapi 2 tahun
3. Kambing jawa 1 tahun
4. Domba/ kambing gembel / Gibas 6 bulan
(domba Jadza’ah)

Cacat yang menyebabkan tidak sah untuk berqurban, ada 4 :

• Buta sebelah dan jelas sekali kebutaannya: Jika butanya belum jelas – orang yang melihatnya menilai belum buta – meskipun pada hakekatnya kambing tersebut satu matanya tidak berfungsi maka boleh diqurbankan. Demikian pula hewan yang rabun senja. ulama’ madzhab syafi’iyah menegaskan hewan yang rabun boleh digunakan untuk qurban karena bukan termasuk hewan yang buta sebelah matanya.

• Sakit dan tampak sekali sakitnya.

• Pincang dan tampak jelas pincangnya: Artinya pincang dan tidak bisa berjalan normal. Akan tetapi jika baru kelihatan pincang namun bisa berjalan dengan baik maka boleh dijadikan hewan qurban.

• Sangat tua sampai-sampai tidak punya sumsum tulang.

*Waktu Berqurban*
Di mulai sejak selesainya sholat ‘idhul Adha hingga akhir hari Tasyrik.
Seandainya menyembelih hewan kurban sebelum selesai sholat ‘id atau setelah akhir hari tasyrik, maka tidak di namakan qurban. Seandainya ia tidak menyembelih hewan kurban yang wajib hingga keluar hari tasyrik, maka wajib menyembelihnya dan jatuhnya menjadi qodho.

*Qurban wajib dan Sunnah*
- Hewan kurban yang wajib yaitu hewan kurban yang di nadzari atau ditentukan, haram dimakan dagingnya bagi yang menyembelihnya dan wajib menyedekahkan semuanya kepada faqir / miskin.

- Hewan kurban sunnah wajib mensedekahkan dagingnya namun boleh bagi orang yang menyembelihnya untuk memakan sedikit dari daging tersebut asal tidak melebihi sepertiganya.

*Niat berqurban*
Disyaratkan berniat ketika menyembelih atau menentukan hewan yang ingin dijadikan kurban.
Misalnya : “ Saya niat kurban sunnah “. Jika ia mengatakan dalam hatinya : “ Saya berniat kurban “ saja, maka jatuhnya adalah wajib dan haram ia memakan dagingnya.

*Peringatan*

● Dalam kitab I’aanah dan Hasyiah Bujairami disebutkan :

وحينئذٍ فما يقع في ألسنة العوام كثيراً من شرائهم ما يريدون التضحية به من أوائل السنة، وكل من سألهم عنها يقولون له: تلك أضيحة مع جهلهم بما يترتب على ذلك من الأحكام تصير به أضحية واجبة يمتنع عليه أكله منها، ولا يقبل قوله: أردت أني أتطوع بها خلافاً لبعض المتأخرين

“ Jika demikian apa yang terjadi pada ucapan kebanyakan orang awam ketika membeli hewan kurban di awal-awal tahun adalah yang dimaksud kurban tersebut. Dan setiap orang yang menanyakan mereka tentang hewan itu, maka mereka menjawabnya ; “ itu adalah hewan untuk kurban “ karena ketidaktahuan mereka atas hukum akibat ucapan tersebut yang demikian itu menjadi kurban wajib yang ia dilarang memakan sebagian dari dagingnya. Dan tidak terima ucapannya kembali “ Aku berniat kurban sunnah dengannya “, berbeda bagi sebagian ulama mutaakhkhirin “.

● Haram atasnya dan atas ahli warisnya menjual kulit dan bagian yang lainnya dari hewan kurban. Juga haram hukumnya menyewakannya atau menjadikan sebagai upah penyembelihan. Karena Nabi Saw bersabda :

مَنْ بَاعَ جِلْدَ أُضْحِيَّتِهِ فَلَا أُضْحِيَّةَ لَهُ
“ Barangsiapa yang menjual kulit hewan kurbannya maka ia tidak mendapatkan apa-apa dari kurbannya “

*Catatan*
Untuk orang miskin yang ingin berqurban, Imam Abu Yahya Zakariya Al-Ansori menganjurkan untuk mengikuti pendapat Ibn Abbas yang menganggap kesunatan berqurban itu cukup dengan mengalirkan darah meskipun darah ayam jago. (Namun hal ini tidak boleh dipublikasikan, cukup untuk diamalkannya sendiri)

*Referinsi*
Al-Majmu’
I’aanatuth Tholibin
Hasyiah Bujairami
Syarh Al-Baijuri
Bughyatul Mustarsyidin
Al-Yaqutun Nafis

*Penting*
Bagi sipemilik kurban atau org yang diwakilkan untuk menyembelih hendaknya ketika menyembelih diawal menyebutkan " Yaa Allah, atau Bismillah ini qurbanku atau qurban si Fulan ", agar tdk jatuh qurban wajib.

يغتفر قولهم عند الذبح: اللهم إن هذه أضحيتي أي فلا تجب به لأن قصدهم التبرك
" Diperbolehkan (tdk jatuh hewan qurban wajib) mengucapkan ketika menyembelih " Ya Allah ini adalah qurbanku...krna tujuannya adalah tabarruk " (Hasyiah Al-Bujairami)

*Qurban Atas Nama Orang Lain Atau Mayit*
Berqurban atas nama orang lain tidak diperkenankan tanpa seizinya. Sedangkan berqurban atas nama orang yang sudah meninggal para fuqaha’ berbeda pendapat, ada yang berpendapat tidak sah jika tidak mewasiatkan dan ada yang bependapat sah sekalipun tidak mewasiatkan.

ولا يضحى احد عن حي بلا اذنه ولاعن ميت لم يوص اهـ منهاج القويم ص : 630
Tidak diperkenankan seseorang berkorban atas nama orang hidup tanpa seizinnya dan juga atas nama mayit yang tidak mewasiatkannya.

*Berserikat Antara Qurban Dan Aqiqah*
Memperserikatkan antara qurban dan aqiqah pada seekor ternak terdapat perbedaan pendapat, menurut Imam Ibnu Hajar yang dianggap hanya satu dan menurut Imam Muhammad Ramli kesemuanya bisa dianggap.

(مسئلة) لو نوي العقيقة والضحية لم تحصل غير واحد عند حج ويحصل الكل عند مر اهـ اثمد العين ص : 77
(Persoalan) Apabila seseorang meniati aqiqah dan qurban, maka tidak hasil kecuali satu (niat) menurut Imam Ibnu Hajar dan bisa hasil keseluruhannya menurut Imam Muhammad Ramli.

*Pembagian Daging Qurban*
Daging kurban wajib disedekahkan dalam keadaan mentah dan boleh mudhahhi memakan sebagiannya, kecuali jika kurban itu dinadzarkan, maka harus disedekahkan keseluruhannya.

والفرض بعض اللحم لوبنزر# وكل من المندوب دون النذر) متن زبد ابن رسلان ج 1 ص: -136 )
Wajib (dalam kurban sunnah) mensedekahkan sebagian dagingnya walaupun sedikit dan makanlah dari kurban sunnah bukan kurban nadzar.

ويشترط فى اللحم ان يكون نيأ ليتصرف فيه من يأخذه بما شاء من بيع وغيره (الباجورى جز 2 ص : 302)
Disyaratkan untuk daging dibagikan dengan mentah agar sipenerima bebas mentasarufkan dengan sekehendaknya apakah dijual atau yang lain.

Adapun yang berhak menerima daging qurban adalah orang faqir sebgaimana yang dijelaskan oleh al-Qur’an :

فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ (الحج : 27 )
Maka makanlah sebagian daripadanya dan berikanlah (sebagian yang lain) untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.

Ijtihad para fuqaha’ tentang pembagian daging qurban ini setidaknya ada tiga pendapat : (1) Disedekahkan seluruhnya kecuali sekedar untuk lauk-pauk (2) Dimakan sendiri separo dan disedekahkan separo (3) Sepertiga dimakan sendiri, sepertiga dihadiahkan dan sepertiga lagi disedekahkan. (Kifayatul Akhyar, juz 2 : 241).

*Daging Qurban untuk non muslim*

Menurut pendapat imam Ibnu Hajar tidak boleh memberikan daging qurban pada non muslim :

( وَلَهُ ) أَيْ الْمُضَحِّي عَنْ نَفْسِهِ مَا لَمْ يَرْتَدَّ إذْ لَا يَجُوزُ لِكَافِرٍ الْأَكْلُ مِنْهَا مُطْلَقًا وَيُؤْخَذُ مِنْهُ أَنَّ الْفَقِيرَ وَالْمُهْدَى إلَيْهِ لَا يُطْعِمُهُ مِنْهَا وَيُوَجَّهُ بِأَنَّ الْقَصْدَ مِنْهَا إرْفَاقُ الْمُسْلِمِينَ بِأَكْلِهَا فَلَمْ يَجُزْ لَهُمْ تَمْكِينُ غَيْرِهِمْ مِنْهُ

(Tuhfah al-Muhtaj)





Selamat Hari Raya Idul Adha 1438 H ( 1 September 2017)

Kami keluarga Besar NAQSDNA mengucapkan Minal aidin wal fa'idzin, Mohon maaf lahir dan batin

Sekali lagi, Kalau ada salah, baik salah ucap maupun perbuatan mohon dimaafkan...

Salam

Edi Sugianto ~ naqsdna.com

Ruqyah Kok Dikit-dikit Jin


Ruqyah Kok Dikit-dikit Jin, Jin kok cuman sedikit. Wkwkwkwkwkwk...
Baca 50 Ciri Gangguan Jin

Jadi Praktisi Ruqyah Jangan Lebay ya..!!! dikit-dikit jin... Ini kata Ustadz Perdana Akhmad lho... hehehe... ndak percaya..?? Baca tausyiah beliau di bawah ini...

JANGAN BERKHURAFAT WAHAI PRAKTISI QURANIC HEALING
Ada kecendrungan peruqyah yang baru belajar menjadi praktisi ruqyah menganggap semua penyakit karena ulah jin dan sihir. Prilaku ini sama saja dengan dukun yang jika ada seseorang pasien yang datang padanya langsung divonis santet dan kena serangan jin.

Ada kecendrungan peruqyah terlalu mempercayai perkataan jin, padahal sifat jin adalah pembohong, jangan terlalu banyak bercakap-cakap dengan jin hingga melalaikan membaca ayat ruqyah.

Ada kecendrungan peruqyah sangat mengandalkan / ghuluw ayat tertentu ketika meruqyah seolah-olah ayat tersebut mengandung kekuatan, ini adalah perbuatan bid'ah! Seperti untuk orang yg terkena sihir dibacakan ayat tertentu, klo tidak mempan dibacakan ayat tertentu yang lain, klo tidak mempan juga, dibacakan ayat tertentu yang lain (tidak boleh menganggap ayat tertentu kurang kekuatannya dibandingkan ayat lain sebab ayat tidak ada kekuatan apapun kita hanya bisa membaca dan yang menolong adalah Allah). menurut saya hal ini memerlukan pendalilan yang kuat karena klo tidak, sama saja dengan menetapkan perkara baru. sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa "addu'au huwal ibadah", doa itu adalah ibadah. sedangkan yang namanya ibadah itu terikat pada syariat, harus ada dalilnya.

Ada juga kecendrungan peruqyah memfonis perguruan bela diri tertentu memiliki khodam jin. Contohnya perguruan silat, tidak semua perguruan silat itu bekerjasama dengan jin selama latihannya murni beladiri fisik dan tidak melatih ilmu ghoib atau ilmu metafisika. Jangan sampai vonis kita salah alamat hanya karena ada satu praktisi beladiri yang mencampurkan beladirinya dengan tenaga dalam dan akhirnya kerasukan jin yang dihujat adalah perguruan beladirinya. Ini sangat tidak adil dan merupakan bentuk penilaian yang dapat menimbulkan fitnah. Seperti perguruan Pagar Nusa tidaklah berhubungan dengan jin selama murni latihan fisik seperti yang diajarkan salah seorang praktisi Quranic healing Riau yaitu Ustadz Abu Qhois Sidomulyo atau Thifan yang juga banyak praktisinya adalah para quranic healer seperti Selamet Syahril , Ibnu Abdir Rahmàn dkk. Saya perlu mentazkiyah perguran Pagar Nusa dan thifan yang mengajarkan bela diri murni dan tidak melatih tenaga dalam (dath, naht buaian) dari fitnah walaupun memang ada juga perguruan pagar Nusa atau thifan yang mengajarkan ilmu metafisika dan ini oknum saja.

Ada juga kecendrungan peruqyah yang memastikan fenomena alam sebagai ulah jin atau penampakan jin padahal bisa saja itu karena kebetulan belaka atau fenomena alami. Seperti dulu ada perguruan hikmatul Iman yang memfonis penampakan orb ketika dipotret dengan kamera resolusi tinggi adalah salah satu bentuk wujud jin padahal sebetulnya cuma debu atau kabut saja. Sekali lagi ini sikap khurafat yang lebay (berlebih-lebihan).

Wallahu a'lam

Tulisan ini adalah Status Facebook dari Ustadz Perdana Ahmad (Praktisi Quranic Healing) di sini : https://www.facebook.com/perdana.akhmad/posts/10200831991904112

Artikel ini pertama kali diterbitkan pada 11 February 2013, dan diposting ulang pada hari ini : 28 July 2017.

Apa itu Shodr, Qolb, Fuad, & Albab

Sebelum belajar ilmu kesadaran seperti Latihan Suwung, dll., fahami dulu 4 level kesadaran, yaitu Shodr, Qolb, Fuad, & Albab sebagaimana sudah aku posting di artikel Manajemen Hati & Pikiran dengan Sodron Way. Agar tidak salah jalan, dan mudah terkena rayuan setan...

Jika kamu hanya mengandalkan pengendalian pikiran & hati dengan suwung. Itu artinya, kamu baru menata dua area saja. Yaitu Shodr Qolb. Sedangkan pintu Fuad dan Albab masih tertutup. Makanya, kosong dari bimbingan Tuhan. Yang ada adalah bisikan nafsu dan ego. Yang getarannya itu sangat menarik bagi setan untuk datang.

Buka pintu Fuad & Albab dengan iman. Maka perjalanannmu akan ada yang membimbing dan melindungi.

Bagi anda yang sering membaca status facebook saya ataupun membaca tulisan-tulisan saya di website ini. Tentu tidak asing lagi dengan nama Sodron. Karena seringkali kalimat Sodron ini saya pergunakan untuk mempersonifikasi karakter tertentu dalam suatu dialog. Dan biasanya saya sebut dengan panggilan Kang Sodron, Pak Dhe Sodron, dll.

Nah, dalam tulisan kali ini. Saya akan lebih serius mengupas makna dibalik kata-kata Sodron ini. Agar tidak terjadi kesalah fahaman bagi sebagian pembaca. Karena bagi orang-orang dari daerah tertentu. Sodron biasanya di maknai sebagai Gila, Edan, Sinting, gendeng, sedeng, liwung, dll. Namun bukan dalam artian Gila yang sebenar-benarnya Gila. Tetapi ketika seseorang itu punya tingkah laku yang cenderung aneh padahal dia adalah manusia yang normal dan waras, Maka orang itu biasanya dipanggil sebagai Manusia Sodron.

Penggunaan istilah sodron yang sering saya gunakan untuk mempersonifikasi suatu karakter yang unik, aneh, nyleneh, tetapi bijaksana, dan benar. Ini sebenarnya mengacu pada karakter Abu Nawas. Seorang tokoh sufi yang hidup di zaman Sultan Harun Al Rasyid, dan banyak mempunyai kisah-kisah yang aneh, unik, nyleneh, dan lucu, tapi di dalamnya mempunyai muatan hikmah yang sangat dalam.

Terkait dengan istilah Sodron ini, sebenarnya perkataan itu juga ada kaitannya dengan pelajaran mengenai Kesadaran Manusia. Yang mana di dalam Al-Quran, Peringkat kesadaran Manusia itu di bagi menjadi 4 bagian. Yaitu
  1. Shodr ( Kesadaran Mental )
  2. Qolb ( Kesadaran Hati )
  3. Fuad ( Kesadaran Jiwa )
  4. Albab ( Kesadaran Ruh )
Shodr sering dimaknai sebagai hati bagian terluar. Qolb atau Qolbu adalah Hati Bagian dalam.
Fuad adalah Bagian Hati yang lebih dalam lagi. Sedangkan Albab adalah bagian Hati yang paling dalam, yang sering juga disebut sebagai Hati Sanubari atau Hati Nurani.

Sebelum saya berbicara mengenai  Manajemen Hati & Pikiran dengan Sodron, sebaiknya kita kupas satu persatu pengertian dari nama 4 kesadaran tersebut di atas.

Shodr ( Kesadaran Mental )
Kerena pengertiannya sebagai hati bagian luar, maka istilah shadr biasa pula diartikan sebagai dada. Hanya dada disini tidak hanya berarti fisik, tetapi juga non fisik, seperti aqal dan hati. Ini kerena menurut Amir An-Najr, sadr merupakan pintu masuknya segala macam godaan nafsu, penyakit hati dan juga petunjuk dari Tuhan. Sadr juga merupakan tempat masuknya ilmu pengetahuan ke dalam dirinya manusia.

Dada adalah wilayah pertempuran utama antara kekuatan positif dan negatif dalam diri kita, tempat kita di uji dengan kecendrungan-kecendrungan negatif nafsu. Kalau sisi positif itu yang dominan, maka dada dipenuhi oleh cahaya dan berada dalam pengawasan jiwa ilahi. Tapi jika sebaliknya yakni sisi negatif yang dominan, seperti dengki, syahwat, keangkuhan, atau kepedihan, penderitaan atau tragedi yang berlangsung lama, maka dada akan dilingkupi oleh kegelapan. Hati akan mengeras dan cahaya batiniyah menjadi redup.

Selain itu, kata “shadr” atau dada dalam bahasa Arab seakar dengan “akal”, yakni tempat seluruh pengetahuan yang dapat dipelajari dengan dikaji, dihafalkan dan usaha individual serta dapat didiskusikan, ditulis atau diajarkan kepada orang lain. Pengetahuan yang tersimpan dalam hati tersebut  adalah pengetahuan luar atau pengetahuan diuniawi, kerena ia berguna untuk mencari penghidupan dan efektif dalam menangani urusan-urusan duniawi.

Kemudian Maulana Jalaluddin Rumi menyebutkan dua proses pengetahuan itu sebagai kecerdasan utuh dan kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan buatan memiliki banyak tingkatan yang berbeda, tetapi masing-masing memperolah pengetahuannya di luar. Sedang kecerdasan utuh didapatkan dari dalam. Jadi kata shadr tidak hanya berarti dada secara fisik, tetapi juga non fisik, yaitu hati dan akal. Alias Kesadaran Mental.

Qolb ( Kesadaran Hati )
Kemudian lapisan hati yang kedua adalah Qolb, yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai kalbu atau hati. Hubungan antara Qolb dengan Shadr ialah bahwa Qolb merupakan sumber mata air, sedangkan Shadr diibaratkan sebagai danaunya, atau shadr merupakan lapangan bagi Qolb.

Qolbu adalah hati yang bernuansa portal, pagar, atau pintu masuk, layaknya sebuah pintu maka ia bisa bolak balik, pemisah antara Shodr dan Fuad..

Hati berisikan prinsip-prinsip pengetahuan yang mendasar. Ia bagaikan air yang mengisi kolam pengetahuan dalam dada. Hati adalah akar dan dada merupakan cabang yang diberikan makan oleh hati. Pengetahuan bathiniyah dari hati atau pengetahuan luar dari akal sama-sama penting. Pengeahuan luar mencakup informasi kita yang kita perlukan untuk bertahan, termasuk keahlian profesional, maupun kecerdasan yang dibutuhkan untuk membentuk keluarga. Ia juga diperlukan dalam upaya menjalani kehidupan yang bermoral dan etis yang dapat membedakan antara yang benar dan yang salah.

Qolbu adalah pintu masuk “sesuatu” dari Shodr ke Fuad atau pintu keluar “sesuatu” dari Fuad ke Shodr. Atau, Qolbu adalah pintu keluarnya “cahaya” dari Fuad ke Shodr.

Af’idah/Fuad ( Kesadaran Jiwa )
Selanjutnya lapisan hati yang ketiga adalah “fuad” atau “afidah”. Dalam bahasa Arab kata “fuad” berarti hati, tetapi letaknya lebih dalam dari Qolb, sehingga kata “fuad” biasa dikatakan sebagai “hati yang lebih dalam”

Qolb dan fuad berkaitan erat dan pada waktu tertentu hampir tidak dapat dibedakan. Qalb mengetahui, sedangkan fuad melihat. Mereka saling melengkapi, seperti halnya pengetahuan dan penglihatan. Jika pengetahun dan penglihatan dipadukan, maka yang gaib manjadi nyata dan keyakinan kita akan menjadi kuat.

Albab ( Kesadaran Ruh )
Akhirnya, lapisan hati yang paling dalam ialah Albab. Kata “albab” merupakan jamak dari kata “lubb”. Dalam bahasa Arab kata “lubb” berarti racun, akal, hati, inti, dan sari. Sedang dalam tasawwuf istilah “lubb” berarti hati terdalam atau hatinya hati.

Dalam sudut pandang saya, Lubb atau Albab inilah yang merupakan Portal atau media bagi kita untuk terhubung dengan Allah swt. Inilah kesadaran diri kita yang sejati. Sejati Ingsun, Pribadi Tinggi, Pribadi Suci, Kesadaran yang terdalam, dll. Dengan kata lain, Lubb adalah Area dimana kesadaran kita menyatu dengan Kesadaran Ilahi. Manunggaling Kawulo Gusti.

Kalau ada orang hanya menggunakan shadr, Qalb, dan fuad, orang itu bisa baik dan bisa juga buruk, tapi kalau ia menggunakan albabnya, maka ia pasti baik.

Manajemen Hati & Pikiran dengan Sodron
Jika kita melihat peringkat dan struktur kesadaran di atas, terlihat bahwa Area yang dapat kita intervensi atau utak-atik adalah wilayah Shodr, karena wilayah kesadaran yang lebih dalam yaitu Qolb & Fuad, hanyalah merupakan hasil perpaduan dari Input yang kita berikan dari Kesadaran Mental (Shodr) dan bimbingan Tuhan Yang terbit melalui kesadaran Ruh kita (Lubb). Dimana Kesadaran Ruh sumbernya adalah langsung dari Allah swt.

"Segala keberkahan datang dari Allah SWT, dan segala musibah datang sebagai akibat dari perbuatan manusia sendiri." (QS.4.An-Nisaa' : 79)

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar Ro’du: 11)

Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang pun.” (QS:Al-Kahfi | Ayat: 49l

Para pakar dan dan peneliti perilaku manusia menyatakan bahwa 77% dari apa yang kita fikirkan bersifat negatif, kontraproduktif dan melawan diri kita. Sementara itu para peneliti di bidang medis menyatakan bahwa 75% dari penyakit yang di derita oleh manusia bersifat Self-induced (Penyakit yang timbul akibat kondisi pikiran/psikosomatis).

Oleh karena itu, suatu Transformasi Diri Yang permanen haruslah di awali di Pikiran dan terjadi di pikiran, lebih tepatnya di Pikiran Bawah Sadar. Sebab di Pikiran Bawah Sadarlah terletak Program-Program Pikiran yang selama ini mengontrol tindakan dan pemikiran kita tanpa disadari. Mengontrol kebiasaan-kebiasaan kita, yang pada akhirnya mempengaruhi kondisi kehidupan yang kita alami dan kita rasakan saat ini.

Pikiran Bawah Sadar jika mengacu pada terminologi 4 Level Kesadaran di atas, maka itu adalah terkait dengan Shodr & Qolb yang menjadi Ruang Lingkup kesadaran yang nantinya akan kita kelola melalui Metode SODRON. Yang mana istilah Sodron ini saya ambilkan dari kalimat Shodr.

Sebagai contoh, salah satu tekhnik yang ada dalam Metode Sodron adalah Suwung Reconnection. Simak artikelnya di sini : http://www.naqsdna.com/2017/04/suwung-reconnection-bangkitnya-kesadaran.html

Baiklah, sekian dulu tulisan pembuka untuk memperkenalkan Metode Sodron ini. Semoga bermanfaat untuk sahabat semua.

SALAM.


• Edi Sugianto, Founder NAQSDNA
naqsdna.combasupati.comsabdasakti.com

SMS/WA : +62 812 3164 9477
HP : +62 822 3458 3577
Telegram : @Hipnotis
Pin BB : DA927129
Twitter : @edi5758
Facebook : https://www.facebook.com/haryopanuntun
Google Plus : +Edi Sugianto, C.Ht., MNLP

Click To Chat :
Simak Materi Pelatihan Gratis Yang lain di Group Telegram JRC, KLIK DI SINI... untuk bergabung.


Jadwal Event Workshop, klik di sini..

Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.

Siluman di Kuburan Keramat Wali Songo

Sadarkah anda, bahwa perilaku masyarakat Indonesia & Nusantara yang sangat suka melakukan ziarah ke makam atau kuburan para wali songo dan juga tokoh-tokoh spiritual dan juga kuburan keramat lainnya itu jika tanpa bimbingan yang benar, justru semakin membuat mereka terjerumus pada kesesatan yang semakin dalam..? Dan bahkan membuat mereka tanpa sadar telah bekerja sama dengan setan, jin, demit, dan juga siluman..?

Di makam-makam para wali yang sering diziarahi kaum muslimin, sesungguhnya tidak hanya terkumpul pusaran energi positif saja, tetapi juga banyak berkumpul para siluman dan demit, yang mana mereka semua berkumpul karena tertarik oleh Uap Energi hawa nafsu dari peziarah, yang faktanya datang bukan untuk bertabarruk dan mendoakan yang sudah mati.. Tetapi datang dengan sejuta Vibrasi syahwat keinginan duniawi.

Akumulasi Uap Energi duniawi yang telah berlangsung sekian lama dan dari ribuan peziarah itu membuat kuburan para wali tersebut akhirnya dipenuhi juga oleh pusaran energi duniawi yang sangat kuat. Dan ketika uap energi hawa nafsu itu semakin menguat, maka siluman dan demitpun semakin banyak berkumpul guna menyambar orang yang lemah iman dan memberi kekuatan batin bagi peziarah yang salah niat..

Sebagai mantan sarkub alias sarjana kuburan. Dalam sebuah experiment yang saya lakukan. Pernah saya membawa pulang buah mengkudu (Pace) dari makam sunan bonang Tuban. Ini adalah buah mengkudu yang jatuh sendiri dari pohonnya..

Nah, ketika sampai rumah. Buah mengkudu itu saya gantung di dinding luar dapur. Maklum, bau buah pace yang sudah matang memang kurang sedap. Sehingga saya taruh saja di luar rumah..

Anehnya, sejak saya bawa buah mengkudu itu, mertua saya tiap malam selalu mimpi buruk (Saat itu, saya masih tinggal satu rumah dengan mertua). Dan saya sendiri juga beberapa kali di datangi makhluk yang agak menyeramkan di dalam mimpi saya.. Dan dari deteksi intuisi, saya cenderung menyimpulkan bahwa hawa siluman yang tiba-tiba datang menyelimuti seantero rumah saya ini adalah bersumber dari buah mengkudu yang saya bawa dari kuburan Sunan Bonang tersebut.

Nah, daripada ganggu tidur orang rumah... Saya buang saja buah mengkudu itu... Dan setelah itu, ternyata semuanya kembali normal dan nyaman..

By The Way, Saya membawa pulang buah mengkudu itu karena terpengaruh artikel di majalah Liberty, bahwa buah mengkudu yang ada di makam wali dapat memudahkan seseorang yang sangat mendambakan untuk mempunyai keturunan, khususnya bagi mereka yang sudah lama berumah tangga namun belum juga dikaruniai jodoh untuk mempunyai anak, syaratnya harus mengkudu yang jatuh sendiri dari pohon... Dan teringat cerita itu, ketika mendapati ada buah mengkudu jatuh, maka buah itu saya bawa pulang. Siapa tahu ada yang butuh...

Selain mengkudu di areal makam sunan bonang, dulu saya juga pernah experiment membawa buah mengkudu dari areal makam sunan Ampel Surabaya... Dan hawa silumannya juga sama saja...

Dari pengalaman saya itu, maka bagi anda yg hobi ziarah wali songo... Sebaiknya murnikan niat karena Allah semata... Jika tidak, mungkin saja ada kekuatan siluman yang akan membantu anda tanpa anda sadari... Walahu A'lam... Berhati-hati sajalah....

Karena dimensi energi dari alam gaib sesungguhnya berlapis-lapis, mulai dari spektrum energi yang paling bawah dan lebih dekat dengan alam materi, hingga spektrum energi yang tertinggi yang paling dekat dengan dimensi ketuhanan.

Dalam lapisan energi yang paling kasar, dimensi ini juga dipenuhi oleh makhluk-makhluk astral dari dimensi rendah semacam siluman, demit, dan yang sejenisnya. Sedangkan di dalam dimensi yang tinggi, makhluk-makhluk astral yang ada di dalamnya adalah dari jenis malaikat serta ruh-ruh orang yang soleh.

Wali Songo dan juga  Tokoh-tokoh spiritual lainnya yang selama hidupnya dikenal dekat dengan Tuhan. Walaupun mereka sudah meninggal, namun jejak energi yang menyelimuti diri mereka masihlah tetap ada dan berada di sekitar jasad mereka dikebumikan.

Rekam jejak energi inilah yang sering dijumpai, dilihat secara batin, dan dibaca oleh beberapa peziarah yang cukup waskita. Yang dalam istilah awamnya, mereka seolah-olah ditemui oleh tokoh yang dikebumikan di situ dan diberikan wejangan atau nasehat tertentu oleh sang tokoh yang telah meninggal tersebut.

Hanya saja, rekam jejak energi para tokoh spiritual ini tentu saja dimensi energinya lebih halus dan berada di spektrum energi yang cukup tinggi. Sehingga hanya mereka yang berziarah secara tulus ikhlas demi mencari keridloan Allah swt sajalah yang akan diberikan anugrah jodoh dapat mengaksesnya.

Sedangkan bagi yang datang dengan tujuan yang salah. Berziarah untuk meraih kekayaan, berziarah agar pangkatnya segera naik, segera dapat jodoh, dan sejuta keinginan duniawi lainnya. Tentu saja vibrasi yang semacam ini tidak akan dapat menembus lapisan energi yang sangat halus dan lembut dari Rekam jejak energi para Tokoh spiritual itu.

Sehingga, alih-alih mereka memperoleh sebuah pencerahan setelah bertafakur di kuburan keramat. Tetapi justru mereka disambar oleh para siluman dan dedemit yang juga ikutan nimbrung berada di sekitar areal makam keramat tersebut.

So..
Waspadalah... Waspadalah dengan Vibrasi dari Niat yang ada di hati dan fikiran anda sendiri.

Wallahu A'lam.

Edi Sugianto (Founder NAQS DNA)
Hp/WA : 0812 3164 9477
Pin BB : 7ccd0ca5
Twitter : @edi5758
Facebook : https://www.facebook.com/haryopanuntun
Web : www.naqsdna.com

 Metode Pengubatan Ruqyah Bukanlah Wahyu

Metode Pengubatan Ruqyah Bukanlah Wahyu

"Dan pengobatan ini (Ruqyah) bukanlah termasuk bagian dari wahyu, akan tetapi dia hanyalah perkara yang kaum arab dahulu terbiasa melakukannya" ~ Ibn Kholduun

Menurut Syaikh Muhammad Aliy Ferkouz :

Adapun ruqyah tanpa dalil ma'tsuur dan tidak ada tata caranya secara syar'iy dan tidak berbenturan dengan larangan syari'at. Maka hukum memraktekkannya diperselisihkan. Sebab perselisihannya kembali kepada pemraktek-kan ruqyah, apakah dia termasuk jenis pengobatan dengan obat-obatan dan herbal atau tawaqquf pada syara'?

Dan keserupaan ruqyah tanpa text dalil meskipun hal itu termasuk dari pengobatan ruhani akan tetapi hal itu juga berkaitan dengan pengobatan jasmani dari sisi penyadarannya terhadap ijtihad dan tajribah amaliyyah (praktek percobaan), dan memohon pertolongan pada Allah untuk merealisasikan manfaatnya. Dan mengambil percobaan manusia hukumnya boleh jika memperlihatkan kemanjuran dan faidah/manfaat, dan terlepas dari segala larangan syar'i. Karena buahnya adalah untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit dengan pengobatan sehingga dapat terlepas dari penyakit-penyakitnya.

Berkata Ibn Kholduun : "Dahulu kaum arab memiliki banyak macam dari tipe pengobatan ini, dan mereka dahulu juga memiliki tabib-tabib yang dikenal seperti Al Haarits ibn Kaladah dan selainnya, dan pengobatan yang manqul dalam syari'at [juga ada yang diambil] dari sini, dan pengobatan ini (ruqyah) bukanlah termasuk bagian dari wahyu, akan tetapi dia hanyalah perkara yang kaum arab dahulu terbiasa melakukannya."

Dan menunjukkan atas hal tersebut hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu yang diriwayatkan oleh Muslim berkata : Rasulullah shallalahu alaihi wasallam melarang ar ruqaa, maka kemudian datang keluarga Amr ibn Hazm al Anshariy kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, mereka kemudian berkata : "Wahai Rasulullah! Dahulu kami memiliki ruqyah yang kami gunakan ketika tersengat kalajengking, dan Engkau telah melarangnya." Maka mereka memperlihatkan hal tersebut pada Nabi, dan Nabi berkata : "Tidak mengapa, barang siapa yang bisa memberikan manfaat pada saudaranya maka berikanlah manfaat tersebut."

Hadits tersebut menunjukkan bahwasannya pengobatan dan ruqyah itu tidak tawaqquf pengetahuannya dengan yang tallaqy dari Nabi saja, yakni tata caranya tidak melazimkan harus sesuai wahyu. Dan segala macam ijtihad untuk mencegah/menolak bahaya dan menghilangkan musibah -dengan catatan kosong dari larangan syar'i- diterima manfaatnya. Dan kalimat : "Barang siapa di antara kalian yang mempu memberi manfaat pada saudaranya.....sampai akhirnya". Meskipun dia terjadi karena sebab yang khusus yakni ruqyah dari sengatan kalajengkin, maka al 'Ibroh bi umuumil lafzh laa bikhusuusis sabab, berdasar dengan kaidah yang ditetapkan.

Dan ketika memaparkan syarah hadits ibn Abbas dan Abu Sa'id radhiyallahu anhumaa tentang kisah sengatan, berkata Asy Syaukaaniy :

"Dalam dua hadits tersebut dalil akan kebolehan ruqyah dengan Al Qur'an dan jenis-jenis dzikir dan doa yang ma'tsur dan juga selain yang ma'tsur selama hal tersebut tidak menyelisihi yang ma'tsur."

Dan menyokong pendapat tersebut hadits Auf ibn Maalik Al Asy-ja'iy rahiyallahy anhu berkata : Dahulu kami ketika masa Jaahiliyyah sering meruqyah. Maka kami mengatakan : Wahai Rasulullah! Bagaimana pendapatmu tentang hal itu? Beliau menjawab : Perlihatkan padaku!, tidak mengapa ruqyah selama tidak mengandung kesyirikan."

Di sana (dalam hadits tersebut) tedapat dalil bolehnya meruqyah dan pengobatan selama tidak ada bahaya di dalamnya dan tidak ada penghalang syari'at.

Dan ruqyah yang diperlihatkan [pada Nabi shallallahu alaihi wasallam tersebut] yang dahulu digunakan pada masa Jaahiliyyah bukanlah hal yang tauqifiy dan sebagaimana yang nampak. Maka jika seandainya pembolehan itu terbatas hanya pada wahyu, hal itu akan melazimkan pengingkaran Nabi shallalahu alayhi wasallam karena hal itu terjadi ketika meminta penjelasan, dan mengakhirkannya ketika diperlukan tidaklah boleh. Dan yang menguatkan hal ini -tanpa ragu- penetapan Nabi shallallahu alaihi wasallam atas ruqyah Asy Syifaa' bint Abdillah yang menggunakan cara selain Nabi shallallahu alaihi wasallam. Dan karena ruqyahnya kosong dari larangan yang berisi kesyirikan, Nabi shalllallahu alaihi wasallam membolehkan untuk memraktekkannya.

Diriwayatkan dari Al Hakim dengan sanad yang shahih : "Bahwa sesungguhnya seorang laki-laki dari kalangan Anshar keluar dari dirinya namlah (penyakit/luka di lambung, dan bisa jadi selain di lambung) , maka dia ditunjukkan bahwa Asy Syifaa bint Abdillah dapat meruqyah/menghilangkan gangguan tersebut. Maka dia mendatangi Asy Syifaa dan memintanya untuk meruqyahnya. Maka Asy Syifaa berkata : "Demi Allah aku tidak pernah meruqyah semenjak aku masuk Islam." (Artinya tata cara ruqyah-nya tidak ma'tsur karena dia meruqyah sebelum masuk Islam -pent). Maka laki-laki tersebut kepada Nabi shallalahu alaihi wasallam, maka dia memberitahukan apa yang dikatakan Asy Syifaa. Kemudian Nabi memanggil Asy Syifaa dan mengatakan : "Perlihatkan padaku!", maka dia memperlihatkannya. Nabi bersabda : "Ruqyahlah dia, dan ajarilah Hafshah ruqyah sebagaimana Engkau mengajarinya Al Kitaab" dalam riwayat lain Al Kitaabah (menulis).selengkapnya langsung dibaca di : http://ferkous.com/home/?q=fatwa-1144

**

Menurut Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah :

سؤال : ما حكم الاغتسال بالماء المقروء فيه للاستشفاء ؟

فأجاب : يذكر بعض الناس أنه جرب فنفع . وعليه ، فلا بأس بذلك من باب إثباته بالتجربة ، لا بالشرع .

*S : Soal, J : Jawab

S : Apakah hukum mandi dengan air yang dibacakan ruqyah untuk mencari kesembuhan?

J : Sebagian manusia menyebutkan bahwa itu mujarab dan efektif. Atas dasar itu, tidak mengapa dengan hal tersebut min baaabi itsbaatihi bit-tajribah (dalam rangka mencari kepastian dengan percobaan), dan tidak dari syara'.

http://www.roqiah.net/%D9%85%D8%AC%D9%85%D9%88%D8%B9%D8%A9…/

S : Apakah ada sunnah Nabi yang warid tentang membaca Al Qur'an untuk yang sakit di air kemudian meminumnya atau membacanya di minyak dan memakainya, atau membacanya di gelas yang terbuka yang ada airnya ayat kursiy kemudian meminumnya, karena banyak orang yang melakukannya?

J : Allah berfirman "Dan kami turunkan segala jenis Al Qur'an sebagai obat dan rahmat untuk kaum mukminin". Dan obat yang Allah turunkan dalam Al Qur'an mencakup obat hati dari penyakitnya dan penyembuh badan dari sakitnya juga.......dst. Adapun menulis Al Qur'an di kertas-kertas kemudian mencelupkannya ke air kemudian meminumnya atau memasukannya ke bejana, dan menggoyangkannya/ kemudian meminumnya atau meludahkannya [ludahan setelah membaca Al Qur'an] di air dan meminumnya maka aku tidak mengetahui apakah itu termasuk sunnah Nabi atau tidak. Akan tetapi hal itu termasuk amalan as salaf dan itu hal yang mujarab. Oleh karenanya kami katakan tidak mengapa denganya, yakni tidak mengapa dengan apa yang dilakukan terhadap orang yang sakit tersebut untuk dapat memberikan manfaat dengannya, akan tetapi yang dibacakan di air dengan ludah atau buih selayaknya untuk tidak melakukannya jika dia mengetahui bahwa nanti akan menambah penyakit lain kepada orang yagn sakit tersebut.

http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_989.shtml

Dalam pertanyaan lain dalam Fataawa Nuur alad darb beliau juga menyatakan :

وأما ما ذكره السائل من كتابة بعض الآيات التي فيها الاستعاذة والاستجارة بالله عز وجل بأن توضع في ماء ويشرب فهذا أيضاً قد جاء عن السلف الصالح وهو مجربٌ ونافع

Adapun apa yang disebutkan penannya dari menulis beberapa ayat Al Qur'an yang di dalamnya ada meminta perlindungan kepada Allah kemudian meletakannya di air dan meminumnya, maka tentang hal itu juga terdapat amalan dari as salaf ash-shaalif dan itu mujarab dan bermanfaat/efektif.

Dalam pertanyaan lain dalam Fataawaa Nuur alad darb beliau juga menyatakan :

فعل بعض السلف مثل هذا أي أنه ينفث في الماء ثم يشربه المريض وقد جرب ونفع لكن كون القارئ يقرأ على المريض مباشرة أحسن وأفيد وأرجى للانتفاع والمسلم إذا أتى إلى أخيه ورقاه فإنه على خير قد يجعل الله الشفاء على يده فيكون محسنا إلى هذا المريض إحسانا بالغا ولكن ليعلم أن الراقي على المرضى لابد أن يعتقد أن هذه الرقية نافعة في حد ذاتها بأنه لو قرأ وهو متشكك متردد فإنها لا تنفع لابد أن يعتقد بأنها نافعه ولابد للمرقي أن يعتقد أيضا انتفاعه بها فإن كان مترددا شاكا فلا تنفعه لأن كل سبب شرعي لابد أن يكون الفاعل له مؤمن بأنه سبب يودي إلى المقصود حتى ينفع الله به

Sebagian salaf melakukan apa yang dimaksud penanya, yaitu meludah di air kemudian meminumkannya untuk orang yagn sakit, dan sungguh itu benar mujarab dan bermanfaat/efektif, akan tetapi qori' yang membaca Al Qur'an langsung lebih baik dan berfaidah dan lebih diharapkan mendapatkan manfaat. Dan seorang muslim jika mendatangi saudaranya dan meruqyahnya, maka hal itu baik, dan bisa jadi Allah menjadikan kesembuhan lewat tangannya, dan dia menjadi orang muhsin kepada orang yang sakit tersebut dengan kebaikan yang banyak. Akan tetapi untuk diketahui bahwasanya Raqi kepada yang sakit haruslah berkeyakinan bahwa ruqyahnya bermanfaat/efektif secara dzatnya, dalam hal seandainya dia membaca dalam keadaan ragu maka ruqyahnya tidak bermanfaat. Harus berkeyakinan bahwa itu naafi'/bermanfaat dan yang diruqyah juga harus berkeyakinan bahwa hal itu akan bermanfaat baginya. Dan jika dia ragu, bimbang, maka hal itu tidak bermanfaat, karena setiap sebab syar'i haruslah pelakunya seorang mukmin yang dengan sebabnya dapat mencapai tujuan sampai Allah datangkan manfaat dengannya.....

* Penulis : Jika dikatakan darimana tahu itu efektif/bermanfaat, maka jawabannya hal ini masuk kategori tajribah, bahkan Syaikh ibn Utsaimin dengan tegas menyatakan baik raaqi dan marqiy harus berkeyakinan hal itu memberi manfaat. Nanti akan terdapat penjelasan dan ibnul Qoyyim bahwa beliau juga mengandalkan pengalaman.

**

Menurut Syaikh ibn Baaz rahimahullah :

S : Apakah seorang muslim meruqyah dan sebagian doa-doa nabawiyah di air atau minyak, kemudian orang yang sakit meminumnya dan mandi dengannya? Dan jika tidak boleh, maka bagaimanakah Ruqyah Syar'iyyah dan syarat syarat apa yang harus dipenuhi?

J : Tidak mengapa meruqyah dengan air kemudian yang sakit minum di airnya atau mandi dengannya. Semuanya tidak mengapa. Ruqyah bisa jadi dengan meludah kepada yang sakit, bisa jadi dengan air yang diminum pasien atau tarawwasy dengannya, semuanya tidak mengapa.

Dan tetap tsabit dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwasanya beliau meruqyah Tsaabit bin Qays bin Syimas di air kemudian mengguyurkannya. Maka jika seseorang meruqyah saudaranya di air kemudian meminumnya kemudian mengguyurkan padanya, maka diharapkan dengannya kesehatan dan kesembuhan. Dan jika dia membaca untuk dirinya sendiri di anggota tubuh yang sakit di tangan atau kaki atau dadanya dan meludahinya dan berdoa untuknya kesembuhan, maka semua itu baik.

http://www.binbaz.org.sa/mat/17721


**

Menurut Syaikh Ibn Jibriin rahimhullah :

وبعد فإني موافق لما ذكرتم عن المشايخ ابن باز وابن عثيمين وابن عبيكان وأقول: إن هذه التجارب مفيدة ونافعة بإذن الله ولا يلزم من كل رقية أن تكون منقولة بل كل رقية مؤثرة ليس فيها شرك فهي جائزة على ظاهر الحديث المذكور أعلاه وسواء كانت الرقية من العين والمس أو غير ذلك من الأمراض بشرط أن لا يكون فيها كلام لا يعرف معناه ولا طلاسم ولا حروف مقطعة أو نحو ذلك فامضوا لما أنتم فيه وسيروا على بركة الله والله معكم ولن يتركم أعمالكم وجزيتم خيرًا وصلى الله على محمد وآله وصحبه وسلم

Wa ba'd, maka sesungguhnya aku setuju terhadap apa yang engkau sebutkan tentang syaikh ibn Baz, ibn Utsaimiin, ibn 'Ubaikaan, dan aku katakan : Bahwasannya tajaarub (trial/percobaan/experiman) ini mufiid dan naafi' (bermanfaat dan berguna) dengan ijin Allah, dan tidak harus setiap ruqyah itu selalu dari yang manqul, akan tetapi setiap ruqyah yang berpengaruh dan tidak ada kesyirikan maka itu boleh sebagaimana zhohir hadits yang disebutkan di atas. Sama saja apakah ruqyah dari ain, dari sentuhan/tertimpa atau penyakit lain-lainnya, dengan syarat bahwa yang dibacakan tersebut harus diketahui maknanya dan tidak jimat/mantera atau huruf huruf yang terputus atau semacam tersebut.....

selengkapnya : http://www.ibn-jebreen.com/controller… atau http://www.ruqya.net/forum/showthread.php?t=43475

**

Menurut Ibnul Qoyyim dan Ibn Taymiyyah rahimahumallah :

قَالَ لَكِ الشَّيْخُ: اخْرُجِي، فَإِنَّ هَذَا لَا يَحِلُّ لَكِ، فَيُفِيقُ الْمَصْرُوعُ، وَرُبَّمَا خَاطَبَهَا بِنَفْسِهِ، وَرُبَّمَا كَانَتِ الرُّوحُ مَارِدَةً فَيُخْرِجُهَا بِالضَّرْبِ، فَيُفِيقُ الْمَصْرُوعُ وَلَا يَحُسُّ بِأَلَمٍ، وَقَدْ شَاهَدْنَا نَحْنُ وَغَيْرُنَا مِنْهُ ذَلِكَ مِرَارًا.

وكان كثيرا ما يقرأ في أذن المضروع: أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّما خَلَقْناكُمْ عَبَثاً وَأَنَّكُمْ إِلَيْنا لَا تُرْجَعُونَ «2»

وَحَدَّثَنِي أَنَّهُ قَرَأَهَا مَرَّةً فِي أُذُنِ الْمَصْرُوعِ، فَقَالَتِ الرُّوحُ: نَعَمْ، وَمَدَّ بِهَا صَوْتَهُ.

قَالَ: فَأَخَذْتُ لَهُ عَصًا، وَضَرَبْتُهُ بِهَا فِي عُرُوقِ عُنُقِهِ حَتَّى كَلَّتْ يَدَايَ مِنَ الضَّرْبِ، وَلمْ يشكّ الحاضرون أنه يموت لذلك الضربة ففي أثناء الضرب قالت: «أنا أحبّه،فَقُلْتُ لَهَا: هُوَ لَا يُحِبُّكِ، قَالَتْ: أَنَا أُرِيدُ أَنْ أَحُجَّ بِهِ، فَقُلْتُ لَهَا هُوَ لَا يُرِيدُ أَنْ يَحُجَّ مَعَكِ، فَقَالَتْ أَنَا أَدَعُهُ كَرَامَةً لَكَ، قَالَ: قُلْتُ: لَا وَلَكِنْ طَاعَةً لِلَّهِ وَلِرَسُولِهِ، قَالَتْ:

فَأَنَا أَخْرُجُ مِنْهُ، قَالَ: فَقَعَدَ الْمَصْرُوعُ يَلْتَفِتُ يَمِينًا وَشِمَالًا، وَقَالَ: مَا جَاءَ بِي إِلَى حَضْرَةِ الشَّيْخِ، قَالُوا لَهُ: وَهَذَا الضَّرْبُ كُلُّهُ؟ فَقَالَ وَعَلَى أَيِّ شَيْءٍ يَضْرِبُنِي الشَّيْخُ وَلَمْ أُذْنِبْ، وَلَمْ يَشْعُرْ بِأَنَّهُ وَقَعَ بِهِ ضَرْبٌ الْبَتَّةَ الطب النبوي ص 52-53

*Penulis : Syahidnya : Ibnul Qoyyim mengatakan wa laa yahassu bi alam, wa qod syaahadnaa nahnu wa ghoirunaa dzaalika mirooron (berkali-kali)

Kalau dikatakan darimanakah ibnul Qoyyim dan orang orang di sekitarnya tahu bahwa jika dipukul orangnya tidak merasa sakit akan tetapi jinnya yang merasa sakit? Inikan perkara ghaib?

Ada dua kemungkinan :

a. Ibnul Qoyyim dan ibnu Taimiyyah dan yang setuju dengan tajribah ini dikatakan nyleneh 'meruqyah' tidak ma'tsur. Bagaimana mereka bisa tahu jika dipukul terus menerus, orangnya tidak akan merasa kesakitan?

b. Hal ini masuk ke bab tajribah dan melihat pengalaman

Kalau kita berpegang dengan harus ma'tsur/manqul maka bagaimana menjama' semua pengalaman ini? ataukah kita lakukan tarjih harus manqul dan lemahkan kisah-kisah mutawatir dari dahulu sampai sekarang itu?

Kalau meminta dalil maka, penjelasan Syaikh Ferkouz di atas sudah menggunakan dalil.

Kalaupun dikatakan menyelisihi syara', ruqyah tajribah ini berarti tidak berkah, yang sembuh (bisa jadi kena sihir bertahun-tahun) juga tidak mendapat berkah, tidak perlu diucapkan syukur atas 'kesembuhannya' (?). Yang terpenting dinasehati bahwa dia telah menyelisihi syari'at jangan senang/bangga dengan yang tidak berkah.

Terakhir, kalau kita menganggap ini ijtihad ulama (?) maka tidak selayaknya memaksakan pendapat, kecuali hal ini tidak dianggap ijtihad lagi.

Wallahu a'lam

Catatan : Perlu diketahui bahwa di sana memang ada peruqyah yang memakai mantra dan jimat dan mengaku mengetahui yang ghoib. Akan tetapi para ulama ini dan beberapa praktisi berkeyakinan bahwa mereka tidak mengetahui yang ghoib, menyandarkan keberhasilan semata-mata karena Allah, mereka hanya mencoba tanpa berbenturan dengan larangan syari'at, dan merasa hal itu efektif dan terbukti. Jadi jangan disimpulkan bahwa mereka para ulama [disini] dan yang sepakat dengan pendapat ini berkeyakinan mengetahui perkara yang ghaib.

ولكل فن رجاله

Source : Tajribah dalam Ruqyah menurut Ulama yang membolehkan by Perdana Akhmadi S.Psi (Founder Quranic Healing Indonesia), Link https://www.facebook.com/perdana.akhmad/posts/10203186789332576


Info Pelatihan Perubatan Alternatif Hypnotherapy & Pelatihan Daya Kuasa Minda Separa Sadar (Subconscious Mind Power Activation) akan diselenggarakan pada hari bulan 6 & 7 December 2014 di Jasin Melaka Malaysia.

Ini adalah Bengkel hipnosis & hypnotherapi terhebat di penghujung 2014.
Ini adalah bengkel lengkap, sehinggakan mereka yg mengikuti bengkel ini akan mampu menjadi trainer (Guru) hipnosis Atau menjadi ahli pengubatan alternatif hipnoterapi dan mampu berjaya  mendayagunakan Kuasa Minda Separa Sadar setelah tamat berkursus.

Bengkel ini akan diadakan pada 6 & 7 disember 2014 di Jasin Melaka. Motivator yg terlibat didalam membimbing anda adalah Tn. Anuwar B Mohd Lop, Prof Ir Dr Zainal Ariffin, Prof Madya Mohd Ariff Mohd Ariff Mat Hanafiah dan saya sendiri (Edi Sugianto, Founder NAQS DNA).

Yuran penyertaan adalah sebanyak Rm 2000. Jika bawa pasangan isteri/suami belajar bersama, hanya perlu tambah Rm200 saja lagi menjadikannya RM2200 sahaja utk dua org. Yuran utk pelajar IPT hanya RM 1500 saja. Penginapan 2 malam, makan minum, nota dan 4 sijil akan disediakan oleh admin.

Kursus ini padat dgn keilmuan2 kehidupan dan penyembuhan diri dan org lain.

Pendaftaran dibuka sekarang. Sesiapa yg berminat, boleh menghubungi Tn. Anuwar di 0166250081. Kami akan mengajar anda dan membongkar segala keilmuan hipnosis & hypnotherapy sehingga habis. Padat dgn pelajaran pratikal sehingga anda akan mudah belajar dan memahaminya.....

Keterangan Lengkap, silahkan BACA DI SINI.. http://www.naqsdna.com/2014/08/professional-hypnotherapy-kem-malaysia.html

Life is Mind Game..
Hidup ini adalah sebuah permainan pikiran..
Positif dan negatifnya Kehidupan, adalah tergantung dari sudut pandang kita sendiri....

CHANGE YOUR MIND, CHANGE YOUR LIFE.

TERIMA KASIH & SALAM SUKSES UNTUK ANDA SEMUA

Edi Sugianto
(Founder NAQS DNA Institute)
Hp : 081 231 649 477
Pin BB : 7CCD0CA5
Twitter : @edi5758
FB : https://www.facebook.com/haryopanuntun
Web : www.NAQSDNA.com 

Islam Bukan Arab

Hmm.... Prihatin juga bila ada umat Islam yang punya persepsi bahwa Islam sama dengan Arab.... Dan menganggap semua yang berbau arab pastilah Islam. Lihatlah contoh gambar kaos di bawah ini, ini adalah tulisan Kaligrafi Arab, tetapi ini bukan kalimat atau ayat-ayat Al-Quran dari agama Islam. Ini adalah Doa Bapa Kami dari Agama Kristen.


WASPADA SUGESTI COVERT HYPNOSIS ➨ ISLAM = ARAB
Arab itu nama suku bangsa dan juga negara, sedangkan Islam itu nama Agama yang bersifat Rahmatan Lil 'alamin untuk semua umat manusia..

Bila kita mengidentikkan agama Islam dengan Bangsa Arab, maka itu artinya kita telah mengecilkan arti Islam dari sebuah tuntunan untuk seluruh umat manusia menjadi sebagai agama dari sebuah suku bangsa, dan dengan demikian artinya, Islam dianggap sebagai agama import di negara dan bangsa non arab...

Dan sesungguhnya, di dalam perang ideologi yang terjadi di dunia maya ini... memang ada upaya-upaya serangan Sugesti Covert Hypnosis dari beberapa golongan anti Islam yang mencoba mengidentikkan Islam dengan arab, dan menganggap Islam sebagai Agama Arab... dengan tujuan untuk memicu spirit Chauvinisme dan kesukuan sehingga berkobar api penolakan terhadap Islam di negara Non Arab...

Fakta sejarah dan juga realita memang menunjukkan bahwa Islam dan bangsa serta negara arab itu mempunyai kaitan yang sangat erat... Karena Islam turun dan berkembang di arab, dan Kiblat sholat Umat Islam berada di negara arab, Al-Quran dan Hadits juga berbahasa Arab....

Namun, bila kita mengidentikkan Islam = Arab, itu artinya adalah suatu pengkerdilan nilai terhadap Islam itu sendiri.... yang semestinya merupakan tuntunan untuk semua umat manusia, menjadi sebagai hak Milik bangsa arab,, atau bahkan nanti di anggap sebagai warisan tradisi dan budaya bangsa Arab...

Karena, Sugesti Covert Hypnosis lainnya yang dilancarkan oleh golongan anti agama adalah, mengidentikkan Agama sebagai sebuah Tradisi & Budaya.... Agama sebagai hasil perenungan pikiran manusia semata.

Waspadalah dengan Invansi / serangan pemikiran yang dalam bahasa jawa disebut GENDAM dan dalam bahasa arab dinamakan Ghazwul Fikri dan dalam bahasa inggris disebut dengan brain washing, thought control, Mind Control, Covert Hypnosis, Conversational Hypnosis, Hipnotis Massal, Public Speaking, Hypnotic Campaign, dll.

Saya harap ini menjadi perhatian dari sahabat Muslim semuanya....

SALAM....





“Tiada Kami mengutus Engkau (Muhammad), melainkan untuk seluruh umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Q.S. Saba’[34] : 28).



Seni Arab Kristiani



Nabi Muhammad SAW Kena Sihir / Santet

Nabi Muhammad SAW Kena Sihir / Santet

Mengapa Santet/Sihr Bekerja..???

Pertama, Karena "Pikiran Bawah Sadar" anda percaya akan kekuatannya.
Kedua, Karena Vibrasi anda bergetar di Zona Force atau Zona Kegelapan...

Penjelasan :
Mengenai landasan yang pertama, ini adalah terkait dengan keyakinan serta kepercayaan yang ada di alam bawah sadar, jadi mulut anda boleh saja ngomong tidak percaya, tetapi belum tentu dengan hati dan perasaan anda.

Sedangkan mengenai landasan kedua yaitu Vibrasi, saat aura anda bergetar dalam vibrasi Force, maka aura anda menjadi gelap, hitam, dan kasar, dengan demikian entitas-entitas dari dunia kegelapan akan dapat terhubung dengan anda. Dan di saat itu pula kekuatan hitam pun dapat dikirimkan kepada anda.

Itulah sebabnya, para penyihir akan berusaha memprovokasi emosi anda untuk terjebak ke dalam emosi negatif. Misalnya : Panik, dendam, marah, benci, sakit hati, kecewa, ketakutan, dll...

Dan ketika emosi anda terjebak dalam vibrasi Force, maka pintu santet telah terbuka...


Nabi Muhammad SAW Kena Sihir / Santet

Tanya :
Bagaimana dg rosululloh yg pernah kena sihir,berarti vibrasi beliau bergetar dalam zona kegelapan???

Jawab :

Pertanyaan.."Mengapa Rasul bisa kena Sihir.." ini sebenarnya seperti pertanyaan-pertanyaan ini :
Kenapa dokter bisa sakit..?
Kenapa tukang tambal ban, ban motornya kok bisa kempes..?
Kenapa Master Reiki, juga kok bisa sakit..?
Kenapa Master Hipnoterapi kok juga bisa stress...?
Kenapa seorang pendekar Bela Diri kok masih bisa terluka dan bahkan mati dalam suatu pertempuran..?
dll...

Dalam sudut pandang saya, Perihal yang terjadi pada Rasulullah SAW, itu masuk ke dalam hukum alam yang lain. Yaitu Hukum Konektivitas atau Quantum Kontak, yang mana ketika Rasululullah semakin menguat Rasa Kasih dan sayangnya kepada Umat, maka kontak batin antara beliau dengan umat juga semakin besar....

Jembatan Emosi inilah yang terkadang bisa dijadikan jembatan untuk mengirim energi negatif..

Karena Cinta Kasih kepada Manusia itu juga termasuk Vibrasi Keduniawian... Dan Rasulullah SAW adalah juga manusia biasa yang mempunyai rasa kemanusiaan dan kemelekatan pada duniawi...

Dalam hal ini, yang perlu di ingat adalah bahwa Rasulullah SAW juga individu yang berproses dalam Tazkiyatun Nufus atau menghilangkan kemelekatan di dalam dirinya... Berproses menuju derajad Insan Kamil..

Dan peristiwa sihir yang mengenai Rasulullah SAW itu adalah merupakan suatu proses pembelajaran bagi beliau...

Begitulah kurang lebihnya sudut pandang menurut saya yang doif ini... selebihnya hanya Allah swt yang mengetahuinya...

Wallahu a'lam..

Apa itu Quantum Kontak, Baca di sini...

FOOTNOTE :
Dari Ibnu Abbas, dia mendengat Umar berkata di atas mimbar, “Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian terlalu berlebih-lebihan kepadaku sebagaimana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan kepada Isa bin Maryam, sesunggunhya aku hanyalah seorang hamba Allah maka katakanlah hamba Allah dan RasulNya” HR Al-Bukhari no 3445, 6830

Perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam “Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba Allah” menunjukan bahwa beliau hanyalah manusia biasa, demikian juga para nabi yang lain. Oleh karena itu para nabi makan, minum, beristri, memiliki keturunan, mereka juga ditimpa dengan penyakit, mereka meninggal, bahkan ada di antara mereka yang dibunuh.

Dalil-dalil yang menunjukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang manusia sangat banyak, di antaranya:

(ُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ﴾ (الكهف: من الآية110)

Katakanlah:"Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku…” (QS 18:110).

(قُلْ سُبْحَانَ رَبِّي هَلْ كُنْتُ إِلَّا بَشَراً رَسُولاً﴾ (الاسراء:93)

Katakanlah:"Maha suci Rabbku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul" (QS. 17:93).

BUKAN AMAL YANG MEMASUKKAN KE SURGA, TETAPI RAHMAT ALLAH!
Menurut Hadits Shahih Muslim Nomor 5042, amal baik maupun amal buruk manusia tidak akan menyelamatkan seseorang dari azab Allah, tetapi Rahmat Allah-lah yang akan menyelamatkan manusia dari azab Allah. Apakah Rahmat itu? Rahmat adalah rasa belas kasihan Allah terhadap makhluk-Nya. Jadi sebagus apapun karateristik manusia, itu tidak akan membuatnya aman dari azab Allah. Hanyalah rahmat (kasih sayang Allah) yang akan menyelamatkan diri manusia dari siksaan Allah -‘Azza wa Jalla-.

Bagaimana persisnya bunyi hadist tersebut? Mari kita amati bunyi haditsnya, yaa akhi / yaa ukhti:
Telah menceritakan kepada kami Salamah bin Syabib, Telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin A’yan, telah menceritakan kepada Ma’qil, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir, dia berkata: Aku mendengar Nabi -Shalallahu ‘alayii wa salam- bersabda: “Tidak seorangpun dari kalian yang dimasukkan ke surga oleh amalnya (perbuatan baiknya), dan tidak juga diselamatkan dari neraka karenanya. Tidak juga aku (Nabi Muhammad SAW), kecuali karena rahmat dari Allah”. (Shahih Muslim, nomor 5042 & Musnad Ahmad, nomor 7271 & Musnad Ahmad, nomor 7980 & Musnad Ahmad, nomor 8703 & Musnad Ahmad, nomor 10205 & Musnad Ahmad, nomor 14700).

Dan berikut ini adalah penjelasannya menurut Syarah Shahih Muslim:
“Masuk surga atau neraka adalah semata-mata wewenang Allah semata. Alam seluruhnya adalah dalam kuasa Allah. sekalipun Dia akan menyiksa orang-orang yang sholeh dan taat atau sebaliknya,Dia akan memasukkan orang jahat atau orang kafir ke surga. Tetapi Allah SWT tidak akan bertindak seperti itu. Dia mengampuni orang-orang yang mukmin dan memasukkannya ke surga dengan rahmat-Nya. Sebaliknya Dia menyiksa orang-orang munafiq dan memasukkannya ke neraka, karena sifat-Nya Yang Maha Adil. Itulah madzhab Ahlussunnah.” (Syarah Nawawi 5: 683).

Secara bahasa:

الرَّحْمة: الرِّقَّةُ والتَّعَطُّفُ

Rahmat artinya adalah: Kelembutan yang berpadu dengan rasa iba (Lihat Lisaanul Arab, Ibnul Mandzur). Atau dengan kata lain Rahmat dapat diartikan dengan Kasih sayang.

Mari kita berjuang untuk mendapatkan Rahmat (Rasa kasih sayang) dari Allah. Rahmat adalah pemberian cuma-cuma. Silahkan antum sekalian memburunya, karena kalau kita tidak mendapatkan belas kasihan (rahmat), pemberian cuma-cuma itu, Rahmat Allah itu, maka kita tidak akan dapat masuk ke jannah. Rasulullah -Shalallahu ‘alaihi wa alihi wassalam- sangat paham akan hal itu.

Rahmat Allah, atau rahmatullah. Ingat jika seseorang bila sudah meninggal dikatakan sudah berpulang ke rahmatullah? Rahmat Allah ada bersama-sama dengan Allah.

Oleh sebab itu, carilah rahmat Allah sebagaimana yang disingkapkan oleh Rasulullah -Shalallahu ‘alaihi wassalam-, sebab amal baik antum tidak akan menjamin antum selamat dari azab Allah serta masuk ke jannah-Nya!!!

Refrensi :
Islam Haq
Firanda.com

Kaji Diri, Tongkat Nabi Musa, & Tongkat Sihir Harry Potter

TONGKAT SIHIR HARRY POTTER VS TONGKAT NABI MUSA

Keduanya adalah tongkat kayu biasa....
Tongkat kayu itu hanya sebagi saluran dari energi yang ada di dalam diri sang manusia..... Jadi bukan tongkat Kayu itu yang luar biasa, yang luar biasa adalah Energi Ilahi yang tersalur kepada sang Manusia, lalu terpancarkan via tongkat kayu tersebut....

Level Energi :
Energi Ilahi ==> Energi Manusia ==> Energi Tongkat

Secara energi, memang bukan sembarang kayu dan benda. Tetapi benda-benda yang mempunyai frekwensi energi yang selaras dengan sang pemilik atau sang pemegang....

Namun sehebat apapun kesaktian sebuah benda, dia hanyalah benda mati, yang akan menjadi hidup jika dan hanya jika dipegang oleh manusia yang mempunyai Daya Hidup...

Maka hidupkan diri sendiri terlebih dahulu...
Ketika diri telah hidup dan dipenuhi daya hidup...
Maka benda mati yang kita pegang akan menjadi hidup....

Kaji diri dulu, sebelum mengkaji alam...
Dengan demikian kita akan menjadi tuan dari alam..
dan bukan menjadi budak dari alam....

Dan...
Hidupkan diri dengan Kesadaran dan Zikrullah.....

RUMUS MENGENAL DIRI

FOKUS MENUJU ALLAH, maka kita akan melewati maqom mengenal diri..
Tetapi bila kita menganggap diri sebagai kebenaran tertinggi, maka kita tidak akan pernah mengenal Allah swt...

Ibarat perjanan dari A menuju titik C, dan sebelum titik C ada titik B. Bila tujuan kita adalah C, maka secara otomatis B akan terlewati, namun bila tujuan kita adalah B, maka kita akan berhenti di B, dan tidak tergerak untuk menuju C.

Sebagaimana saya dulu tidak mengerti dan tidak mengenal apa itu Mind Technology, hipnosis, NLP, dll...

Namun ketika saya tergabung dalam komunitas Tarekat yg inti amalannya adalah Zikrullah...

Maka Tuhan mengajarkan kepada saya sebuah cara untuk mengenal diri melalui media Mind Technology....

Apakah setiap salik harus melalui Mind Technology..?
Tentu tidak, ada banyak jalan menuju Roma. Dan ada banyak jalan bagi Tuhan memperkenalkan diriNya pada hambaNya...

Apakah asma Allah adalah Hijab bagi DzatNya..?
Soal menyingkap hijab itu bukan urusan kita, tetapi urusanNya... Urusan kita adalah mengenalNya, dan petunjuk pertama adalah NamaNya... Maka sebut sajalah namaNya... dan Dia akan memperkenalkan diriNya pada kita....

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang LUPA KEPADA ALLAH, lalu Allah menjadikan mereka LUPA kepada DIRI mereka SENDIRI.........” (QS. Al Hasyr: 19)

"Karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepada kalian, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian mengingkari (nikmat)-Ku." (Al-Baqarah:152)

"Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya." (Al-Ahzaab:41)

"Permisalan orang yang berdzikir kepada Allah dengan orang yang tidak berdzikir kepada Allah adalah seperti orang yang HIDUP dan MATI." (HR. Al-Bukhariy no.6407 bersama Fathul Bari 11/208 dan Muslim 1/539 no.779)

Dalam Hadis Qudsi, Allah SWT berfirman, “Siapa yang menyibukkan diri dengan mengingat-Ku, daripada meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberikan kepadanya sesuatu yang lebih baik dari yang diberikan kepada orang yang meminta.” (HR Bukhari).

Minta Sumbangan Ke Pesantren Naqsyabandiyah

Minta Sumbangan Ke Pesantren.? Ah yang bener..? Apa ndak kebalik tuh judul di atas. Biasanya khan yang minta sumbangan itu pesantren. Kok ini ada Oknum yang minta sumbangan ke pesantren..??

Anda tidak salah baca, memang demikianlah adanya. Dulu Surau Sedayu yang merupakan tempat pasulukan tarekat Naqsyabandiyah Kholidiyah di wilayah Gresik tempat saya sinau tasawuf juga kerap di datangi oknum yang datang untuk meminta sumbangan. Dan oleh para pengurus surau, oknum tersebut disambut dengan baik, dan diberi sumbangan. Ya, karena kita ndak mau ribut-ribut. Jadi mengalah itu lebih baik. Padahal uang yang diberikan kepada oknum tersebut sebenarnya adalah uang sumbangan dari jamaah untuk perawatan serta pembangunan surau. Tetapi demi keamanan, yo di ikhlaskan wae...

Hal ini berbeda dengan kejadian yang baru saja terjadi di daerah jawa barat, dimana ada sekelompok warga yang menyerang sebuah pesantren gara-gara tidak diberi sumbangan. Dan ada pula yang berkilah bahwa hal itu dilakukan karena jamaah kurang membaur dengan masyarakat.

Ini adalah suatu kejadian yang Sungguh memprihatinkan... Aneh tapi nyata dan ada...

Kurang Membaur.
Mengapa rata-rata jamah tarekat kurang membaur dengan masyarakat...??? Ya, karena sistem pendidikan di pesantren tarekat itu berbeda dengan sistem pendidikan Islam di pesantren lainnya.

Kegiatan utama sebuah pesantren tarekat yang menggunakan metode Naqsyabandiyah, pada umumnya adalah mendirikan Majelis Zikir. Jadi jamaah yang datang adalah dalam rangka melakukan Zikir secara berjamaah, dan setelah selesai. Maka mereka tidak menetap di pesantren. Tetapi pulang ke rumah masing-masing. Yang mana pada umumnya, para jamaah itu tidak hanya berasal dari warga desa setempat saja. tetapi juga banyak yang berasal dari luar desa. Sedangkan yang tinggal di pesantren biasanya hanyalah beberapa orang saja yang bertugas menjaga serta merawat pesantren. Dan itupun biasanya juga dilakukan secara bergiliran. Dan hanya satu dua orang saja yang menjadi penjaga tetap (Anshor Surau).

Oleh karena itulah, sebuah pesantren Tarekat Yang berbasiskan Metode Naqsyabandiyah. Biasanya kurang membaur dengan masyarakat. Bukan karena meng-exclusive-kan diri, tetapi memang karena tidak ada jamaah yang tinggal menetap di pesantren.

Dan sebenarnya, segala kegiatan yang ada di sebuah pesantren Tarekat. Sudah dilaporkan secara resmi ke pejabat daerah setempat. Dan sudah memperoleh izin untuk melakukan kegiatan...

Jadi bila ada gejolak sosial yang terjadi, saya kira memang itu dipicu oleh satu dua oknum tukang kompor yang sengaja suka mencari-cari masalah. Sebagaimana berita yang ada di bawah ini

Warga di Ciamis Rusak Pesantren Tarekat Naqsabandiyah
VIVAnews - Puluhan warga Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, merusak bangunan Pondok Pesantren Kesepuhan milik jamaah Tarekat Naqsabandiyah, Sabtu, 30 November 2013. Selain merusak tempat ibadah, warga juga merobohkan tembok aula di pesantren itu.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, dari pantauan, kaca-kaca pondok pesantren itu pecah karena dilempari batu oleh warga. Aksi ini dilakukan lantaran warga kesal karena pengurus dan jamaah di pondok pesantren itu tidak mau berbaur dengan warga setempat.

Menurut Utang Tarsono, tokoh masyarakat setempat, kekesalan warga memuncak karena pengurus pesantren asuhan Abah Irfai Nahrowi itu selalu menolak permohonan bantuan yang diajukan warga.

"Warga marah karena sejumlah pemuda yang datang untuk mengajukan permohonan bantuan justru diusir pengurus pesantren," kata Tarsono.

Aksi perusakan terhadap bangunan pesantren Tarekat jamaah Naqsabandiyah yang sudah berdiri selama 14 tahun itu tidak berlangsung lama. Warga menghentikan aksinya setelah tokoh masyarakat setempat menghalau warga.

Saat ini situasi di Kecamatan Cikoneng sudah tenang, sejumlah petugas Kepolisian dan TNI dari Kodim Ciamis masih melakukan penjagaan di sekitar pesantren.

Namun penjagaan diperketat karena dikhawatirkan akan terjadi perusakan susulan oleh warga. Belum ada keterangan resmi dari polisi siapa saja yang diduga terlibat dalam aksi ini.

Source : Viva News

Praktisi Ruqyah Jangan Lebay ya..!!!

Jadi Praktisi Ruqyah Jangan Lebay ya..!!! dikit-dikit jin... Ini kata Ustadz Perdana Akhmad lho... hehehe... ndak percaya..?? Baca tausyiah beliau di bawah ini...

JANGAN BERKHURAFAT WAHAI PRAKTISI QURANIC HEALING
Ada kecendrungan peruqyah yang baru belajar menjadi praktisi ruqyah menganggap semua penyakit karena ulah jin dan sihir. Prilaku ini sama saja dengan dukun yang jika ada seseorang pasien yang datang padanya langsung divonis santet dan kena serangan jin.

Ada kecendrungan peruqyah terlalu mempercayai perkataan jin, padahal sifat jin adalah pembohong, jangan terlalu banyak bercakap-cakap dengan jin hingga melalaikan membaca ayat ruqyah.

Ada kecendrungan peruqyah sangat mengandalkan / ghuluw ayat tertentu ketika meruqyah seolah-olah ayat tersebut mengandung kekuatan, ini adalah perbuatan bid'ah! Seperti untuk orang yg terkena sihir dibacakan ayat tertentu, klo tidak mempan dibacakan ayat tertentu yang lain, klo tidak mempan juga, dibacakan ayat tertentu yang lain (tidak boleh menganggap ayat tertentu kurang kekuatannya dibandingkan ayat lain sebab ayat tidak ada kekuatan apapun kita hanya bisa membaca dan yang menolong adalah Allah). menurut saya hal ini memerlukan pendalilan yang kuat karena klo tidak, sama saja dengan menetapkan perkara baru. sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa "addu'au huwal ibadah", doa itu adalah ibadah. sedangkan yang namanya ibadah itu terikat pada syariat, harus ada dalilnya.

Ada juga kecendrungan peruqyah memfonis perguruan bela diri tertentu memiliki khodam jin. Contohnya perguruan silat, tidak semua perguruan silat itu bekerjasama dengan jin selama latihannya murni beladiri fisik dan tidak melatih ilmu ghoib atau ilmu metafisika. Jangan sampai vonis kita salah alamat hanya karena ada satu praktisi beladiri yang mencampurkan beladirinya dengan tenaga dalam dan akhirnya kerasukan jin yang dihujat adalah perguruan beladirinya. Ini sangat tidak adil dan merupakan bentuk penilaian yang dapat menimbulkan fitnah. Seperti perguruan Pagar Nusa tidaklah berhubungan dengan jin selama murni latihan fisik seperti yang diajarkan salah seorang praktisi Quranic healing Riau yaitu Ustadz Abu Qhois Sidomulyo atau Thifan yang juga banyak praktisinya adalah para quranic healer seperti Selamet Syahril , Ibnu Abdir Rahmàn dkk. Saya perlu mentazkiyah perguran Pagar Nusa dan thifan yang mengajarkan bela diri murni dan tidak melatih tenaga dalam (dath, naht buaian) dari fitnah walaupun memang ada juga perguruan pagar Nusa atau thifan yang mengajarkan ilmu metafisika dan ini oknum saja.

Ada juga kecendrungan peruqyah yang memastikan fenomena alam sebagai ulah jin atau penampakan jin padahal bisa saja itu karena kebetulan belaka atau fenomena alami. Seperti dulu ada perguruan hikmatul Iman yang memfonis penampakan orb ketika dipotret dengan kamera resolusi tinggi adalah salah satu bentuk wujud jin padahal sebetulnya cuma debu atau kabut saja. Sekali lagi ini sikap khurafat yang lebay (berlebih-lebihan).

Wallahu a'lam

Tulisan ini adalah Status Facebook dari Ustadz Perdana Ahmad (Praktisi Quranic Healing) di sini : https://www.facebook.com/perdana.akhmad/posts/10200831991904112

Doa, Mantra, dan Sugesti. Mana Yang Halal..??

Doa, Mantra, dan Sugesti. Mana Yang Halal..?? Dan mana yang haram...???

Pasti anda akan menjawab bahwa Mantra & Sugesti Itu haram. Dan Doa Yang Halal, Betul...???
Maka saya bilang, anda lebay.... deh.... hehehehe...

"Kok. dibilang lebay sih...?" Protes anda... Ya, iyalah itu lebay namanya. Asal menghakimi tanpa meneliti serta menyeldiki terlebih dahulu. Alias asbun, asal bunyi... Mentang-mentang pak ustadz bilang mantra haram, anda langsung mengiyakan, demikian juga mentang-mentang ustadz anda bilang sugesti haram, anda juga langsung saja mengiyakan... Coba kamu tanya ke pak ustadz tersebut, apa sih definisi Doa, Mantra, dan Sugesti..?

Paling-paling bingung juga itu ustadz ngejawabnya, lalu larinya ke dalil... Padahal antara dalil dan pokok bahasannya ndak nyambung.. Lha gimana nyambung, lha wong definisinya aja nggak jelas, kok sudah pasang dalil...

Nah, di Indonesia sangat banyak nih Ustadz lebay macam gini..
Memberi landasan hukum terhadap sesuatu yang dia sendiri tidak mengerti hakikatnya. Dan berdasarkan kata gurunya, yang juga sama tidak mengertinya... Inilah yang disebut ketidak mengertian yang diwariskan turun temurun...

Kenapa saya yakin bahwa si ustad dan juga gurunya yang lebay tersebut sama-sama tidak mengerti..? Ya, karena rata-rata mereka ini hanya mendasarkan pendapatnya pada prasangka belaka dan berdasarkan ilmu yang telah mereka miliki. Padahal ini adalah ilmu baru yang sebenarnya belum pernah mereka pelajari sebelumnya. Kemudian biasanya mereka suka pake rumus generaliassi. Alias semua dianggap sama saja.. Jadi ketika mereka pernah menghadapi suatu kasus dimana mereka bertemu dengan rumus mantra yang batil, maka serta merta mereka menganggap semua mantra adalah batil dan haram. Dan kemudian menyimpulkan bahwa Doa, Mantra, dan Sugesti itu betul-betul suatu hal yang berbeda.

Sesungguhnya sifat yang sedemikian itu sangat jauh dari yang dicontohkan oleh Rasulullah. Dalam suatu riwayat, ketika Rasulullah mengharamkan Ruqyah/Mantra batil. Kemudian ada sahabat yang agak ketakutan, karena kebetulan saja sahabat tersebut mewarisi ilmu Mantra/Ruqyah dari leluhurnya. Ketika sahabat tersebut bertanya kepada Rasulullah. Maka Rasulullah tidak serta merta bilang HARAM... Tidak begitu... Rasulullah meminta sahabat tersebut menunjukkan dulu Mantra yang dimiliki, dan setelah Rasulullah tahu, barulah Rasulullah menilai....

Jadi, ndak asbun bin lebay seperti ustadz zaman sekarang... dikit-dikit haram.. dikit-dikit haram... Haram kok sedikit.... hahahahaha...

Okey, biar tidak dikira asal nulis, berikut ini nih Contoh yang diberikan Rasulullah :

‘Auf bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata:

كُنَّ نَرْقِي فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، كَيْفَ تَرَى فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: اعْرِضُوْا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لاَ بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهِ شِرْكٌ

“Dahulu kami meruqyah di masa jahiliyyah. Lalu kami bertanya: ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang hal itu?’ Beliau menjawab: ‘Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Ruqyah-ruqyah itu tidak mengapa selama tidak mengandung syirik’.” (HR. Muslim no. 2200)

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau berkata:

نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الرُّقَى فَجَاءَ آلُ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالُوا: إِنَّهُ كَانَتْ عِنْدَنَا رُقْيَةٌ نَرْقِي مِنَ الْعَقْرَبِ وَإِنَّكَ نَهَيْتَ عَنِ الرُّقَى. قَالَ: فَعَرَضُوْهَا عَلَيْهِ. فَقَالَ: مَا أَرَى بَأْسًا، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ فَلْيَنْفَعْهُ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala ruqyah. Lalu keluarga ‘Amr bin Hazm datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami dahulu memiliki ruqyah yang kami pakai untuk meruqyah karena (sengatan) kalajengking. Tetapi engkau telah melarang dari semua ruqyah.” Mereka lalu menunjukkan ruqyah itu kepada beliau. Beliau bersabda: “Tidak mengapa, barangsiapa di antara kalian yang mampu memberi kemanfaatan bagi saudaranya, maka hendaknya dia lakukan.” (HR. Muslim no. 2199)

Untuk melihat tulisan yang lebih lengkap, Klik Di sini : RUQYAH

Okey, kita lanjutkan pembahasan mengenai Doa, Mantra, dan Sugesti.

Perhatikan kalimat yang pertama ini :

Owah gingsir sifating urip, kang owah mung katresnanku manjing dadi sawiji sajiwo lan sarogo, kalayan jiwo rogone si……. (sebutkan nama orangnya) anak turune kanjeng nabi adam, ora pisah salawase gesang”.

Faham artinya...??? hehehehe...
Ini mantra berbahasa jawa. Yang dalam aturannya adalah harus di baca 11 kali, dan di ulang sampai tiga kali dalam satu hari. Selama 3 hari berturut-turut.

Dan sekarang perhatikan kalimat yang kedua ini :

"Pergerakan adalah Kekuatan Hukum Alam  Kehidupan, Dan Kekuatan ini menggerakkan Energi Cinta Kasih Yang ada di dalam diriku menyatu dengan jiwa raga dari si...... (menyebut nama yang dituju) Anak turun Baginda Nabi Adam, bersatu untuk seumur hidupku..."

Dan sekarang perhatikan kalimat yang ketiga ini :

"Ya. Allah Tuhan Penguasa Alam semesta. Dengan Sifat Maha Welas dan Asihmu, Satukanlah cinta kasihku dengan si......(Menyebut nama yang dituju) Anak turun Baginda Nabi Adam, bersatu untuk seumur hidup kami.."

Kalimat yang pertama adalah mantra, yang biasanya diberikan oleh para sesepuh jawa, atau oleh para dukun, dan paranormal. Sedangkan kalimat yang kedua adalah Sugesti atau affirmasi, sedangkan yang ketiga adalah Doa.

Nah, Doa, Mantra, dan Sugesti di atas sebenarnya mempunyai makna yang senada. Mantra dalam bahasa jawa, sugesti adalah terjemah dari mantra bahasa jawa ke dalam bahasa indonesia, sedangkan doa adalah gubahan kalimat mantra ke dalam redaksi kalimat doa. Lalu mana yang halal dan mana yang haram...???

Bila redaksi dari kalimat Doa langsung menyebut dengan tegas asma Allah swt, maka redaksi dari kalimat Mantra dan sugesti hanya menyebut Sifat Allah swt yang ada di dalam Sunnatullah saja yang intinya meyakini bahwa ada suatu kekuatan yang lebih tinggi dari kekuatan makhluk. Dan bila yang membaca Mantra dan sugesti tersebut adalah Muslim, maka sudah dapat dipastikan bahwa yang dia maksud dengan kekuatan yang dimaksudkan tentu adalah kekuatan Allah swt.

Sebenarnya terkait Doa, Mantra, dan Sugesti yang membedakan adalah aplikasinya dan kapan digunakannya. Saat berdoa, kita melakukan dengan penuh kerendahan hati karena saat itu kita sedang memohon dan menghadap kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sedangkan saat mengucap mantra ataupun sugesti nuansanya adalah penegasan kepada diri sendiri untuk menumbuhkan keyakinan di dalam hati…. Itulah sebabnya, saat membaca mantra langsung menyebut sifat-sifat Allah swt.

Saat berdoa, fokus kita adalah ke arah vertikal transendental. Untuk terhubung dengan Allah swt. Saat mengucapkan affirmasi, kita mengarahkan kekuatan Daya Ilahiah langsung menuju obyek tujuan. Saat berdoa kita sedang memohon kekuatan dan energi, saat membaca affirmasi atau sugesti kita sedang mengalirkan energi.

Itulah sebenarnya mengenai aplikasi Doa, Mantra, dan Sugesti. Ada bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk saling melengkapi....

Semoga bermanfaat... Wallahu a'lam..

Rahasia Hitungan Huruf Hijaiyah Dalam Wirid & Amalan

Abajadun Hawazun
Tentu anda penasaran, mengapa ijazah suatu amalan wirid tertentu dari para Guru dan Kyai itu kok ada hitungan jumlah tertentu. Ada yang cuman 100 kali, 129 kali, hingga ribuan kali. Lalu bagaimana menghitungnya..? Darimana sumber penghitungannya...? Simak tulisan kali ini. Yang bersumber dari Blog : DEN ARISANDI

Sebenarnya membaca amalan sejenis zikir, shalawat, asma Allah, dan sebagainya tidak dibatasi dengan jumlah-jumlah tertentu, lebih banyak lebih baik, namun sering kita menemukan dalam kitab-kitab ilmu hikmah sejenis senjata mukmin, amalan-amalan tersebut harus dibaca dengan jumlah tertentu, misalnya membaca ya lathif dengan jumlah 129 kali atau membaca bismillah 786 kali dan sebagainya. Dari mana jumlah hitungan tersebut?

Sedikitnya ada lima cara ulama terdahulu menentukan jumlah bacaan satu amalan tertentu:
  1. Memang ada hadits nabi yang menyebutkan jumlahnya
  2. Hitungan ganjil karena “Allah itu ganjil dan suka yang ganjil-ganjil” contohnya 3, 5, 9, 11, dan seterusnya hingga tak terbatas tapi kebanyakan hitungan ganjil ini dipakai hanya untuk amalan yang dibaca dibawah 99 kali saja
  3. Hitungan genap biasanya untuk zikir yang lebih dari seratus, misalnya 100 dan 1000
  4. Menurut satu hakikat tertentu, misalnya karena yang dibaca adalah asmaul husna maka dibaca mengikuti jumlah asmaul husna yaitu 99 kali, atau menurut hari berjalan dalam bulan tertentu, dan sebagainya
  5. Menurut jumlah isi kandungan huruf dalam amalan tersebut. Inilah yang akan kita bahas disini.

Jumlah kandungan huruf maksudnya jumlah atau nilai huruf jika diangkakan. Perlu kita ketahui sebelum ada angka-angka 1, 2, 3 dan seterusnya manusia menggunakan symbol-simbol untuk menentukan satu jumlah tertentu, kita mengenal angka romawi I untuk melambangkan angka 1 atau V untuk melambangkan angka lima, begitu juga yang terjadi dengan huruf-huruf Arab setiap hurufnya mengandung symbol angka.

Susunan huruf Arab diatas disusun bukan berdasarkan kesamaan huruf seperti yang kita kenal atau biasa disebut a ba ta tsa, namun disusun berdasarkan susunan Abjad atau biasa disebut Abjadiyah atau abajadun sebagaimana terlihat diatas.

Menentukan jumlah hitungan satu amalan dengan menentukan jumlah kandungan hurufnya biasanya digunakan untuk amalan yang dibaca dengan jumlah banyak, biasanya diatas 99 kali dan paling banyak digunakan untuk zikir Asmaul Husna.

Menghitung Jumlah Kandungan Huruf
Kita contohkan dengan asma Allah Al Lathif, biasanya kita dianjurkan untuk membaca Ya Lathif sebanyak 129 kali, jumlah tersebut diambil dari kandungan huruf dalam kata LATHIF. Tuliisan Arabnya: لطيف

ف ي ط ل
80 10 9 30

Jumlah =129

Contoh lainnya pada amalan yang biasa dibaca pada malan nisfu sya`ban yaitu ”la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazzhalimin” yang dibaca sebanyak 2375 kali. Tulisan Arabnya:

لَّا إلَهَ إِلَّآ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Mari kita hitung, dengan ketentuan huruf dobel (syaddah) dihitung satu saja, dalam bacaan diatas kata ILLA dan INNI. Mari kita mulai:

ل = 30
ا = 1
إ = 1
لَ = 30
ا = 1
هَ = 5
إ = 1
لَ = 30
ا = 1
ا = 1
نْ = 50
تَ = 400
سُ = 60
بْ = 2
ح = 8
ا = 1
ن = 50
كَ = 20
إ = 1
ن = 50
ي = 10
ك = 20
ن = 50
ت = 400
م = 40
ن = 50
ا = 1
ل = 30
ظّ = 900
ا = 1
ل = 30
م = 40
ي = 10
ن = 50
Jumlah= 2375

Beberapa contoh lain:
Kaidah Abjadiyah - Kandungan Angka Dalam Bismillahirrahmanirrahim
Kaidah Abjadiyah - Kandungan Angka Dalam La Ilaha illa Allah
Kaidah Abjadiyah - Kandungan Angka Dalam Hasbunallah Wani`mal wakil

Demikianlah sedikit ulasan mengenai Kaidah Abjadiyah, atau Abajadun Hawazun. Semoga bermanfaat untuk anda semua. Salam..

50 CIRI GANGGUAN SIHIR/JIN DALAM TUBUH

Setiap Tradisi terapi pada umumnya mempunyai ciri khas Therapeutic Framework atau kerangka kerja terapiutik yang berbeda dengan Tradisi terapi lainnya. Dalam tulisan kali ini saya suguhkan FrameWork dari tradisi Ruqyah Syar'iyah dalam mengenali penyebab gangguan penyakit yang diderita seseorang.

Sebagaimana telah kita ketahui bersama, bahwa Pilar kerangka kerja Ruqyah adalah berporoskan pada Mindset bahwa hampir semua gangguan kesehatan itu adalah akibat adanya pengaruh jahat dari  Jin, Setan, dan sihir yang mempengaruhi medan energi serta Kesadaran Quantum seseorang (Mind, Body, & Soul). Dan solusi untuk mengatasi gangguan tersebut adalah dengan melakukan Terapi Suara dengan membacakan Ayat-ayat dari Al-Quran.

Terlepas dari apapun keyakinan dan kepercayaan anda. Ini adalah suatu pengetahuan yang cukup layak untuk dihormati dan dihargai untuk menambah wawasan kita semua.

Dan berikut ini adalah 50 CIRI GANGGUAN SIHIR/JIN DALAM TUBUH yang saya cuplikkan dari QURANIC HEALING COMMUNITY, semoga bermanfaat untuk anda semua

ads

Sebelum kita melakukan ruqyah mandiri, kita akan meluangkan waktu untuk menganalisa diri kita. Apakah dalam tubuh kita ada gangguan jin atau memang penyakit medis belaka. Berikut ini adalah 50 ciri-ciri seseorang yang terkena gangguan jin dan sihir, jika ada 5 point saja maka sudah layak untuk melakukan ruqyah mandiri atau minta diruqyah.
  1. Emosi yang tinggi dan sulit dikendalikan. Semisal seorang istri membantah suami atau anak membantah sama ibu dengan sorot mata yang aneh atau suami yang sering memaki istri karena hal kecil.
  2. Sering ragu, was-was, ketakutan tanpa sebab yang jelas dihampir semua aktifitas.
  3. Adanya dorongan kuat untuk melakukan perbuatan maksiat yang berulang-ulang disertai kemalasan dan kelesuan luarbiasa untuk melakukan aktifitas shalat dan ibadah lain.
  4. Sulit khusyuk dalam mengerjakan sholat, dan jika mampu mendirikan shalat maka sering lupa rakaatnya secara berulang-ulang.
  5. Sesak nafas dan ngantuk berat saat membaca Al Quran (tidak bisa baca lebih dari 30 ayat atau tenggorokan yang terhenti sama sekali, bahkan tertidur saat baru buka mushaf).
  6. Melemahnya hati, minder, suka menghayal/melamun, menyendiri dan mengurung diri dikamar secara berlebihan atau mengasingkan diri dari kehidupan sosial.
  7. Cepat lesu dan merasa capai, juga ngantuk saat dalam aktifitas kerja.
  8. Sulit konsentrasi atau fokus pada sebuah tujuan, sering gagal, dan terganggu fikiran.
  9. Merasakan sakit yang tidak kunjung sembuh; semisal pusing dikepala, mendengung ditelinga, pegal di bahu, belikat dan paha, sakit gigi, mata, tenggorokan, lambung dan dada sesak tanpa sebab yang jelas.
  10. Memandang remeh kegiatan ibadah dan lupa atau malas dzikrullah.
  11. Depresi tingkat tinggi dan pikiran linglung.
  12. Sering merasa sedih secara tiba-tiba hingga menangis tanpa sebab, jantung berdebar-debar keras.
  13. Sering kesurupan baik separuh ingatan atau secara total.
  14. Sering mendengar bisikan memanggil namanya sendiri, merasa ada yang mengajak bicara, mendengar bisikan menyuruh sesuatu kejahatan semisal; membunuh,memperkosa, memukul, meloncat dari tempat yang tinggi,terjun kesungai atau jurang, menabrakan diri dll.
  15. Paranoid dan cemas, merasa bersalah terus, merasa ada yang mengikuti, mengejar dan mengancam akan membunuh.
  16. Sering mencium bau – bauan wangi, bau kembang atau dupa, bau anyir atau busuk (bangkai) yang tidak terlihat sumber baunya.
  17. Pusing berlebih (vertigo) dan melihat benda benda seakan bergerak, berputar, terbalik , miring dan lain sebagainya.
  18. Sering melakukan tindakan-tindakan aneh tanpa disadari atau diluar kendali atau seperti ada yang mengendalikan dan tidak bisa menahan dalam kondisi sadar sekalipun.
  19. Memiliki kemampuan supernatural semisal tiba-tiba dapat meramal, menerawang, membaca fikiran orang lain atau mengetahui peristiwa yang akan terjadi.
  20. Melihat atau “merasakan” keberadaan mahluk halus baik sekilas atau jelas.
  21. Rasa sakit disalah satu anggota badan yang tidak terdeteksi dokter atau sakit menahun yang tidak ditemukan solusinya dalam dunia medis
  22. Sering tertawa sendiri, semisal melihat mahluk lucu yang tidak dilihat orang lain.
  23. Susah tidur (insomnia), gelisah, cemas dan sering terbangun dimalam hari. Dalam kondisi akut biasanya baru bisa tidur jam 3 pagi atau tidak tidur sama-sekali berhari-hari.
  24. Susah bangun dan banyak tidur sehingga tidak bisa melakukan ibadah dan aktifitas yang diinginkan.
  25. Tindihan (mimpi seakan akan dihimpit benda yang berat dan sulit untuk melepaskan diri dari himpitan tersebut) atau mimpi melihat sesuatu yang mengancam dan menakutkan, seperti ingin berteriak minta tolong namun mulut seperti terkunci
  26. Mimpi melihat sesuatu yang mengerikan atau melihat berbagai binatang menyeramkan semisal ular, serigala, tikus besar, harimau dll.
  27. Sering ngigau, tertawa, menangis, berteriak, mengomel, merintih atau bahkan jalan-jalan pada saat tidur (kondisi mata tertutup).
  28. Mimpi seolah-olah jatuh dari tempat yang tinggi dansemua yang berkaitan dengan tempat tinggi; seperti mendaki tempat yang tinggi.
  29. Semua mimpi tentang kuburan; melihat kuburan, melihat proses penguburan, menguburkan, dikuburkan, atau duduk-duduk dikuburan, tempat sampah atau jalan dan lingkungan yang seram dan mengerikan.
  30. Mimpi melihat orang yang aneh seperti tinggi sekali, pendek sekali, putih sekali atau hitam sekali.
  31. Mendengkur dengan keras (seperti harimau, dsb).
  32. Mimpi bertemu dengan orang yang sama (laki/perempuan) berkali-kali dan ingin bertemu dengan orang yang dimimpikan tersebut.
  33. Mimpi melihat atau bertemu keluarga yang sudah meninggal, melihat mayat, mimpi mati, mimpi berbicara dengan orang yang mati dan semua mimpi yang berhubungan dengan kematian.
  34. Mimpi melihat suatu peristiwa dan keesokan harinya mengalami peristiwa persis seperti yang dialami dalam mimpi tersebut.
  35. Gejala tipes; tubuh seperti terbakar atau terpanggang api panas namun ketika dicek dengan termometer temperatur tubuh normal.
  36. Peristiwa kecelakaan kendaraan, ngantuk dijalan atau bahkan menggerakan tangan manusia yang dirasukinya hingga terjadi kecelakaan saat mau pergi dakwah atau pergi untuk kebaikan. Hal ini sering terjadi saat orang mau pergi ke peruqyah atau belajar ruqyah.
  37. Impotensi; sering terjadi pada mantan praktisi ilmu hitam semisal dukun, berbagai praktisi ilmu tenaga dalam, praktisi ilmu kebatihan, senam pernafasan, khodam amalan wirid overdosis (ribuan/malam), ilmu laduni instant, susuk, aktivasi otak tengah (aktivasi jin), pernah ikut tarekat yang disertai dengan bai'at dan pengisian, pernah mengamalkan wirid aneh seperti nurbuat, pernah berpuasa aneh (puasa 7 hari 7 malam, puasa mutih dll), meliki jimat/keris dll. Atau kelainan tubuh terjadi karena kedzaliman jin baik karena disuruh penyihir atau maksud tertentu dari jin.
  38. Mandul; jin bersarang di dalam rahim atau menghalangi sel telur yang masuk ke rahim, atau bahkan sampai merusak setiap janin yang sudah jadi.
  39. Kista/Mium; penyakit ini sudah lama menjadi misteri di dunia kedokteran. Kadang sembuh dengan mengangkatnya, dan kadang sebaliknya. Untuk membedakan penyakit kista medis atau sihir, kita bisa membacakan ayat ruqyah ditangan dan meletakannya di perut. Jika terasa hangat atau panas, maka geser keatas. Jika penyakit pindah maka itu adalah kista dari sihir.
  40. VicTor (Fikiran Kotor); jin bersarang di mata laki-laki, dan mengendalikannya saat memandang lawan jenis hingga tidak berkedip. Kadang jin bersarang dikemaluan (laki-laki) dan dada (berupa hawa panas, bagi perempuan) dan membuat fikirannya kotor saat melihat lawan jenisnya.
  41. Struk Ringan (tidak bisa berdiri saat mau shalat) atau tidak bisa melakukan gerakan tertentu dalam shalat).
  42. Hypertensi, Jantung Bocor, Paru Basah, Batuk Menahun, Kolesterol, Asam Urat, Pengapuran dan penyakit lain yang tidak kunjung sembuh. Hal ini bisa disebabkan secara medis atau sihir, untuk membedakannya cukup bacakan surah al fatihah dan tiupkan ke tangan lalu letakan ditempat yang sakit. Jika terjadi rasa panas atau bertambah sakit maka itu adalah sihir.
  43. Jomblo Menahun; sulit menikah, sulit dapat jodohnyang cocok, tidak mau menikah, atau selalu melihat calon suami/istri tiba-tiba menjadi mengerikan hingga akad yang direncanakan bubar.
  44. Kedutan disebagian atau seluruh tubuh dengan frekwensi yang mengganggu.
  45. Eksim, atau gatal yang lebih ringan dari itu yang tidak sembuh-sembuh. 
  46. Anak yang hyperaktif dan sangat nakal, bertenaga super saat marah, susah dibangunkan shalat dan tidak mau belajar mengaji dan pembantah dengan sorot mata aneh.
  47. Anak indigo; sering bngobrol sendiri dan mengaku memiliki teman ghaib atau memiliki kemampuan indra ke-18 (mampu melihat jelmaan mahluk halus).
  48. Sindikat kristenisasi ghaib terstruktur dan terorganisir [ditemukan pertama kali dipalembang, berpusat di gereja katedral jakarta dan berpusat di Vatikan]. Hati-hati dengan buku-buku kristologi dan pastur-pastur liar yang membagikan sesuatu. Juga hati-hati dengan rumahsakit- sakit yang menjadi markas mereka.
  49. Diperkosa Jin. Mimpi didatangi laki-laki dalam bentuk bayangan hitam atau bentuk aneh (menyerupai mahluk alien, mahluk alien dll).
  50. Peristiwa hilangnya bayi dalam kandungan
Untuk Tekhnik Ruqyah Mandiri, Silahkan dipelajari di RUQYAH MANDIRI TRAINING GRATIS.

Back To Top