Menata Hati, Mengukir Nasib.

Nabi Muhammad SAW Kena Sihir / Santet

Nabi Muhammad SAW Kena Sihir / Santet

Mengapa Santet/Sihr Bekerja..???

Pertama, Karena "Pikiran Bawah Sadar" anda percaya akan kekuatannya.
Kedua, Karena Vibrasi anda bergetar di Zona Force atau Zona Kegelapan...

Penjelasan :
Mengenai landasan yang pertama, ini adalah terkait dengan keyakinan serta kepercayaan yang ada di alam bawah sadar, jadi mulut anda boleh saja ngomong tidak percaya, tetapi belum tentu dengan hati dan perasaan anda.

Sedangkan mengenai landasan kedua yaitu Vibrasi, saat aura anda bergetar dalam vibrasi Force, maka aura anda menjadi gelap, hitam, dan kasar, dengan demikian entitas-entitas dari dunia kegelapan akan dapat terhubung dengan anda. Dan di saat itu pula kekuatan hitam pun dapat dikirimkan kepada anda.

Itulah sebabnya, para penyihir akan berusaha memprovokasi emosi anda untuk terjebak ke dalam emosi negatif. Misalnya : Panik, dendam, marah, benci, sakit hati, kecewa, ketakutan, dll...

Dan ketika emosi anda terjebak dalam vibrasi Force, maka pintu santet telah terbuka...


Nabi Muhammad SAW Kena Sihir / Santet

Tanya :
Bagaimana dg rosululloh yg pernah kena sihir,berarti vibrasi beliau bergetar dalam zona kegelapan???

Jawab :

Pertanyaan.."Mengapa Rasul bisa kena Sihir.." ini sebenarnya seperti pertanyaan-pertanyaan ini :
Kenapa dokter bisa sakit..?
Kenapa tukang tambal ban, ban motornya kok bisa kempes..?
Kenapa Master Reiki, juga kok bisa sakit..?
Kenapa Master Hipnoterapi kok juga bisa stress...?
Kenapa seorang pendekar Bela Diri kok masih bisa terluka dan bahkan mati dalam suatu pertempuran..?
dll...

Dalam sudut pandang saya, Perihal yang terjadi pada Rasulullah SAW, itu masuk ke dalam hukum alam yang lain. Yaitu Hukum Konektivitas atau Quantum Kontak, yang mana ketika Rasululullah semakin menguat Rasa Kasih dan sayangnya kepada Umat, maka kontak batin antara beliau dengan umat juga semakin besar....

Jembatan Emosi inilah yang terkadang bisa dijadikan jembatan untuk mengirim energi negatif..

Karena Cinta Kasih kepada Manusia itu juga termasuk Vibrasi Keduniawian... Dan Rasulullah SAW adalah juga manusia biasa yang mempunyai rasa kemanusiaan dan kemelekatan pada duniawi...

Dalam hal ini, yang perlu di ingat adalah bahwa Rasulullah SAW juga individu yang berproses dalam Tazkiyatun Nufus atau menghilangkan kemelekatan di dalam dirinya... Berproses menuju derajad Insan Kamil..

Dan peristiwa sihir yang mengenai Rasulullah SAW itu adalah merupakan suatu proses pembelajaran bagi beliau...

Begitulah kurang lebihnya sudut pandang menurut saya yang doif ini... selebihnya hanya Allah swt yang mengetahuinya...

Wallahu a'lam..

Apa itu Quantum Kontak, Baca di sini...

FOOTNOTE :
Dari Ibnu Abbas, dia mendengat Umar berkata di atas mimbar, “Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian terlalu berlebih-lebihan kepadaku sebagaimana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan kepada Isa bin Maryam, sesunggunhya aku hanyalah seorang hamba Allah maka katakanlah hamba Allah dan RasulNya” HR Al-Bukhari no 3445, 6830

Perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam “Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba Allah” menunjukan bahwa beliau hanyalah manusia biasa, demikian juga para nabi yang lain. Oleh karena itu para nabi makan, minum, beristri, memiliki keturunan, mereka juga ditimpa dengan penyakit, mereka meninggal, bahkan ada di antara mereka yang dibunuh.

Dalil-dalil yang menunjukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang manusia sangat banyak, di antaranya:

(ُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ﴾ (الكهف: من الآية110)

Katakanlah:"Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku…” (QS 18:110).

(قُلْ سُبْحَانَ رَبِّي هَلْ كُنْتُ إِلَّا بَشَراً رَسُولاً﴾ (الاسراء:93)

Katakanlah:"Maha suci Rabbku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul" (QS. 17:93).

BUKAN AMAL YANG MEMASUKKAN KE SURGA, TETAPI RAHMAT ALLAH!
Menurut Hadits Shahih Muslim Nomor 5042, amal baik maupun amal buruk manusia tidak akan menyelamatkan seseorang dari azab Allah, tetapi Rahmat Allah-lah yang akan menyelamatkan manusia dari azab Allah. Apakah Rahmat itu? Rahmat adalah rasa belas kasihan Allah terhadap makhluk-Nya. Jadi sebagus apapun karateristik manusia, itu tidak akan membuatnya aman dari azab Allah. Hanyalah rahmat (kasih sayang Allah) yang akan menyelamatkan diri manusia dari siksaan Allah -‘Azza wa Jalla-.

Bagaimana persisnya bunyi hadist tersebut? Mari kita amati bunyi haditsnya, yaa akhi / yaa ukhti:
Telah menceritakan kepada kami Salamah bin Syabib, Telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin A’yan, telah menceritakan kepada Ma’qil, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir, dia berkata: Aku mendengar Nabi -Shalallahu ‘alayii wa salam- bersabda: “Tidak seorangpun dari kalian yang dimasukkan ke surga oleh amalnya (perbuatan baiknya), dan tidak juga diselamatkan dari neraka karenanya. Tidak juga aku (Nabi Muhammad SAW), kecuali karena rahmat dari Allah”. (Shahih Muslim, nomor 5042 & Musnad Ahmad, nomor 7271 & Musnad Ahmad, nomor 7980 & Musnad Ahmad, nomor 8703 & Musnad Ahmad, nomor 10205 & Musnad Ahmad, nomor 14700).

Dan berikut ini adalah penjelasannya menurut Syarah Shahih Muslim:
“Masuk surga atau neraka adalah semata-mata wewenang Allah semata. Alam seluruhnya adalah dalam kuasa Allah. sekalipun Dia akan menyiksa orang-orang yang sholeh dan taat atau sebaliknya,Dia akan memasukkan orang jahat atau orang kafir ke surga. Tetapi Allah SWT tidak akan bertindak seperti itu. Dia mengampuni orang-orang yang mukmin dan memasukkannya ke surga dengan rahmat-Nya. Sebaliknya Dia menyiksa orang-orang munafiq dan memasukkannya ke neraka, karena sifat-Nya Yang Maha Adil. Itulah madzhab Ahlussunnah.” (Syarah Nawawi 5: 683).

Secara bahasa:

الرَّحْمة: الرِّقَّةُ والتَّعَطُّفُ

Rahmat artinya adalah: Kelembutan yang berpadu dengan rasa iba (Lihat Lisaanul Arab, Ibnul Mandzur). Atau dengan kata lain Rahmat dapat diartikan dengan Kasih sayang.

Mari kita berjuang untuk mendapatkan Rahmat (Rasa kasih sayang) dari Allah. Rahmat adalah pemberian cuma-cuma. Silahkan antum sekalian memburunya, karena kalau kita tidak mendapatkan belas kasihan (rahmat), pemberian cuma-cuma itu, Rahmat Allah itu, maka kita tidak akan dapat masuk ke jannah. Rasulullah -Shalallahu ‘alaihi wa alihi wassalam- sangat paham akan hal itu.

Rahmat Allah, atau rahmatullah. Ingat jika seseorang bila sudah meninggal dikatakan sudah berpulang ke rahmatullah? Rahmat Allah ada bersama-sama dengan Allah.

Oleh sebab itu, carilah rahmat Allah sebagaimana yang disingkapkan oleh Rasulullah -Shalallahu ‘alaihi wassalam-, sebab amal baik antum tidak akan menjamin antum selamat dari azab Allah serta masuk ke jannah-Nya!!!

Refrensi :
Islam Haq
Firanda.com
ads
Labels: Ruqyah

Thanks for reading Nabi Muhammad SAW Kena Sihir / Santet. Please share...!

0 Comment for "Nabi Muhammad SAW Kena Sihir / Santet"

Back To Top