Menata Hati, Mengukir Nasib.

NAQS DNA Bukanlah Tarekat

Assalamu 'Alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh..

Sahabat, di dunia ini selain Nabi & Rasul Tuhan. Maka tak ada satu orangpun yang menyampaikan sebuah kebenaran yang Mutlak benar. Semua kebenaran itu bersifat "RELATIF", tergantung dengan Dimensi Ruang & Waktu/Masa/Zaman, Tempat, Tatanan & hukum yang berlaku di masyarakat serta lingkungan. Bahkan kebenaran Rumus Ilmu-ilmu Fisikapun tidaklah mutlak, karena selalu ada penemuan terbaru yang menyempurnakan dan menganulir rumus-rumus yang lama....

Oleh karena itu sahabat, walaupun saya dengan NAQS DNA membawa sebuah pemahaman baru mengenai pembelajaran ilmu spiritual. Saya tidak pernah menganggap bahwa saya adalah yg paling benar, Karena saya sendiripun masih terus menerus belajar menimba ilmu & kebijaksanaan dari Tuhan dalam kehidupan ini. Karena bagi saya KEBENARAN YANG MUTLAK itu bukanlah yang sekarang saya teriakkan. Namun KEBENARAN YANG MUTLAK itu terjadi di saat saya mengalami sakaratul maut, masihkah kalimat LAA ILAHA ILlALLAH itu melekat erat di hati, fikiran, & jiwa saya. Dan berpulang ke haribaan ilahi robby dengan tetap membawa Islam & Iman, Itulah saat yg terpenting buat saya....

Banyak kisah yang menyebutkan, bagaimana seorang pelacur & pembunuh di akhir hayatnya memperoleh hidayah Allah swt dan akhirnya memperoleh pengampunan dan masuk surga. Dan banyak juga seorang Haji, Ustadz, Kyai, bahkan Wali sekelas Barshesho, yang ketika ada muridnya datang berguru padanya dengan jalan kaki, dan pulang bisa terbang. Namun di akhir hayatnya mereka mengikuti jalan syetan dan akhirnya masuk neraka....

Walaupun background latar belakang saya dari tarekat, namun Majelis Nurul Qolbi Sirrullah NAQS DNA bukanlah tarekat, NAQS DNA merupakan majelis PRA TAREKAT yang mengenalkan dasar-dasar tarekat kepada masyarakat yaitu dengan menggiatkan, mensyi'arkan, & membudayakan masyarakat yang gemar berzikrullah.

Dan bagi masyarakat ataupun siswa NAQS DNA yg ingin mendalami tasawuf & tarekat, maka kami akan dengan senang hati memberikan kebebasan kepada mereka untuk memilih tarekat mana yang mereka sukai, kami hanya sekedar memberikan wawasan kepada mereka mengenai tarekat yang muktabaroh. Yaitu tarekat yang silsilahnya sambung secara tegak lurus hingga ke Rasulullah saw........

Namun bagi siswa yang tidak berminat mendalami Tasawuf & Tarekat, itu juga tidak mengapa. Dan kami juga tidak akan memaksa siswa tersebut agar mengikuti suatu tarekat. Karena walau dia tidak bergabung dengan tarekat, sebagai Muslim dia telah memperoleh haknya sebagai umat Islam secara lengkap, Yaitu Cahaya (Cahaya ini bisa disebut sebagai Cahaya Wasilah, Nur Muhammad, Al-Furqon, dll), Kitab Al-Quran, & Sunnah Rasul. Tinggal selanjutnya adalah bagaimana dia meningkatkan keimanan dan ketakwaannya di hadapan Allah swt... Apakah berjalan secara mandiri, ataukah dalam tuntunan NAQS DNA, ataukah bergabung dengan Tarekat. Itu adalah pilihan siswa itu sendiri yang akan dia pertanggung jawabkan di akherat nanti..

Rasulullah bersabda :
"Aku tinggalkan buat kalian dua hal, yang jika kalian pegang teguh kepada keduanya, niscaya kalian tidak akan tersesat selamanya, yaitu Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya" (HR. Malik)

Allah swt berfirman :
“Sesungguhnya telah datang kepada kamu dari Allah, cahaya dan kitab yang menerangkan”. (QS. Al-Maaidah, ayat 15)

"Tetapi Kami menjadikan Al Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami." (QS-Asy Syuura 42; 52)

"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang- orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa." (QS. Yunus : 62-63).

“Ketahuilah, sungguh para kekasihnya itu adalah orang-orang yang takwa” (Al-Anfal 8:34)

"Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."(QS, Al-Hujarat:13)

“Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar “ (Yunus:64).

Hubungan Guru & Murid

مَنْ يَهْدِ اللهُ فَهُوَالْمُهْتَدِ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًَّا مُرْشِيْدًَا

"Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya." (QS Al-Kahfi :17)

“Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah; yaitu nabi-nabi, para shiddiqin, syuhada dan orang-orang yang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. 4:69)

Sahabat, Ada satu hal yang perlu di ingat, yaitu ketika seseorang sudah mengakui dan mengatakan seseorang secara terbuka ataupun diam-diam sebagai Gurunya. Dan Sang Guru juga sudah mengakui dan menerima seseorang menjadi muridnya. Maka sudah berlaku hubungan dan adab berguru di sini. Guru bertugas membina murid sesuai dengan spesialisasi keilmuannya, dan murid wajib untuk mematuhi pelajaran tersebut.... Guru mengasihi murid, dan murid menghormati guru....

Guru spiritual adalah guru yang berspesialisasi mengajarkan mengenai obatnya hati dan dia bertugas untuk memperbaiki kondisi kesehatan hati muridnya. Oleh karena itu, sang murid harus rela untuk digembleng agar memperoleh peningkatan kualitas & kesehatan hatinya....

Adakalanya dalam membersihkan penyakit hati siswa yang parah dan kronis, seorang guru memberikan sikat hati yg agak keras untuk membersihkan kekotoran hati muridnya tersebut...

Nah, dalam hal ini seorang murid haruslah rela dirinya diperbaiki oleh sang guru... Dan jangan ada Hati yg tersinggung ataupun memendam perasaan marah & dendam yg berkepanjangan ketika ditegur guru.........

Oleh karena itu sahabat, sebelum lisan kita menyatakan dan mengangkat orang lain menjadi gurunya. Kita harus jujur kepada diri sendiri, sudah relakah kita dipimpin oleh orang tersebut.....

Mari kita JUJUR dalam berkata-kata.......... Karena semua itu ada pertanggungan jawabnya.

Sebagai Guru NAQS DNA, saya nanti juga akan dimintai pertanggungan jawab di sidang akherat nanti.... Oleh karena itu saya akan berusaha secara maksimal sesuai kemampuan saya dalam memberikan bimbingan & tuntunan kepada siswa NAQS DNA dalam kapasitas saya sesuai dengan tugas dan kewajiban saya sebagai guru NAQS DNA.

Oleh karena itu bagi siswa NAQS DNA, sebelum kalian mengangkat saya sebagai Guru NAQS DNA kalian. Relakah kalian semua saya pimpin sesuai dengan keilmuan NAQS DNA...?? Jujurlah pada diri sendiri...

Allah swt berfirman :
"Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya..." (Al Isra:36)

Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kamu bersama orang yang benar [jujur]“ (QS. at-Taubah:119) ,

dalam ayat yang lain,
“Agar Allah memberikan balasan kepada yang jujur karena kejujurannya dan mengazab orang munafiq jika ia menghendakinya.” (QS. al-ahzab: 24)

Syaikh al-utsaimin rahimahullah berkata, “Itu semua menunjukkan bahwasanya kejujuran adalah perkara yang mulia dan akan mendapat balasan dari Allah, oleh karenanya wajiblah bagi kita untuk jujur, terbuka dan tidak menyembunyikan sesuatu karena basa-basi atau berdebat”

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hendaklah kalian berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran menghantarkan kepada kebaikan,dan sesungguhnya kebaikan menghantarkan kepada surga, dan apabila seseorang senantiasa berlaku jujur niscaya ia di tulis di sisi Allah Ta’ala sebagai seorang yang jujur, dan janganlah kalian berdusta karena sesungguhnya dusta menghantarkan kepada kejelekan, dan sesungguhnya kejelekan menghantarkan kepeda neraka, dan apabila seseorang senantiasa berlaku dusta niscaya ia di tulis di sisi Allah Ta’ala sebagai seorang pendusta.” (Muttafaqun ‘alaih).

Lantas apakah hakekat kejujuran..? Syaikh al-utsaimin rahimahullah berkata, “Jujur adalah, selarasnya khabar dengan realita, baik berupa perkataan atau perbuatan.”

Oleh karenanya kita katakan, apabila khabar (perkataan) selaras dengan kenyataan maka itulah kejujuran dengan llisan, dan apabila perbuatan badan selaras dengan hati maka itulah kejujuran dengan perbuatan.

Kesimpulan : JUJUR & LURUS itu adalah selarasnya HATI, FIKIRAN, LISAN, & PERBUATAN.... Dan JUJUR dalah modal dasar untuk sukses dalam menuntut ilmu dan dalam segala bidang kehidupan.......

Sahabat, Semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan menuntun kita di atas jalan yang lurus. Sehingga ketika saat itu tiba, kita dapat meninggalkan dunia ini dan kembali keharibaan Tuhan dalam keadaan Khusnul Khotimah. Amin.....

Wassalamu 'Alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh..
ads
Labels: Bakti, Tasawuf

Thanks for reading NAQS DNA Bukanlah Tarekat. Please share...!

0 Comment for "NAQS DNA Bukanlah Tarekat"

Back To Top