Selasa, 23 Oktober 2012

Hu Spirit of Graviton Qi

Graviton Qi merupakan simbol energi yang diambilkan dari huruf hijaiyah HA. Yang menurut sayyidina Ali RA terkait dengan Asmaul Husna Al Hadiiy.

AL HAADIY (yang Maha Memberi Petunjuk)

Dikatakan bahwa makna Al Hadi itu ialah Dia yang menunjuki hamba-hamba pilihan-Nya kepada makrifat Dzat-Nya. Dan menunjuki hamba-hamba-Nya yang awam kepada makhluk-makhluk ciptaan-Nya sehingga dengannya mereka dapat menyaksikan Dzat-Nya. Dan memberi petunjuk setiap makhluk kepada apa-apa yang mesti mereka lakukan dalam memenuhi kebutuhannya, seperti memberi petunjuk kepada bayi untuk mengisap tetek ibunya guna mendapat susu, menunjuki anak ayam untuk mematuk biji-bijian ketika keluarnya, dan memberi petunjuk kepada kumbang untuk membangun rumahnya, dan lain-lain.

Khasiatnya
Ism ini berkhasiat memberi petunjuk kepada hati orang yang berzikir dengannya. Dan barangsiapa berzikir dengannya, maka ia akan dianugerahi kedudukan untuk menguasai umat dengan hak. Mempunyai kharisma serta kewibawaan yang sangat kuat, disegani oleh lawan ataupun kawan. Dan dirinya menjadi pusat perhatian dan dikasihi oleh umat manusia. Serta meningkatkan daya naluri & intuisinya.

Everything is energy...

Bahkan benda yang kau sebut sebagai benda mati, dia tidaklah mati....

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang kamu kerjakan.” Qs. Al-Naml (27) : 88.

Bahr Al Qudrah [Samudera Kehendak]
Tubuh kita dan segala benda-benda, air yang kita teguk dan udara yang kita hirup, segala yang kita lihat sentuh dan rasakan, padat cair dan gas, semuanya terbangun dari atom-atom. Kita semua sudah tahu itu. Meski atom bukanlah elemen terkecil dari benda-benda, sebagaimana telah ditunjukkan oleh para ahli fisika kuantum, mari kita batasi perjalanan kita hanya sampai di atom ini. Inti atom (nucleus) merupakan pusat atom. Seberapa besar inti atom ini? Jika kita perbesar ukuran sebiji atom menjadi sebesar bola berdiameter 200 meter, maka besarnya inti atom adalah sebesar sebutir debu di pusatnya.

Hebatnya, sebutir debu ini membawa 99,95% massa atom seluruhnya yang dipadatkan oleh strong nuclear force ke dalam partikel proton. Sementara elektron-elektron sangatlah ringan dan bergerak mengelilingi proton pada jarak yang jauh sekali. Seberapa jauh? Jika kita perbesar ukuran elektron menjadi sebesar biji kelereng, maka jarak antara elektron ini ke inti atom adalah sejauh satu kilometer! Ada apa di antara elektron dengan proton? Tidak ada apa-apa. Hanya ruang kosong semata sepanjang jarak satu kilometer itu!

Sebutir garam terdiri dari banyak sekali atom. Jika kita bisa menghitung satu milyar atom dalam sedetik, maka kita membutuhkan lebih dari lima ratus tahun untuk menghitung jumlah seluruh atom di dalam sebutir garam saja! Atom-atom itu secara rapi membangun wujud sebutir garam. Dan di dalamnya terbentang ruang kosong di antara atom-atomnya. Sebagaimana samudera. Sebutir garam mewujud di dalamnya. Ia “berenang” dan meng-ada di dalamnya. Juga kita dan semua benda-benda.

Wujud kita sejatinya selalu berada di dalam samudera ruang kosong….di dalam samudera atomis gaya-gaya….di dalam samudera kehendakNya (Bahr al-Qudrah)

Kajian lebih dalam Huruf HA dalam Lafadz Ismud Dzat "ALLAH"
Bila Lafadz Ismud Dzat "ALLAH", Dibuang Alif, Lam awal dan Lam kedua, Lafadz ini merupakan asal dari Lafadz HUU atau HUWA yang Artinya Dzat.

Ketahuilah arti kata “Dzat” yg sering kita sering dengar itu jaganlah diartinya bahwa Alloh SWT itu bertitik, bernoktah, berunsur, beratom d.l.l. krn itu semua Makhluk Ciptaannya tetapi maksud dari DZAT yg dimaksud adalah hanya sebuah kata yang berhampiran (mendekati) kepada yang benar agar mudah didalam memahami perihal konsep ketuhanan, dan janganlah Dzat disini diartikan yang sesungguhnya karena bisa salah menyangka dan salah memaknainya inilah makna yang benar.

Ketahuilah, bahwa Lafadz HU atau HUU atau HUWA ini Allah SWT perintahkan agar selalu disebut-sebut atau dipanggil-panggil sebanyak-banyaknya ndak berhingga, Sebagaimana firman Allah SWT QS. Al Ikhlas ayat 1, yg berbunyi : “Katakanlah (ya Muhammad) HUWA/ HU/ HUU (yakni Dzat yang Maha Sempurna yang dinamai) ALLAH yg Maha Esa (Tunggal)”.

Jika ada yang berdzikir HU HU HU atau HUU HUU HUU atau HUWA HUWA HUWA artinya adalah sama, yakni : Dzat Dzat Dzat, bagi Ulama Tasawuf lafadz ini merupakan amalan Bathiniyyah sehingga takala Nafasnya Naik (Tarik nafas) berdzikir HUU dan ketika Nafasnya Turun (membuang nafas) berdzikir ALLAH artinya Dzat Allah, karena setiap nafas yang Allah karuniakan harus ada laporannya yakni Dzikrullah ini dilakukan ketika nafas Naik Turun atau Keatas Kebawah atau Masuk Keluar atau Kembali dan Pulang kepada yang memberikan Nafas ini yakni Allah SWT. Inilah yg disebut dgn Insan Kamil.

Bagi setiap Insan Kamil selalu berdzikir didalam Qolbi Bathinnya lafadz HUU ALLAH, HUU ALLAH, HUU ALLAH atau ALLAH HUU, ALLAH HUU, ALLAH HUU. Ini dilakukan karena diakhirat nanti ada pertanyaan : Untuk apa saja Umurmu dihabiskan ? … Umur (usia) itu adalah saling bersambungnya antara Nafas yang masuk dengan Nafas yang keluar, antara Nafas yang Naik dengan Nafas yang Turun, antara yang Keatas dengan Nafas yang Kebawah, antara Nafas yang Kembali dengan Nafas Pulang kepada yang memberikan Nafas ini yakni Allah maka pentingnya Dzikrullah di Qolbi Bathiniyyah agar mudah menjawab pertanyaan ini sebab keseluruhan Nafas ini telah diisi dengan Dzikrullah (mengingat Allah). (Wallahu a'lam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar