Rabu, 06 Juli 2011

5. Al Quddus

Ism ini diambil dari kata qadasa yang artinya “suci,” seperti pada kalimat al-ardh al-muqaddasah yang artinya “tanah suci.”

Maksud dari ism ini adalah, bahwa Allah adalah Dzat yang Mahasuci dari segala kekurangan dan kebinasaan, yang berhak atas sifat-sifat kesempurnaan. Artinya, Allah itu suci dari segala sifat yang dapat dirasakan oleh indera, atau yang dapat dibayangkan oleh khayalan, atau yang didahului oleh persangkaan, atau yang terlintas dalam hati sanubari.

Dalam salah satu hadis yang mulia disebutkan:

“Semua yang terlintas dalam benakmu itu akan binasa, sedangkan Allah tidak demikian.”

Ism ini sering kali dirangkaian dengan ism sebelummnya (Al Malik), karena ada kalanya para raja dunia merusak kekuasaaannya dengan sifat-sifat aniaya dan melanggar hukum. Maka Allah SWT menyatakan bahwa Dia tidak akan merusak kerajaan-Nya seperti yang diperbuat oleh raja-raja itu.

Orang yang mendekatkan diri kepada Allah dengan berakhlak dan berdzikir dengan ism ini hendaklah membersihkan akidahnya dari selain Allah SWT.

Khasiatnya
Barangsiapa menuliskan pada sepotong roti sesudah selesai melaksanakan shalat Ju’mat kemudian dimakannya, maka Allah akan membukakan baginya pintu ibadat dan akan menyelamatkannya dari bencana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar