Rabu, 06 Juli 2011

4. Al Malik

Al Malik maknanya adalah Dzat yang tidak membutuhkan, baik dalam Dzat maupun Sifat-Nya, sebaliknya segala sesuatu yang ada di jagat raya ini lah yang membutuhkan-Nya. Dia Maharaja Mutlak yang sebenarnya. Dialah yang mengendalikan segala urusan makhluk-Nya dengan saksama tanpa membutuhkan bantuan sedikitpun dari makhluk-Nya.

Tidaklah terbayangkan oleh hamba-Nya, bahwa ia memiliki kerajaan secara mutlak, sebab semua yang dimilikinya itu hakikatnya adalah milik Allah SWT.

Jika seseorang membayangkan kehidupan yang fana ini, betapapun kerajaan yang dimilikinya, tentu akan lenyap disebabkan oleh dua perkara: pertama, karena kematian dan berpindahnya kerajaan itu kepada orang lain, padahal Allah SWT adalah Penguasa kehidupan, kematian dan kebangkitan; kedua, gugurnya pengakuan kekuasaan bagi selain Allah, yaitu sesudah ditiupkan sangkakala pertama, yakni ketika Allah SWT menyerukan (QS Al Mu’min: 16)

“Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?”

Ketika tidak ada yang menyahut, maka Allah SWT sendirilah yang menjawabnya:

“Hanya kepunyaan Allah Yang Mahaesa lagi Maha Mengalahkan.”

Kalau begitu, tidak ada kerajaan selain dari kerajaan Allah SWT.

Khasiatnya
Barangsiapa membaca ism ini dengan rutin tiap-tiap hari pada waktu matahari tergelincir sebanyak seratus kali, niscaya hatinya akan menjadi bersih, dan lenyaplah segala kekotorannya. barangsiapa membacanya sesudah terbit fajar sebanyak seratus dua puluh kali, maka Allah akan memberinya kekayaan dan karunia-Nya, baik dengan sebab-sebab maupun dengan pintu yang dibukakan Allah SWT atasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar