Menata Hati, Mengukir Nasib.

40. Al Muqit

Dia adalah Pencipta makanan jasmani dan ruhani, dan Dia pulalah yang memberikan kepada semua yang maujud makanan yang mencukupi berupa makanan fisik (sesuatu yang dapat dicapai dengan indera) dan maknawi (sesuatu yang tidak dapat dicapai dengan indera). Makanan hewan bersifat materi yang sesuai dengannya, dan makanan jiwa adalah ilmu pengetahuan; sedangkan makanan malaikat adalah taat.

Al Muqit artinya sama dengan Ar Razzaq, namun ia lebih khusus. Sebab, rezeki itu bisa mencakup makanan atau lainnya, sedangkan Al-Muqit itu adalah yang berrtanggung jawab atas sesuatu dengan kekuasaan dan ilmu.

Allah SWT berfirman yang artinya :

“… Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. An-Nisa’: 85)

Yakni, Yang Mahakuasa secara mutlak. Jadi, maknanya kembali kepada kekuasaan dan ilmu. Atas dasar itulah Al-Muqit merupakan ism dari sifat yang tidak menunjukkan kekuasaan saja atau ilmu saja, tetapi ia menunjukkan terkumpulnya dua arti tersebut.

Berakhlak dengan ism ini mengharuskan Anda tidak meminta semua keperluan Anda selain kepada Allah SWT, sebab perbendaharaan rezeki itu berada di tangan-Nya. Dalam salah satu hadis qudsi, Allah SWT berfirman yang artinya: “Wahai Musa, mintalah kepada-Ku apa saja, sekalipun hanya tali sandalmu atau garam dapurmu!”

Khasiatnya
Barangsiapa menuliskan ism ini atau membacakannya ke atas tanah, lalu tanah itu dibasahinya dan kemudian diciumnya, niscaya Allah akan menguatkannya dalam menahan lapar.
ads
Labels: Power Khasiyat Asmaul Husna

Thanks for reading 40. Al Muqit. Please share...!

0 Comment for "40. Al Muqit"

Back To Top