Menata Hati, Mengukir Nasib.

Waliyullah apa Wali Murid

WALIYULLAH APA WALI MURID?
Didunia maya ini, banyak kita temui para guru dan trainer yang terkadang begitu tingginya dalam menempatkan diri di dunia pemberdayaan diri modern, sehingga memposisikan dirinya seolah-olah sudah setingkat wali, dan bahkan ada yang merasa sudah diatas Nabi.

Padahal ilmu yang difahami dan dikuasai, barulah setingkat ilmu hypnosis, NLP, dan beberapa metodologi TransPsikoterapi serta Quantum-quantuman yang biasa-biasa saja. Tapi, ya begitulah... demi positioning dalam industri Training pemberdayaan diri. Apapun dilakukan.

Padahal, ilmu-ilmu yang kita kuasai ini jika dibandingkan dengan ilmu para wali Allah yang sebenarnya, seujung kukunya saja belumlah ada.... sebagaimana kisah seorang Waliyullah berikut ini....



TIDUR TIGA TAHUN
SYEIKH al-‘Arif Billah Abdul Malik bin Ilyas Purwokerto (Mbah Malik), adalah orang yang sangat alim dan hafidz (hafal al-Quran). Dulu pernah terjadi, sebelum shalat Dzuhur beliau terbiasa melakukan shalat sunnah Qabliyah, dan setelahnya dilanjutkan membaca shalawat bersama jamaahnya dari jam 12 siang sampai jam 13:30 WIB.

“Shallallahu ‘ala Muhammad...” tepat pukul 13:30, iqamat pun berkumandang tanpa komando karena sudah menjadi adat kebiasaannya.Meski sudah dikomati, Mbah Malik masih tetap duduk terdiam, tidak bangun dan hanya tasbihnya saja yang masih jalan. Ditunggu lama Mbah Malik tak kunjung bangun hingga waktu Dzuhur hampir habis. Akhirnya shalat pun terpaksa dikerjakan berjamaah dipimpin Kiai Isa, adik ipar Mbah Malik.

Sampai malam hari Mbah Malik belum juga bangun, padahal kondisinya normal tidak ada gejala apapun yang mencurigakan. Sampai 3 hari, seminggu, sebulan, hingga bertahun-tahun lamanya tidak ada yang berani membangungkan. Tidak ada perubahan sedikit pun yang mencurigakan kecuali setiap hari wajah Mbah Malik semakin yatala'la (mencorong bersinar) nurnya.

Setelah tiga tahun berlalu, Mbah Malik tiba-tiba bangun persis pada jam 13:30 WIB. “Qamat... qamat...” pinta beliau. Lalu semuanya berdiri untuk shalat berjamaah dan Mbah Malik sebagai imamnya.

Herannya, shalat beliau berlangsung dengan normal seperti biasanya, tanpa lemah ataupun limbung, padahal “la yasyrab wala ya’kul” (tidak makan dan tidak minum) selama tiga tahun. Itulah maqam fana’ yang pernah dialami Mbah Malik.

Selesai shalat, Mbah Malik bertanya, “Lha si anu mana? Si itu ke mana?”

“Mereka sudah meninggal, Kiai,” jawab para santri.
“Lha tadi masih bareng shalawatan kok,” ucap Mbah Malik kaget sebelum mengetahui sudah tiga tahun dirinya baru terbangun dari duduk dzikir.

Sumber: habibluthfi.net

*

Coba tanya pada diri sendiri... sudah mampukah kita seperti itu. Jangankan gak makan sampai 3 tahun, lha wong gak ngopi sehari saja dah kelimpungan gitu kok...

Bener sudah setingkat wali...?
Jangan-jangan..... hanya baru sampai jadi wali murid...
Druuun... sudrun... eling..... druun... Hahahahaha...

~

ads
Labels: Tasawuf

Thanks for reading Waliyullah apa Wali Murid. Please share...!

0 Comment for "Waliyullah apa Wali Murid"

Back To Top