Kamis, 18 April 2013

Mind Soul Programming & Khusnul Khotimah

"Dan jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya."
 (Asy-Syams: 7-10)

KEJUJURAN BAWAH SADAR
Sebelum mengalami koma, alm. adikku mengalami dulu amnesia total. Dia tidak ingat siapa dirinya, orang-orang dekatnya, apa yang dialaminya, apa yang harus dilakukannya, dan banyak satuan data atau informasi lainnya.

Dia seperti balita bahkan di bawah level itu. Kesanggupannya hanya merespon impuls2 tubuh spt sakit, lapar, atau pipis.

Tampaknya jumlah vocabulary yang diingat juga sangat minim. Maka saya sangat takjub ketika dia menjeritkan rasa sakitnya dengan ungkapan-ungkapan zikir.

Ya Allah....Ya Allah ...Ya Allah
Astagfirullah
Subhanallah
Alhamdulillah
Allahu Akbar

Saya sama sekali tidak bisa membuat kesimpulan tapi merasa bergidik,
"APA YANG AKAN SAYA KATAKAN JIKA SAYA BERADA DALAM KONDISI YANG SAMA?"

Begitu banyak yang saya simpan dan tidak ingin ada seorangpun yang mengetahuinya. Begitu banyak hal buruk yang saya tahan agak tidak muncul ke permukaan.

"APA YANG AKAN TERJADI JIKA SAYA MENDAPATKAN KONDISI YANG SAMA?"

Pak Guru Edi Sugianto saya mohon perkenannya untuk bisa menjelaskan hal ini kepada saya dan mungkin kepada banyak orang lain. Saya benar-benar merasa bergidik. (Link : https://www.facebook.com/siti.nurjanah.31542841/posts/587266564630466 )

Demikianlah pertanyaan ibu Siti Nurjanah di Wall Facebook saya, semoga artikel ini dapat menjadi jawabannya.

MIND PROGRAMMING & KHUSNUL KHOTIMAH

Para ahli telah mengatakan bahwa komposisi kesadaran pikiran kita itu terbagi 2, yaitu pikiran Sadar dan Bawah Sadar...

Program pikiran yang telah terinstal di dalam pikiran bawah sadar akan menjadi Framework bagi diri kita, mengontrol serta mengendalikan diri kita. Di dalam Pikiran Bawah Sadar terletak Program-Program Pikiran yang selama ini mengontrol tindakan dan pemikiran kita secara otomatis dan tanpa disadari. Mengontrol kebiasaan-kebiasaan kita, yang pada akhirnya mempengaruhi kondisi kehidupan yang kita alami dan kita rasakan saat ini.

Ya...
Awalnya, kitalah yang mengatur kebiasaan kita, namun pada akhirnya... kebiasaanlah yang mengatur kita...

Demikian juga....
Pada Awalnya, kitalah yang mengatur Program Pikiran ini ke dalam pikiran bawah sadar kita, namun kemudian, Program Pikiran inilah yang mengatur kita.

KHUSNUL KHOTIMAH

“Siapa yang akhir ucapannya adalah kalimat ‘La ilaaha illallah’ ia akan masuk surga.” (HR. Al-Hakim dan selainnya dengan sanad yang hasan)

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra dalam hadits yang panjang ia berkata: Rasulullah saw naik mimbar lantas memuji Allah dn menyanjung-Nya dan bersabda, “Sebuah kitab Allah telah menuliskan padanya para penghuni syurga dengan nama-nama mereka, dengan nasab-nasab mereka…. Amal-amal itu dinilai yang akhirnya”. HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath,

Sahabat...
Tahukah anda bagaimana kondisi kesadaran seseorang sesaat sebelum ajal menjemputnya...???

Secara Kedokteran, kematian merupaka n suatu keadaan di mana Medulla Oblongata sudah tidak berfungsi dan rusak. Medulla Oblongata merupakan bagian dari Batang Otak yang terletak di bawah Mesencephalon dan Pons yang berfungsi mengatur Kardiovaskular, mengatur kerja jantung, sistem pencernaan, sistem respirasi, pusat koordinasi dan pusat kesadaran. Seseorang yang koma belum bisa dikatakan mati karena Medulla Oblongata nya masih berfungsi. Dokter dan praktisi kesehatan pun akan mendiagnosis seseorang meninggal atau tidaknya dengan melihat dan mengontrol Medulla Oblongata nya dengan menyalakan cahay a (biasanya senter) pada mata pasien. Jika pupil pasien mengecil, maka Medulla Oblongata nya masih berfungsi, namun jika pupilnya tidak mengecil maka Medulla Oblongata pasien telah berhenti bekerja. Inilah yang dikatakan dengan kematian. Di sisi lain dapat dikatakan bahwa Medulla Oblongata adalah tempat penggantung nyawa (dan ruh) kita.

Berdasarkan Life-Span Development (Psikologi Perkembangan) menjelaskan bahwa seseorang yang akan mati, otak bagian atas mati terlebih dahulu dibandingkan otak bagian bawah karena masih mengontrol pernafasan dan kerja jantung (dikemukakan oleh Flyers Hockey). Seseorang sudah dapat dikatakan mati jika fungsi kortikal yang meliputi inteligensi dan kepribadian serta fungsi kemanusiaannya telah mati.

Di saat sebelum meninggal, seseorang akan merasa kesepian yang teramat sangat, merasakan di sekitarnya sangat hitam dan suram, merasakan sakit yang teramat sangat dan ingin menangis untuk yang terakhir kalinya di dunia. Di saat sebelum meninggal, akan muncul seperti Flashback (atau kilasan balik) tentang masa-masa hidupnya saat dia dilahirkan di dunia oleh ibunya, saat ia menikmati bahagianya masa kecil bersama kedua orang tuanya, saat bermain-main dengan saudaranya dan teman sepermainannya sewaktu kanak-kanak, saat ia merasakan bahagianya masa sekolah bersama teman-temannya, saat ia menyayangi istri (atau suami) dan keluarga barunya, saat ia merasakan masa senjanya bersama orang terdekat yang masih ada, saat merasakan sakit dan saat hari-hari kemarin. Ia merasakan bahwa hidup ini cepat sekali ia lalui dan tidak terasa akan tibalah akhir masa baktinya ia di dunia untuk menjalankan perintah Allah.

Nah....

Bagaimana orang yang kesadarannya hilang masih teringat untuk bisa berzikir dan menyebut kalimat Toyyibah.....???
Dan bagaimana agar saat kita di akhir hayat kita masih mampu untuk berzikir mengingat Allah swt...???

THE MAP IS NOT THE TERRITORY
Sahabat, terkadang kita itu sedemikian mudahnya menghakimi orang lain hanya dengan pandangan yang sekilas saja.... Mudah berprasangka buruk pada orang lain, hanya karena bajunya berbeda dengan baju kita.... Menilai orang lain, dengan sudut pandang kita sendiri berdasarkan ilmu dan pengalaman kita sendiri yang sesungguhnya masihlah sangat terbatas....

Sahabat, sesungguhnya yang paling tahu mengenai diri kita adalah diri kita sendiri dan Tuhan...

Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Sungguh ada seorang hamba yang menurut pandangan orang banyak mengamalkan amalan penghuni surga, padahal dia sebenarnya adalah penghuni neraka. Sebaliknya ada seorang hamba yang menurut pandangan orang melakukan amalan-amalan penduduk neraka, padahal dia sebenarnya adalah penghuni surga. Sungguh setiap amalan itu dihitung dgn penutupannya.” (HR. Al-Bukhari no. 6012)

Hadits riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahu’anhu, ia berkata:
"Seorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang mencintai suatu kaum namun dia belum dapat bertemu dengan mereka? Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam menjawab: Seorang akan bersama orang yang dicintai" (Hadits Shahih Muslim : 2640-165)

Hadits riwayat Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu:
"Bahwa seorang Arab badui bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam: Kapankah kiamat itu tiba? Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapinya? Lelaki itu menjawab: Cinta Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kamu akan bersama orang yang kamu cintai"(Hadits Shahih Muslim : 2639-161)

Kunci Kalimat (Miftâhul Kalâm)
( الْمَــرْءُ مَـــعَ مَنْ أَحَـــــــبَّ )
Seseorang itu akan bersama dengan orang yang dicintainya

Di dunia ini tidak ada yang diharapkan seorang muslim, kecuali dirinya dicintai Rabb-nya, segenap amalnya diterima Allah, wafatnya husnul khatimah, dan di surga dikumpulkan bersama Rasulullah saw. Hal itu bisa terwujud jika ia mencintai dan dicintai serta ridla dan diridlai oleh Allah azza wa jalla dan rasul-Nya. Rasa cinta itu harus diwujudkan ke dalam kehidupan sehari-hari. Demikianlah hadis di atas menjadi Motivator Kecerdasan kita, sehingga melahirkan kekuatan cinta. Dan, dari kekuatan cinta itulah secara produktif akan melahirkan perubahan positif yang dahsyat; insya Allah. Sebagaimana dinyatakan-Nya,

Katakanlah, "Jika kamu [benar-benar] mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian." Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang” (Qs.Ali Imrân [3]: 31).

Dan, sabda Rasulullah saw,
“Siapa saja yang memiliki tiga sifat ini, niscaya akan merasakan manisnya iman, yaitu:
1).Mencintai Allah dan rasul-Nya melebihi segala-galanya;
2).Mencintai seseorang hanya karena Allah; dan
3).Enggan untuk kembali kafir setelah diselamatkan Allah sebagaimana enggannya apabila dilemparkan ke dalam neraka”
(Hr.Bukhari dan Muslim).

♣¤══¤۩۞۩ஜ Cinta dan benci ஜ۩۞۩¤══¤♣

Manusia adalah sebuah unit medan energi yang mempunyai sifat sebagai bioelektromagnetik. Bisa diartikan juga sebagai sebuah kekuatan Daya Magnetisme Pribadi. Magnet mempunyai dua kekuatan utama, yaitu Daya Tarik & Daya Tolak. Di alam rasa :
► Puncak Daya Tarik disebut Cinta dan
► Puncak Daya Tolak disebut Benci.

Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR.At Tirmidzi)

Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan hadits hasan)

Kamu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling kasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang orang itu bapak-bapak, anak-anak sauadara-saudara ataupun saudara keluarga mereka.” (Al-Mujadalah: 22)

Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Al-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrod, hal 120 dan Baihaqi 6/169 dengan sanad hasan)

“Wahai Abu Hurairah! berkunjunglah engkau dengan baik tidak terlalu sering dan terlalu jarang, niscaya akan bertambah sesuatu dengan kecintaan.” (HR.Thabrani dan Baihaqi dengan sanad yang shahih)

Tidaklah kalian masuk Surga sehingga kalian beriman, tidakkah kalian beriman sehingga kalian saling mencintai, Maukah kamu aku tunjukkan tentang sesuatu yang apabila kalian melakukan-nya akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim 2/35).

Banyak orang yg salah faham dg kalimat "Benci" yg diperintah oleh Allah dan Rasulullah. Karena memang pada umumnya manusia itu tdk tahu makna CINTA SEJATI sehingga juga tdk faham dg makna BENCI SEJATI.

Rasa Cinta dan benci haruslah atas dasar karena Allah. Hal ini sama dg makna ikhlas, yaitu beribadah semata-mata karena Allah. Jadi Cinta & Benci di sini bukanlah timbul atas dorongan Nafsu. Namun muncul dari hati nurani yg bersih & murni.

Cinta sejati adalah sebuah daya tarik yg sangat kuat yg ditujukan kpd Allah.
Dan Benci sejati adalah Daya Tolak yg sangat kuat terhadap segala hal yg merintangi jalan utk menuju kpd Allah. Bila kita sdh bisa memahami ini. Maka sempurnalah iman kita.

KEBIASAAN YANG DOMINANLAH YANG MEWARNAI KONDISI SAKARATUL MAUT KITA
Ada beberapa sebab Suul Khatimah yang wajib diketahui oleh setiap mukmin sehingga dapat berhati-hati darinya. Yang paling dominan adalah sibuk dengan urusan dunia, selain itu tidak istiqamah, lemah iman, rusaknya akidah, dan terus menerus dalam kemaksiatan. Karena orang yang bergelimang dalam maksiat dan umurnya panjang dalam kejahiliyaan, maka hatinya akan akrab dengan maksiat. Segala aktivitas yang dilakukan dan disukai oleh seseorang di masa hidupnya, akan hadir dalam ingatannya di saat datangnya ajal. Jika yang lebih disukainya adalah perkara ketaatan, maka ketika datangnya kematian ia akan ingat ketaatan, sebaliknya, jika ia lebih condong pada kemaksiatan, maka itulah yang akan lebih banyak muncul ketika datangnya kematian.

Hati merasa takut untuk berpisah dengan apa yang disukainya dan apa yang sudah menjadi kebiasaannya, terlebih lagi di saat genting dan terjadinya musibah. Apabila hati telah yakin akan berpisah dengan apa yang disukainya tadi, maka ia akan teringat dengannya ketika hidupnya akan berlalu. Berkata Ibnul Qayyim: “Oleh karena itu – Wallahu a’lam – sering kali orang yang akan meninggal mengucapkan apa yang disukainya dan banyak ia sebut, dan bahkan mungkin rohnya keluar dalam keadaan ia mengucapkan kalimat tadi. Banyak orang yang hobinya main catur di saat sakaratul maut mereka mengatakan “Rajanya mati”, dan sebagian yang lain mendendangkan syair sampai ia meninggal, karena dahulunya ia adalah penyanyi.

Ada seseorang yang mengabarkan kepadaku bahwa salah satu kerabatnya adalah seorang pedagang kain, di saat ajal datang mengatakan: “Kain ini bagus, sesuai untukmu, barang ini murah, menyamai ini dan itu”, sampai ia meninggal dunia.

Mujahid berkata, “Tidak ada seorangpun yang akan meninggal dunia, kecuali akan akan diperlihatkan padanya teman-teman yang biasa duduk bersamanya, baik itu mereka yang hobi bermain, maupun yang gemar dzikir.

Ada orang yang hobi main catur, ketika sakaratul maut, dikatakan padanya: “Ucapkanlah Laa ilaaha illallah, maka ia mengatakan: “Rajamu”, kemudian ia meninggal. Ia mengucapkan kalimat yang biasa ia katakan ketika bermain (catur) semasa hidupnya, sehingga ia mengganti kalimat tauhid dengan (Rajamu). Keadaannya tidak berbeda dengan orang yang biasa duduk dengan pecandu minuman keras, ketika ajal datang, dan ada orang yang mentalqinnya untuk mengucap syahadat, tetapi ia malah mengatakan: “Minum dan berilah aku minum), lalu iapun meninggal. Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘Aliyyil ‘Adziim.

Demikianlah keadaan orang yang bertambah umurnya, tetapi dalam waktu yang sama bertambah keburukannya. Sehingga dalam umurnya yang dewasa keburukannya lebih banyak dibanding ketika masa kecilnya. Orang semacam ini biasanya sulit untuk bertaubat, dan tidak mendapat taufiq untuk beramal sholeh yang bisa menghapus apa yang telah ia lakukan dahulu. Dikhawatirkan ia akan mengalami su’ul khatimah sebagaimana yang terjadi pada banyak orang, yang meninggal dengan membawa kotoran. Mereka belum bersuci darinya sebelum meninggalkan dunia. Ini adalah tipu daya setan pada manusia di saat datangnya ajal, saat setan memerangi seorang hamba pada kali terakhirnya.

Dari Sa’id bin Musayyab dari ayahnya berkata: ketika Abu Thalib mendekati ajalnya, Rasulullah SAW mendatanginya, sementara di dekat Abu Thalib ada Abu Jahal bin Hisyam dan Abdullah bin Abi Umayyah bin Al-Mughirah, maka Rasulullah saw bersabda: “Wahai pamaku, ucapkanlah Laa ilaaha illallah, satu kalimat yang akan aku jadikan saksi di hadapan Allah“. Maka Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah berkata: “Wahai Abu Thalib, apakah engkau berpaling dari ajaran Abdul Muthalib? Rasulullah tiada henti-hentinya menasehati pamannya, begitupula Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah berkata seperti tadi, sampai pada akhirnya Abu Thalib mengucapkan bahwa ia mengikuti ajaran Abdul Muthalib dan enggan untuk mengucapkan Laa ilaaha illallah.

Diriwayatkan bahwa setan hadir di saat anak Adam sedang mengalami sakaratul maut dan ruhnya keluar, kemudian ia menawarkan padanya semua agama selain Islam. (Ia datang) dengan rupa orang yang memberi nasehat dan terpercaya seperti seorang ayah, ibu, saudara, atau teman setia, lalu berkata: “Matilah dalam keadaan Yahudi, karena ia adalah agama yang diterima di sisi Allah”. Atau ia berkata: “Matilah dalam keadaan nasrani yang merupakan agama Al-Masih dan diterima di sisi Allah Ta’ala. Setan tidak henti-hentinya menyebutkan keyakinan agama yang lain dengan harapan orang tadi meninggal dengan memeluk selain Islam. Inilah tujuannya, semoga Allah melaknatnya.

Berkata Abdullah bin Ahmad bin Hambal, “Aku menghadiri saat wafatnya ayahku, Ahmad dan tanganku memegang secercah kain untuk memegang janggutnya. Beliau tidak sadar kemudian terbangun dan mengatakan dengan isyarat tangannya: “Tidak, masih belum”. Beliau melakukannya berkali-kali. Maka aku katakan padanya: “Wahai ayahku, apa yang nampak olehmu ? Ayah menjawab, “Setan berdiri sambil menggigit terompahku dan mengatakan, “Wahai Ahmad, engkau telah selamat dariku”, maka aku mengatakan, “Tidak, masih belum sampai aku meninggal dunia”.

Al-Qurtubi berkata: “Aku mendengar guru kami Imam Abul ‘Abbas Ahmad bin Umar Al-Qurtubi berkata: Aku menyaksikan saat menjelang wafatnya saudara guru kami Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad Al-Qurtubi di Qurtubah. Dikatakan kepadanya Laa ilaaha illallah, tetapi ia mengucapkan: Tidak, tidak. Setelah ia sadar, kami mengingatkan hal tersebut padanya, maka ia menceritakan bahwa ada dua setan yang ada di sebelah kanan dan kirinya mengatakan salah satu dari keduanya membisiki: Matilah dalam keadaan yahudi, karena ia adalah sebaik-baik agama. Dan setan yang satunya berkata: Matilah dalam keadaan Nasrani, karena ia adalah sebaik-baik agama. Maka aku mengatakan pada keduanya: tidak, tidak, apakah kepadaku kalian menawarkan hal ini?”

Berkata Ibnul Jauzi, “Aku melihat sebagian orang yang beribadah dalam masa tertentu lalu berhenti, maka ada yang menyampaikan padaku bahwa orang tersebut berkata, “Aku telah beribadah pada Allah dengan ibadah yang tidak pernah dilakukan oleh siapapun juga.

Ibnu Katsir berkata, “Maksudnya…..bahwa dosa, maksiat dan syahwat menghinakan pelakunya di saat kematian di tambah pelecehan setan padanya, sehingga berkumpul padanya kehinaan dan lemahnya keimanan, sehingga ia mengalami su’ul khatimah.

Allah berfirman:
Dan adalah syaithan itu tidak mau menolong manusia” (Q.S Al-Furqaan 29).

Tidak ada yang ingin mengalami su’ul khatimah semoga Allah melindungi kita darinya. Pada orang yang suci lahir dan batinnya pada Allah dan juga benar dalam segala ucapan dan perbuatannya maka belum pernah terjadi hal yang demikian itu pada mereka. Su’ul khatimah hanya akan dialami oleh orang yang rusak keyakinan batinnya, rusak amalannya, yang berani melakukan dosa besar dan kejahatan, sehingga bisa jadi hal itu semua akan lebih dominan padanya sampai ajal menjemputnya sebelum ia sempat bertaubat.

"Dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.
(QS. Al-Anfal: 45)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada Mu’adz,“Wahai Mu’adz, demi Allah, sungguh aku mencintaimu. Demi Allah, aku mencintaimu.” Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku menasehatkan kepadamu –wahai Mu’adz-, janganlah engkau tinggalkan di setiap akhir shalat bacaan ‘Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik’ (Ya Allah tolonglah aku untuk berdzikir dan bersyukur serta beribadah yang baik pada-Mu).”

Referensi :
  • http://adityagusetyawan.blogspot.com/2011/12/tanda-sebelum-kematian-perasaan-saat.html
  • http://salafy-indonesia.web.id/antara-husnul-khatimah-dengan-su-ul-khatimah-alaihi-wasallam-267.htm
  • http://seputarmuslimah.blogspot.com/2011_02_01_archive.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar