Menata Hati, Mengukir Nasib.

Menjadi Saksi Allah di Bumi

Ini kebiasaan di kampung saya. Entah kenapa, setiap hendak mengubur mayit. Pak Modin selalu bertanya meminta kesaksian kepada hadirin para pelayat seperti ini. "Saudara-saudara, apakah si fulan ini tergolong orang baik..............??" dan serentak para pelayat akan menjawab,"BAIIIIIKKKKKK........" dan biasanya pertanyaan itu akan di ulang beberapa kali.......

hmmm....
Menjadi saksi adalah salah satu kewajiban manusia. Apalagi bagi mereka yang ikut mengiringi jenazah ke pemakamannya. Kesaksian pengiring jenazah bisa membuat si mayat mendapatkan apa disaksikan oleh pengiringnya. Penyataan ini bersumber dari Abdul Aziz bin Suhaib bahwa ia mendengar hadis dari Anas bin Malik.
Lewatlah iring-iringan jenazah seseorang lalu mereka yang sedang berada di mesjid memuji kebaikannya Lalu Nabi Saw. yang mendengarkan pujian mereka bersabda, “Ia akan mendapatkannya.”

Tak lama kemudian lewat lagi iring-iringan jenazah yang lain, lalu mereka menyebut-nyebut kejelekan yang dilakukan si mayat. Nabi Saw. pun bersabda, “Ia akan mendapatkannya.”

Umar yang dua kali mendengarkan Rasulullah Saw. berkata seperti itu langsung bertanya, ‘Apa yang pasti, ya Rasul?’

Yang kalian puji kebaikannya, maka ia akan mendapatkan surga. Demikian halnya juga mayat yang kalian sebutkan kejelekannya. Ia akan masuk neraka.”

Para sahabat yang mendengarkan ucapan Rasulullah Saw. tersebut terdiam.

Kalian akan menjadi saksi Allah di bumi,” Ucap Rasulullah Saw.

Ada riwayat dari Abul Aswad Addail, Saat itu Abul Aswad duduk didekat Umar. Rasulullah Saw bersabda,
“Seseorang yang mati lalu ada tiga orang bersaksi akan kebaikannya, maka ia akan mendapatkan surga.”
“Kalau cuma dua orang, bagaimana ya Rasul?” tanyaku.
“Ya, meskipun cuma dua orang.”
Kami tidak bertanya bila yang menjadi saksi hanya seorang.

MENUTUPI AIB
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Muslim itu saudara(nya) muslim. Ia tidak boleh mendzholiminya dan tidak boleh menyerahkannya ke tangan musuh. Barangsiapa yang berkenan memenuhi hajat kebutuhan saudaranya, maka Allah pasti memenuhi hajatnya. Barangsiapa melepaskan suatu kesulitan muslim, maka Allah akan melepaskan darinya salah satu kesulitannya pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi (aib) muslim, maka Allah akan menutupi (aib)nya pada hari kiamat.“ (Bukhari no. 2442 & Muslim no. 2580)

"Berbahagialah orang yang disibukkan dengan aibnya sendiri, sehingga ia tidak sempat memperhatikan aib orang lain." (HR Al-Bazzar dengan Sanad hasan).

Dalam sebuah riwayat Hadhrat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kenanglah kebaikan-kebaikan orang yang telah meninggal diantara kamu.” Selanjutnya bersabda, “Dan janganlah menceritakan keburukan-keburukannya.” (Sunan at-Tirmidzi, Kitab al-Janaa-iz bab 34)

Di dalam diri setiap manusia terdapat kebaikan-kebaikan dan juga keburukan-keburukan. Namun setelah meninggal dunia, disebabkan manusia telah putus hubungan dengan dunia, maka tidak perlu kita menceritakan kelemahan-kelemahan atau keburukan-keburukannya. Ya, kita harus menceritakan kebaikan-kebaikan dan kelebihan-kelebihannya.

Dengan cara demikian
  1. Pertama, akan membangkitkan inisiatif atau keinginan kepada yang lain untuk berbuat kebaikan; 
  2. Kedua, akan menciptakan satu sarana pengampunan baginya apabila kebaikan-kebaikannya itu diceritakan.
Sebagaimana telah saya katakan bahwa di dalam diri setiap manusia terdapat kebaikan-kebaikan dan juga kelemahankelemahan. Itulah fitrat manusia, kadangkala pikiran manusia cenderung kepada kebaikan-kebaikan, kadangkala kepada keburukan-keburukan. Akan tetapi banyak diantara manusia yang kebaikan-kebaikan dan kelebihan-kelebihannya sangat bercahaya cemerlang sehingga menutupi semua kelemahan-kelemahan manusiawinya. Kebaikan-kebaikannya demikian luas dan berkembang sehingga keburukan-keburukannya tersembunyi di balik kebaikan-kebaikannya itu. Alangkah baiknya nasib orang yang kebaikan-kebaikan dan kelebihan-kelebihannya menjadi pembicaraan setiap orang yang mengenalnya. Maka sesuai dengan salah satu hadits  di atas, orang demikian wajib masuk sorga.
WALLAHU A'LAM
ads
Labels: Tausyiah

Thanks for reading Menjadi Saksi Allah di Bumi. Please share...!

0 Comment for "Menjadi Saksi Allah di Bumi"

Back To Top