Rabu, 25 Januari 2012

HENING DAN MENJADI SADAR MAKRIFAT

Assalamu 'alaikum wa Rohmatullahi wa Barokatuh..

Mengambil Waktu untuk Hening
Apa yang Anda lakukan saat Anda mengalami bahwa hidup ini begitu bising? Ada berbagai hal yang mengganggu pikiran Anda. Tentu saja ada banyak cara yang akan Anda lakukan. Salah satunya adalah menenangkan diri untuk mendengarkan sabda Tuhan.

Ada seorang gadis yang sulit sekali diam. Ia selalu punya kegiatan yang membuat ia tenggelam dalam kesibukan-kesibukan. Ia merasa dengan cara menyibukkan diri, ia dapat berbuat baik sebanyak-banyaknya bagi diri dan sesama. Akibatnya, ia sering tidak fokus pada apa yang dilakukannya. Berbagai kegiatan itu membuat ia bekerja serabutan.

Suatu hari, gadis itu merasa bosan dengan apa yang ia lakukan. Ia mengambil waktu luang beberapa hari untuk merefleksikan apa yang telah diperbuatnya. Ia pergi ke tempat yang sunyi. Di sana ia mampu menemukan kembali makna hidupnya. ia merasa bersyukur atas kesempatan itu.

Pulang ke rumahnya, ia mulai memilah-milah semua yang dikerjakan selama ini. Ia mulai membatasi diri. Hasilnya, ia dapat fokus pada hal-hal utama yang menjadi pekerjaannya. Ia menjadi orang yang semakin dewasa dalam hidup hariannya. Semakin banyak hal baik justru dapat ia buat bagi diri dan sesamanya.

“Andaikan saya hanya sibuk dengan berbagai pekerjaan, saya tidak akan bertumbuh menjadi lebih baik. Saya bersyukur, saya punya waktu untuk merefleksikan diri saya dan apa yang saya lakukan. Ternyata hidup ini indah, kalau kita bisa fokus pada apa yang kita buat. Saya dapat mempunyai kesempatan untuk memperhatikan orang-orang di sekitar saya,” kata gadis itu.

Sahabat, sering banyak orang resah ketika tidak punya banyak pekerjaan. Mereka merasa bahwa hidup ini semakin menjadi bermakna, ketika mereka bisa buat banyak hal untuk diri dan orang lain. Karena itu, mereka belum puas kalau belum melakukan hal-hal yang bermakna dalam hidupnya.

Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa ada begitu banyak kesempatan yang bisa kita buat untuk hidup kita. Namun kita tidak boleh membombardir diri kita dengan berbagai kegiatan. Kita mesti memilah-milah, mana hal-hal yang sungguh-sungguh urgen untuk kebaikan diri kita. Memilah berarti kita mau fokus pada apa yang sedang kita lakukan. Kita tidak mudah meninggalkan pekerjaan itu.

Namun kita juga mesti menyadari bahwa kita butuh waktu untuk merefleksikan apa yang telah dan sedang kita lakukan. Dengan berefleksi, kita mampu menimba kebaikan-kebaikan yang telah kita lakukan itu. Atau kesempatan refleksi membantu kita untuk semakin sungguh-sungguh melakukan sesuatu bagi hidup kita dan sesama.

Banyak orang merasa sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan mereka. Mereka lupa bahwa salah satu kekuatan dalam meraih kesuksesan hidup adalah refleksi. Untuk itu, orang mesti mengambil saat hening untuk berefleksi, sehingga menemukan kembali makna hidupnya. Dengan demikian, hidup ini tidak hanya berjalan begitu saja seperti air yang mengalir. Hidup ini tidak membosankan. Hidup ini memiliki arah dan tujuan yang jelas. Tuhan memberkati.

Bertanya Pada Keheningan......
Sahabat...
Betapa banyak orang berusaha mendapatkan jawaban dari masalah mereka dengan mencari di luar diri mereka. Padahal Sebenarnya tanpa mereka sadari atau ketahui jauh di dalam pikiran mereka ada “kesadaran” yang mampu memberikan jawaban yang mereka cari.

Untuk bisa mengakses “kesadaran” ini, Yang perlu kita lakukan adalah dengan memikirkan masalah kita dan selanjutnya membiarkan pertanyaan yang berhubungan dengan masalah kita turun dan masuk ke pikiran bawah sadar.

Untuk bisa melakukan ini maka kita perlu menenangkan atau mendiamkan pikiran sadar kita. Saat kita masuk ke kondisi hening yang pasrah maka pada saat itu jawaban yang kita cari akan muncul dari pikiran bawah sadar dan naik ke pikiran sadar. Dan tiba-tiba kita akan berkata, “Aha…saya tahu jawabannya”. Inilah proses yang terjadi atau dialami seseorang yang mendapat jawaban saat berdoa atau sholat tahajud.

Untuk bisa melakukan proses ini dengan mudah maka seseorang perlu bisa menghasilkan empat jenis gelombang otak, beta-alfa-theta-delta, secara bersamaan dengan komposisi yang tepat.

Pola di mana keempat gelombang otak hadir bersamaan dan dalam komposisi yang tepat disebut dengan The Awakened Mind atau Pikiran Yang Terbangun. Pola ini sebenarnya adalah pola gelombang otak saat seseorang dalam kondisi meditasi atau khusyuk namun masih ada gelombang beta yang diperlukan untuk memproses informasi yang mereka dapatkan dari pikiran bawah sadar mereka. Dengan kata lain informasi dari “luar” bisa lancar masuk ke “dalam” dan demikian sebaliknya.

Jadi, sesungguhnya bila kita mengerti cara bertanya kepada keheningan maka kita bisa mendapatkan jawaban yang luar biasa. Bayangkan, kita bisa mendapat jawaban baik dari pikiran bawah sadar (Sub conscious mind) maupun dari pikiran nirsadar (unconscious mind) yang mampu mengakses data dari collective unconscious.

Inilah yang dimaksudkan oleh seorang bijak di jaman dahulu saat ia berkata, “You do nothing you achieve everything”......

Jadi..
Meditasi bukanlah sebuah tekhnik untuk menghilangkan kesadaran, akan tetapi agar kita menjadi semakin fokus, sadar & jernih......

Mengapa bertanya pada keheningan dan bukan kepada seseorang? 
Apakah keheningan bisa memberikan jawaban? 
Kalau bisa dari mana jawaban itu muncul?

Pembaca, keheningan yang saya maksudkan di sini bukan keheningan malam saat kita semua pulas dalam tidur atau keheningan di puncak gunung saat kita hanya seorang diri menatap langit malam penuh bintang. Keheningan ini juga bukan saat berhentinya aktifitas kehidupan. Keheningan yang saya maksudkan adalah keheningan atau ketenangan pikiran yang penuh hingar bingar.

Untuk lebih memahami apa yang saya tulis di atas maka ijinkan saya untuk menjelaskan sekilas mengenai kesadaran (consciousness). Untuk bisa memahami kesadaran maka ada dua hal yang perlu kita ketahui. Pertama adalah kondisi kesadaran (state of consciousness) dan muatan kesadaran (content of consciousness).

Kondisi kesadaran ditentukan oleh pola gelombang otak seseorang pada satu waktu tertentu. Kondisi ini dinamis dan bisa berubah setiap saat. Sedangkan muatan kesadaran adalah isi atau buah pikir (thought) yang muncul bersamaan atau pada suatu keadaan kesadaran tertentu.

Dengan bantuan teknologi EEG yang telah dimodifikasi untuk kebutuhan khusus maka kini kita bisa melihat secara real time kondisi kesadaran seseorang dengan mengamati komposisi gelombang otak yang terdiri dari gelombang beta, alfa, theta, dan delta.

Beta adalah gelombang otak yang paling banyak ditemukan saat seseorang dalam kondisi sadar. Beta juga dikenal dengan gelombang pikiran sadar. Beta dihasilkan oleh aktifitas berpikir. Kisaran frekuensinya antara 12 – 15 Hz. Ada lagi yang disebut dengan High Beta yang lebih tinggi frekuensinya. Beta yang sangat tinggi berhubungan dengan kecemasan atau perasaan panik. Orang yang menjalani hidup dominan dengan gelombang beta, khususnya beta yang tinggi, akan dipenuhi dengan perasaan cemas, takut, dan tidak mampu memfokuskan pikirannya.

Alfa adalah gelombang otak saat kita rileks, melamun, atau berfantasi. Frekuensi alfa berkisar antara 8 – 12 Hz dan berfungsi sebagai jembatan penghubung antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar/nirsadar. Alfa sangat penting karena membuat kita mampu menyadari apa yang sedang terjadi dengan diri kita saat dalam kondisi meditasi yang sangat dalam ataupun saat kita bermimpi.

Theta adalah gelombang otak yang dihasilkan oleh pikiran bawah sadar. Theta muncul saat kita bermimpi dan pada fase REM (rapid eye movement). Pikiran bawah sadar mempunyai banyak fungsi, antara lain sebagai tempat menyimpan memori, emosi, persepsi, kepribadian, intuisi, dan masih banyak lagi. Muatan pikiran bawah sadar ini hanya bisa diakses bila kita mempunyai kombinasi dan porsi yang tepat dari frekuensi lainnya. Jadi, jika hanya theta saja yang aktif dan tidak ada alfa atau beta maka informasi dari pikiran bawah sadar tidak bisa diakses dan dimengerti.

Theta juga merupakan frekuensi yang menentukan level kedalaman meditasi atau khusyuk seseorang. Melalui gelombang theta kita menciptakan dan mengalami hubungan spiritual yang paling kuat, paling dalam, dan berkesan.

Delta adalah gelombang yang paling lambat dan rendah frekuensinya dan merupakan pikiran nirsadar (unconscious). Pada orang tertentu gelombang delta mereka sangat aktif walaupun mereka dalam kondisi bangun/sadar dan bertindak sebagai radar yang selalu melakukan scanning. Kemampuan ini yang mendasari intuisi, empati, dan insting kita. Melalui delta kita bisa mengetahui kesejatian diri.

Delta banyak dijumpai pada orang yang bekerja di bidang yang berhubungan dengan terapi, misalnya psikiater, psikolog, dokter, atau siapa saja yang biasa memberikan bantuan pada orang lain dalam hal yang berhubungan dengan masalah mental, psikologi, atau emosi. Satu hal yang sangat menarik dari delta yaitu gelombang ini merupakan gerbang untuk mengakses collective unconscious (nirsadar kolektif).

Singkat kata begini. Beta memberikan kerangka konspetual dan gambaran melalui kata-kata yang menentukan secara tepat pemahaman suatu situasi melalui proses berpikir. Alfa memberikan input sensori dan memberikan gambar pada muatan yang berasal dari pikiran bawah sadar dan atau nirsadar. Theta adalah gelombang pikiran bawah sadar, menyediakan informasi “orang dalam” atau kebijaksanaan. Informasi yang berasal dari theta dialami seperti gambar yang kabur, gelap, kelam, dan buram. Pada saat alfa dan theta aktif bersamaan maka informasi ini akan dimengerti secara mendalam dan dengan gambar yang jelas. Delta memberikan input yang bersifat instingtif dan intuitif yang dipercaya berasal dari Kecerdasan Universal atau Kecerdasan Koletif.

Lalu apa hubungan penjelasan saya yang panjang lebar mengenai gelombang otak dan judul artikel ini?

Untuk bisa mengakses “kesadaran” ini maka kita perlu mengerti pola gelombang otak. Umumnya orang mencari jawaban dengan berpikir keras. Ini kurang baik atau kurang tepat karena hanya akan mengaktifkan pikiran sadar atau gelombang beta.

Proses jawabannya seperti ini. Pertama, pikiran nirsadar akan memberikan intuisi atau pemahaman yang bersifat nirsadar. Kita tahu bahwa ada jawaban untuk masalah kita. Tapi kita tidak tahu apa jawabannya.

Selanjutnya dari pikiran nirsadar (delta) informasi naik ke pikiran bawah sadar (theta) yang memberikan kita kesadaran atau pemahaman yang mendalam.

Dari pikiran bawah sadar (theta) informasi ini naik ke jembatan atau gerbang pikiran bawah sadar yaitu alfa. Di sini informasi ini dibungkus dengan gambar atau sensasi tertentu sehingga dapat dialami atau dirasakan.

Dari alfa informasi yang telah mengambil bentuk tertentu naik ke pikiran sadar atau beta. Beta menambahkan pemahaman, penjelasan, interpretasi, dan kata-kata. Dan kita akhirnya tahu apa jawaban yang kita dapatkan. Kita bisa mengolah dan mengingat jawaban ini dengan pikiran sadar kita.

Anda jelas sekarang?
Kita mengatur pola gelombang otak untuk bisa masuk ke kondisi kesadaran (state of consciousness) dengan tujuan mengakses muatan kesadaran (content of consciousness) tertentu.

Untuk bisa melakukan proses ini dengan mudah maka seseorang perlu bisa menghasilkan empat jenis gelombang otak, beta-alfa-theta-delta, secara bersamaan dengan komposisi yang tepat.

SALAM SADAR MAKRIFAT......

REFERENSI :
ADI W GUNAWAN
INSPIRASI RENUNGAN PAGI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar