Jumat, 09 September 2011

URGENSI MENGENALI DIRI

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

-Puncak Kesempurnaan "Diri" manusia sangatlah sulit untuk dapat diukur oleh orang lain, karena tingkat kesempurnaan "diri" sejati adalah terletak pada kejayaan pribadi mengenal "diri" sejatinya, sehingga ia berjaya pula berdampingan dg Allah. sangatlah rendah kesempurnaan "diri" seseorang bila diukur dg kesempurnaan materinya dan kepintaran, disini bukan berarti Allah menyukai kemiskinan materi, karena kemiskinan materi dekat dg kekufuran.

-Aku heran dg orang yg mencari barangnya yg hilang, padahal disaat yg sama ia kehilangan "Diri" nya namun ia tdk berupaya mencarinya.
-Aku heran dengan orang yg tdk mengenali "Diri"nya, bagaimana ia akan mengenali Tuhannya?.
-Puncak makrifat adalah pengenalan seseorang terhadap "Diri"nya.
-Prestasi terbesar bagi seseorang adalah manakala ia berjaya dalam mengenali "Diri"nya.

-Allah mencela pada manusia yg tdk berusaha mengenal hakekat "Diri"nya, dan Rasulullah sangat menekankan pentingnya mengenal "Diri", "Barang siapa yg telah mengenal (hakekat) "Diri"nya, maka ia sungguh telah mengenal Tuhannya" (sabda Rasullullah).

-Allah-lah yang Maha Haq atas "Diri"mu dan sekitarmu (semesta), maka janganlah engkau serahkan "Diri"mu terhadap nafsumu. "Kami akan perlihatkan tanda2 (kebesaran) Kami di cakrawala maupun di dalam "Diri2" mereka sendiri sehingga menjadi jelas bagi mereka bahwa Dia (benar2) Maha Haqq" (Fushshilat 53).

-Jika telah mengenal hakekat "Diri" sebagai manusia dg Allah, maka jagalah "Diri"mu, bila "Diri"mu terjaga maka tdk ada mudharat yg mengganggumu. "Hai orang2 yg beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yg sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk (al-Ma'idah 105).

-Kealpaan atau tidak mengenal terhadap hakekat "Diri", merupakan kealpaan atau tidak mengenal terhadap Allah, "Dan janganlah kamu seperti orang2 yg lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada "Diri" mereka sendiri" (al-Hasyr 19)

-Suatu hal yg alami bagi manusia jika didalam dirinya terdapat insting "Cinta Diri", jika ia mengenali ke "Diri"annya, dan kesempurnaan "Diri"nya, maka ia akan terus berusaha untuk meraihnya, celakanya bila keluar jalur sirotolmustaqim, ia akan menghalalkan segala cara tanpa menghiraukan Tuhan-nya, bahkan tdk mau mengenal Tuhann-ya.

Wallahu alam bisowab...
Selamat beraktifitas berselimut dzikrullah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar