Selasa, 06 September 2011

Sedekah Tidak Harus Ikhlas

“Wahai Ali, sedekah itu dapat menolak takdir mubram (yang telah ditetapkan). Wahai Ali, silaturahim dapat menambah umur. Wahai Ali, tidak ada sedekah ketika keluarga dekatnya membutuhkan. Wahai Ali, tidak ada kebaikan dalam ucapan kecuali disertai perbuatan, dan tidak ada sedekah kecuali dengan niat (karena Allah).” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)

IKHLAS ATAU TIDAK IKHLAS TETAP DIBALAS
Sebenarnya sih, berapapun yang disedekahkan, pasti dibalas dan dilipat gandakan oleh-Nya.Tidak jadi soal, apakah anda ikhlas ataupun tidak. Tidak jadi soal, anda beriman atau tidak. Buktinya, banyak hartawan yang dermawan menjadi semakin kaya, padahal mereka atheis. Betul sekali, mereka atheis. Bagi mereka, hampir-hampir tidak ada istilah ikhlas! Hampir-hampir tidak ada istilah iman! Wong, tujuan mereka bersedekah biasanya cuma untuk mengangkat merek dan mengurangi pajak!

Balasan, inilah Hukuman Kausalitas dari-Nya dan janji tertulis dari-Nya. Yang saya maksudkan balasan disini adalah balasan jangka pendek(dunia). Tentu saja, dengan ikhlas dan iman, kita akan beroleh nilai tambah, berupa balasan jangka panjang(akhirat) yaitu ridho, pahala, dan surga dari-Nya. Terus, balasan jangka pendek itu bentuknya apa? yah, berbentuk materi atau sesuatu yang setara dengan itu. Misal : keuangan, Kesehatan, Keselamatan, dan kemudahan urusan. Dengan kata lain, sedekah itu dapat menjadi : Bankir pribadi, karena memudahkan keuangan kita, Dokter pribadi, karena memelihara kesehatan kita, Bodyguard pribadi, karena memelihara kita dari bala, Asisten pribadi, karena memudahkan urusan-urusan kita.

Disisi lain, sebenarnya setiap kali anda bersedekah itu mendorong roda ekonomi berputar lebih produktif. Bahkan membuka pintu rezeki banyak orang. Dan mudah-mudahan, itu semua kembali kepada anda. Katakanlah, anda memberi uang kepada pengemis, dengan uang itu pengemis dapat membeli sebungkus nasi. Itu berarti si penjual nasi dapat menjalankan usahanya, menafkahi keluarganya, membuka pintu rezeki bagi karyawan dan pemasoknya. Roda ekonomipun berputar lebih produktif. Yes, LIFE IS BEAUTIFUL, LOVE IS WONDERFUL, GIVING IS POWERFUL.

PAMRIH? BOLEH, BOLEH, BOLEH
Pertengahan 2009, saya mendapatkan ilmu dari seorang ustadz pada salah satu seminarnya. Pada rangkaian seminar tersebut, beliau sering menjelaskan kepada perserta bahwa manusia itu mahluk pamrih. Sudah menjadi fitrah manusia untuk mencari kenikmatan kenikmatan(pleasure) dan menjauhi sengsara(pain). Yang Maha Kuasa tahu persis soal ini. Bukankah Dia yang mengajarkan ini, dengan adanya surga dan neraka, pahala dan dosa? Lebih lanjut, Dia menjanjikan Balasan khusus kepada mereka yang bersedekah, yakni balasan 2 kali lipat, 10 kali lipat, atau 700 kali lipat.

Kalau tidak boleh pamrih, lha buat apa Dia menuliskan balasan di kitab suci? Buat apa? Jadi, Bolehkah pamrih? Ya, Boleh! Asalkan pamrihnya kepada Dia. Bukan kepada sesama. Dan memang kita disuruh untuk pamrih, berharap, dan meminta kepada-Nya. Bahkan meminta kepadanya dicatat sebagai amal ibadah. Dia malah murka kepada yang tidak mau meminta kepada-Nya. Lagipula, kalau tidak boleh meminta kepada Dia, lantas kita mau minta kepada siapa lagi? Dukun? Mana Boleh! (hanya dua dukun yang boleh didatangi, yaitu dukun beranak dan dukun pijat,, hehehe…. :D )

TIDAK TEPAT SASARAN..? BOLEH, BOLEH, BOLEH
Tidak dapat dipungkiri, orang-orang kiri selalu punya sederet alasan untuk : Menunda sedekah, Memperkecil sedekah, Bersedekah tidak dalam bentuk uang. Demi menyelamatkan dompetnya, ada-ada saja kilah mereka : “Sedekah itu seikhlasnya saja, sekedarnya” liat tuh seolah-olah kata ikhlas itu sama maknanya maknanya dengan sedekah.

Padahal tidak begitu! Asal tau saja , Sedekah harus Ikhlas, itu omongan para pemula. Mereka yang sudah terbiasa bersedekah, sudah lupa sedekah berapa, sedekah dimana. Sedekah kepada siapa. ”sedikit tidak apa-apa! yang pentingkan Ikhlas” padahal banyak dan ikhlas, jelas-jelas itu lebih baik, tho?

Sudahlah, jangan kikir! (betapa malangnya orang kikir. Tidak ada yang menyukai mereka. Bahkan orang kikir pun benci orang kikir). “Ah, tidak perlu banyak-banyak. Ntar bisa riya (pamer), ujub(bangga diri) dan sombong lho!” padahal bukankah lebih baik bersedekah lebih banyak dan lebih segera, sambil memelihara keikhlaskan? sudahlah, jangan banyak alasan.!

“sedekah itu tidak harus bentuk uang . Senyum juga sedekah”
Nah ini ada benarnya. Hanya saja itu semua tidak cukup. Tetap perlu bersedekah dalam bentuk uang. Maka muncul 2,5 persen, 10 persen, 2 kali lipat, 10 kali lipat dan 700 kali lipat. Sudahlah jangan berdalih terus! Mereka yang menanam keburukan akan menuai keburukan, dan mereka yang menanam kebaikan akan menuai kebaikan. Tidak perlu risau! Tetaplah berusaha untuk bersedekah. Sekalipun sedekah anda tidak tepat sasaran, balasan dari-Nya untuk anda pastilah tepat sasaran. Tidak mungkin meleset!

“Sedekah itu amalan khusus buat orang kaya,” siapa bilang? kitab suci menegaskan, siapa yang disempitkan rezekinya hendaklah menafkahkan sebagian hartanya (sedekah) (Q.S. 65:7).

Jadi orang miskin sekalipun disuruh bersedekah. Yah, apalagi anda, yang jelas-jelas bukan orang miskin! hanya orang fakir saja yang tidak disuruh bersedekah. Dalam kitab suci, perkataan kelapangan muncul 13 kali dan perkataan kesempitan muncul 13 kali. Seimbang.

Terlepas dari itu, manusia memang disuruh bersedekah, baik diwaktu lapang maupun sempit. Sedangkan perkataan infaq muncul 73 kali dan perkataan kerelaan juga muncul 73 kali. Seimbang, Memang, infaq dan kerelaan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Kembali soal ikhalas. Ngomong-ngomong, ketika anda belajar solat dulu, apakah ikhlas? Bisa ya, bisa tidak. Kemungkinan besar anda melakukannya sepaya dapat ganjaran dari orang tua, atau sebaliknya supaya terhindar dari hukuman. Iya kan? Lha, sekarang apakah anda shalat karena ganjaran atau hukuman dari orang tua? Tentu tidak, Mudah-mudahan sekarang anda shalat dengan ikhlas beneran, Jadi, karena sering-sering shalat, akhirnya anda ikhlas dengan sendirinya, Inilah yang dinamakan dengan ikhlas by doing. Dengan kata lain, gak nunggu ikhlas dulu baru shalat. Hah, ajaran dari mana itu?

Begitu pula dengan sedekah. Ketika baru-baru bersedekah, mungkin anda juga tidak 100 persen ikhlas, ada sedikit keterpaksaan, ada sedikit ujub, macam-macamlah. Tapi begitu anda sering-sering melakukannya, mudah-mudahan anda akan ikhlas dengan sendirinya. Yap, ikhlas by doing. Dengan kata lain, gak nunggu ikhlas dulu baru bersedekah. Kesimpulannya, solusi alternatif untuk menyembuhkan penyakit dan ujub adalah dengan sering-sering bersedekah. Masih saja kikir? Saran saya, segeralah dirikan satu komunitas Namanya, Perhimpunan Orang Rakus dan Kikir(PORK).. hehehe… :D

LEBIH BANYAK..? BOLEH, BOLEH, BOLEH
Masih soal ikhlas. Sebenarnya anak SD sekalipun tahu, yang namanya ibadah itu ya mesti ikhlas, mana boleh terpaksa, mana boleh riya? mana boleh ujub? apapun jenis ibadahnya! Apakah itu sholat, zikir, puasa, kurban, haji, termasuk sedekah.

Jadi semestinya sudah tidak perlu lagi muncul celetukan “sedekah itu harus ikhlas! sedekah itu harus ikhlas! sedekah itu harus ikhlas!” sudahlah, capek saya denger ginian, apa salahnya kita perhatikan jumlah? Dan bicara soal ibadah, mana yang lebih bagus? shalat sunah 2 rakaat dan 4 rakaat? puasa 1 hari atau 2 hari? kurban 1 ekor kambing atau 2 ekor kambing? sedekah 100 ribu atau 200 ribu? secara umum tentu saja lebih banyak lebih bagus. Iya tho?

Bayangkan, si A bersedekah 100rb dan si B 200rb, Ikhlasnya sama, nafkahnya sama, tanggungannya sama, Lha, sedekah siapa yang lebih membawa manfaat terhadap orang lain? sedekah siapa yg lebih besar balasannya? walau hanya yang maha membalas yang paling berhak menjawab, namun kita yang awam ini serta merta akan menjawab ” Si B yang sedekahnya lebih banyak” Right?

KETIKA ANDA MENCIPTAKAN KEAJAIBAN
Inilah janji yang Maha Kuasa : “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan allah(sedekah) adalah serupa dengan sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai itu berisikan seratus biji. Dan Allah melipat gandakan (balasan) bagi sesiapa yang hendaki-Nya.(Q.S.2:261).”

dan inilah pesan Nabi : Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Obatilah penyakitmu dengan sedekah. Perbanyaklah sedekah, sebab itu dapat memanjangkan umur, Bersegeralah bersedekah. Sebab bala tidak pernah mendahului sedekah.

khalifah ali juga menasehati : Pancinglah rezeki dengan bersedekah. Nah, mengacu pada bagian dalil di atas dan dalil lainnya, maka inilah manfaat-manfaat sedekah : melipatgandakan rezeki, memudahkan urusan, Memudahkan jodoh, Memudahkan keturunan, Memelihara keselamatan, Memelihara kesehatan, Memanjangkan umur, Menolak bala, kalau bukan keajaiban, lantas semua itu apa namanya? DAHSYAAAATTTTNYA SEDEKAH!!!

RAHASIA SEDEKAH
Rahasia sedekah sudah dijelaskan oleh nabi Muhammad saw, sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah dalam al-Quran, jauh sebelum literatur-literatur lainnya memberikan keterangan mengenai rahasia yang terkandung di balik praktik sedekah.

Adalah ustadz Yusuf Mansyur yang memopulerkan bahasan mengenai rahasia sedekah ini dalam ceramah-ceramah yang diberikannya kepada masyarakat, bahkan buku mengenai rahasia sedekah sudah bisa kita temukan di toko buku.

Lantas, apa saja rahasia yang terkandung di balik sedekah ini? Beberapa di antaranya adalah:

A. Rahasia sedekah : Menolak Kematian Yang Buruk
Rasulullah saw bersabda:
“Sedekah dapat menolak kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 2)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
Pada suatu hari orang yahudi lewat dekat Rasulullah saw, lalu ia mengucapkan: Assam ‘alayka (kematian atasmu). Rasulullah saw menjawab: ‘Alayka (atasmu). Lalu para sahabatnya berkata: Ia mengucapkan salam atasmu dengan ucapan kematian, ia berkata: kematian atasmu. Nabi saw bersabda: “Demikian juga jawabanku.” Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya orang yahudi ini tengkuknya akan digigit oleh binatang yang hitam (ular dan kalajengking) dan mematikannya. Kemudian orang yahudi itu pergi mencari kayu bakar lalu ia membawa kayu bakar yang banyak. Rasulullah saw belum meninggalkan tempat itu yahudi tersebut lewat lagi (belum mati). Maka Rasulullah saw bersabda kepadanya: “Letakkan kayu bakarmu.” Ternyata di dalam kayu bakar itu ada binatang hitam seperti yang dinyatakan oleh beliau. Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Wahai yahudi, amal apa yang kamu lakukan? Ia menjawab: Aku tidak punya kerjaan kecuali mencari kayu bakar seperti yang aku bawa ini, dan aku membawa dua potong roti, lalu aku makan yang satu potong dan satu potong yang lain aku sedekahkan pada orang miskin. Maka Rasulullah saw bersabda: “Dengan sedekah itu Allah menyelamatkan dia.” Selanjutnya beliau bersabda: “Sedekah dapat menyelamatkan manusia dari kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)

B. Rahasia sedekah : Bertambahnya rezeki
Rasulullah saw bersabda:
“Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah menyayangi kalian.” (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 11)

C. Rahasia sedekah: Tolak Bala
Rasulullah saw bersabda:
“Mulai pagi harimu dengan sedekah, barangsiapa yang memulai pagi harinya dengan sedekah ia tidak akan terkena sasaran bala.” (Al-Wasail 6: 257, hadis ke 15)

D. Rahasia sedekah: Keimanan
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Tidaklah sempurna keimanan seorang hamba sehingga ia melakukan empat hal: Berakhlak baik, bersikap dermawan, menahan karunia dari ucapan, dan mengeluarkan karunia dari hartanya.” (Al-Wasail 6: 259, hadis ke 21)

E. Rahasia sedekah: Perang Uhud
Imam Ja’far Ash-Shadiq berkata bahwa Allah Swt berfirman :
“Segala sesuatu Aku wakilkan pada orang selain-Ku untuk menggenggamnya kecuali sedekah, Aku sendiri dengan tangan-Ku yang mengambilnya, sekalipun seseorang bersedekah dengan satu biji korma atau sebelah biji korma. Kemudian Aku menambahkan baginya sebagaimana ia menambahkan sebelum meninggalkan. Kemudian saat ia datang pada hari kiamat ia mendapat pahala seperti pahala perang Uhud bahkan lebih besar dari pahala perang Uhud.” (Al-Wasail 6: 265, hadis ke 7)

F. Rahasia sedekah: Penjagaan Allah Sepanjang Hari
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Awali pagi harimu dengan sedekah, gemarlah bersedekah. Tidak ada seorang mukmin pun yang bersedekah karena mengharapkan apa yang ada di sisi Allah untuk menolak keburukan yang akan turun dari langi ke bumi pada hari itu, kecuali Allah menjaganya dari keburukan apa yang akan turun dari langit ke bumi pada hari itu.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 3)

G. Rahasia sedekah: Merubah Takdir
Rasulullah saw berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib (sa):
“Wahai Ali, sedekah itu dapat menolak takdir mubram (yang telah ditetapkan). Wahai Ali, silaturahim dapat menambah umur. Wahai Ali, tidak ada sedekah ketika keluarga dekatnya membutuhkan. Wahai Ali, tidak ada kebaikan dalam ucapan kecuali disertai perbuatan, dan tidak ada sedekah kecuali dengan niat (karena Allah).” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)

H. Rahasia sedekah: Penolak Hari Nahas
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Antara aku dan seseorang punya perhitungan tentang bumi. Orang itu ahli nujum, ia sengaja keluar rumah untuk suatu urusan pada saat “Al-Su’ud” (bulan berada di manazil Al-Su’ud), dan aku juga keluar rumah pada hari nahas. Lalu kami menghitungnya, lalu keluarlah untukku dua perhitungan yang baik. Kemudian orang itu memukulkan tangan kanannya pada tangan kirinya, kemudian berkata: Aku belum pernah sama sekali melihat hari seperti hari ini. Aku berkata: Celaka hari yang lain dan hari apa itu? Ia berkata: Aku ahli nujum, aku datang padamu pada hari nahas, aku keluar rumah pada saat Al-Su’ud, kemudian kami menghitung, lalu keluarlah untuk Anda dua perhitungan yang baik. Ketika itulah aku berkata kepadanya: “Tidakkah aku pernah menyampaikan suatu hadis yang disampaikan padaku oleh ayahku? Yaitu Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari hari nahas, maka hendak mengawali harinya dengan sedekah, niscaya Allah menyelamatkannya dari hari nahas itu. Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari malam nahas, maka hendaknya mengawali malamnya dengan sedekah niscaya ia diselamatkan dari malam nahas itu. Kemudian aku berkata: “Sesungguhnya aku mengawali keluar rumah dengan sedekah; ini lebih baik bagimu daripada ilmu nujum.” (Al-Wasail 6: 273, hadis ke 1)

I. Rahasia sedakah: Sedekah di Malam hari dan Siang hari
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Sesungguhnya sedekah di malam hari dapat memadamkan murka Allah, menghapus dosa besar dan mempermudah perhitungan amal; sedekah di siang hari dapat menumbuhkan harta dan menambah umur.” (Al-Wasail 6: 273, hadis ke 2)

J. Rahasia sedekah: Ali bin Abi Thalib
Imam Ali bin Abi Thalib (sa):
“Sesungguhnya tawassul yang paling utama adalah bertawasul dengan keimanan kepada Allah …, dengan silaturrahim karena hal ini dapat menumbuhkan harta dan menambah umur; dengan sedekah yang tersembunyi karena hal ini dapat menghapuskan kesalahan dan memadamkan murkan Allah Azza wa Jalla; dengan amal-amal yang ma’ruf (kebajikan) karena hal ini dapat menolak kematian yang buruk dan menjaga dari pertarungan kehinaan…” (Al-Wasail 6: 275, hadis ke 4)

K. Sedekah itu mensucikan jiwa
Allah Ta`ala berfirman:
”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka , dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka , dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya dia kamu itu ( menjadi ) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka, Dan Allah Mendengar lagi Maha Mengetahui.“ (QS At-Taubah: 103)

Referensi :
Pandu Pradana

3 komentar:

  1. syarat sedekah ya harus ikhlas, mau sama ALlah kek, si mansyur itu adalah PENJUAL SEDEKAH , krn sedekah orang2 itu HANYA UNTUK MEMPERKAYA DIRI, gk percaya liat?, sama kyk si GUNTUR tuh, DUKUN kok jadi ustad? kacau

    BalasHapus
  2. Kemudain seberapa pentingnya ke-ikhlasan dalam sedekah, amal kebaikan dll ? mohon dijawab oleh admin,dengan disertai bukti ayat alquran ataupun hadist ..

    BalasHapus
  3. Terangkan pada kami arti dari kata Lillahi Ta'ala ??

    BalasHapus