Menata Hati, Mengukir Nasib.

18. Ar Razzaq

Ialah Dzat Yang Menciptakan rezeki dan sebab-sebabnya. Dikatakan bahwa Ia adalah yang memberikan kepada segala yang ada, dengan karunia-Nya, segala yang dapat memelihara materi dan bentuknya. Dia memberikan ilmu kepada akal, memberikan pemahaman kepada hati, memberikan tajalli dan musyahadah kepada jiwa, memberikan makanan yang cocok untuk tubuh sesuai dengan keinginan, ada yang dilapangkan-Nya dan ada pula yang disempitkan-Nya tanpa ada yang menghalangi-Nya. Dengan kata lain, Ar-Razzaq adalah Dzat yang menciptakan rezeki dan orang yang minta rezeki, kemudian menghubungkan antara keduanya, dan juga menciptakan sebab-sebab untuk mendapatkan kesenangan dengan rezeki itu bagi mereka.

Rezeki itu ada dua macam. Pertama, rezeki lahir berupa makanan untuk tubuh. Kedua, rezeki batin berupa ilmu pengetahuan dan mukasyafah untuk kalbu. Yang keedua ini merupakan jenis rezeki yang paling mulia, sebab buahnya adalah kehidupan yang abadi. Sedangkan rezeki lahir itu buahnya adalah kekuatan jasmani untuk jangka wakLu yang singkat saja. Allah SWT mengatur kedua macam rezeki itu dan diberikan-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.

Keberuntungan seorang hamba dari sifat ini akan diperoleh dengan dua syarat. Pertama, haruslah diketahui hakikat sifat ini; bahwa tidaklah pantas kecuali bagi Allah SWT Oleh karena itu ia tidak menunggu-nunggu rezeki kecuali dari-Nya, dan tidaklah bertawakal dalam urusan reezeki itu kecuali kepada-Nya. Kedua, hendaklah ia meminta kepada Allah SWT agar mengaruniakan kepadanya ilmu yang bisa menunjuki dan lisan yang bisa menuntut, serta tangan yang suka bersedekah. Dan hendaklah ia menjadi sebab sampainya rezeki yang mulia ke dalam hati dengan perkataan dan perbuatannya.

Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan memperbanyak kebutuhan makhluk kepada-Nya dan membuat suka kepada diri-Nya untuk memenuhi kebuutuhan-kebutuhan tersebut.

Khasiatnya

Ism ini berkhasiat untuk meluaskan rezeki. Caranya adalah dengan membacanya sebelum shalat fajar pada tiap-tiap sudut rumah, dimulai dari arah kanan kiblat dan sambil menghadap kiblat sepuluh kali, demikian pula pada sudut-sudut lainnya dilakukan dengan menghadap kiblat apabila dimungkinkan.
ads
Labels: Power Khasiyat Asmaul Husna

Thanks for reading 18. Ar Razzaq. Please share...!

0 Comment for "18. Ar Razzaq"

Back To Top