Kamis, 23 Juni 2011

HARUMNYA KEMENYAN

Tentu kita mengenal yang namanya Kemenyan atau Dupa. Ini biasa dipergunakan untuk memberi aroma tertentu pada ruangan. Kemenyan sangat unik karena memiliki aroma has yang tidak dimiliki benda lain dan ketajaman aromanya mampu menembus puluhan bahkan ribuan kilometer jauhnya, beda dengan aroma-aroma lainnya. Kemenyan disebut juga Frankincense, Olibanum, Salai guggal, atau Boswellia serrata.

Bahan kemenyan berasal dari getah pohon hutan yang juga disebut pohon kemenyan.Getah kemenyan mengandung asam sinamat sekitar 36,5 persen yang banyak digunakan untuk industri farmasi, kosmetik, rokok, obat-obatan, bahkan dapat menjadi pelengkap dalam ritual tertentu.


Pohon Kemenyan merupakan sejenis tumbuhan yang terdapat di hutan INDONESIA, Malaysia serta di negara-negara ASEAN yang lain. Nama botaninya Styrax benzoin Dryand termasuk famili Stryraccaceae dari ordo Ebeneles, Disumatera utara medan bahasa Bataknya disebut HAMINJON.

Bila anda mengenal Teratai yg daun dan bunganya tidak kotor walaupun tumbuh dikolam lumpur. Pohon Kemenyan dikenal karna dapat hidup dilingkungan yg tak masuk akal. Kemenyan dapat tumbuh/hidup diatas batu padat & angin kencang. Karna kondisi tumbuh yg berupa padang pasir dgn angin kencang, kemenyan juga memiliki akar membesar utk daya cengkramnya bila badai angin tiba. Kalau tanaman biasa tidak kering ya udah terbang dihembus angin. Tanaman lain tidak memiliki keunggulan kemampuan ini. Dan dari getah yg dihasilkan pohon kemenyan ini memiliki wangin yg tiada tandingannya.
Untuk menimbulkan aroma has maka kemenyan harus dibakar terlebih dahulu agar aromanya dapat tercium. Dan asap kemenyanlah yang mampu menembus hingga ribuan kilometer.

Kalau kita berbicara tentang aroma asap kemenyan tentu bulu roma kita sedikit bergidik, karena dari zaman dahulu kala aroma asap kemenyan kerap dijadikan komoditi ritual mistis dari berbagai etnis. bahkan aroma kemenyan ada yang menyebutkan identik dengan aroma kehadiran hantu atau dedemit /lelembut.

Bau Kemenyan Disukai Nabi
Sering kali kita jumpai pembakaran kemenyan di tempat-tempat tertentu (misalnya makam para wali). Dan juga sering dijumpai pada acara-acara tertentu (seperti doa sedekah bumi) yang dilakukan secara islami dengan menggunakan bahasa Arab. Bagi sebagian warga bau kemenyan diidentikan dengan pemanggilan roh, dan sebagian yang lain menganggapnya sebagai pengharum ruangan, dan ada pula yang merasa terganggu dengan bau kemenyan. Bagaimanakah sebenarnya hukum menggunkan kemenyan? Baik dalam kehidupan sosial bermasyarakat maupun dalam urusan beribadah?

Mengharumkan ruangan dengan membakar kemenyan, dupa, mustiki, setinggi kayu gaharu yang mampu membawa ketenangan suasana adalah suatu hal yang baik. Karena hal ini itba’ dengan Rasulullah saw. beliau sendiri sangat menyukai wangi-wangian, baik minyak wangi, bunga-bungaan ataupun pembakaran dupa. Hal ini turun temurun diwariskan oleh beliau kepada sahabat dan tabi’in. Dan menurut berita yang kami peroleh dari seorang teman yang pernah menjadi TKI di ARAB SAUDI, ternyata tradisi membakar kemenyan masih ada di sana hingga zaman sekarang. Dan Hingga sekarang banyak sekali penjual minyak wangi dan juga kayu gaharu, serta dupa-dupaan di sekitar Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.

Beberapa hadits menerangkan tindakan sahabat yang menunjukkan kegemaran mereka terhadap wangi-wangian hal ini ditunjukkan dengan hadits:

اذا جمرتم الميت فأوتروا
Artinya: Apabila kamu mengukup mayyit, maka ganjilkanlah (HR. Ibnu Hibban dan Alhakim)

Addailami juga menerangkan

جمروا كفن الميت
Artinya: Ukuplah olehmu kafan maayit

Dan Ahmad juga meriwayatkan:

اذا اجمرتم الميت فاجمرواه ثلاثا
Artinya: Apabila kamu mengukup mayyit, maka ukuplah tiga kali

Bahkan beberapa sahabat berwasiat agar kain kafan mereka diukup

أوصى أبوسعيد وابن عمر وابن عباس رضي الله عنهم ان تجمر اكفنهم بالعود
Artinya: Abu Said, Ibnu Umar dan Ibnu Abbas ra. Berwasiat agar kain-kain kafan mereka diukup dengan kayu gaharu

Bahkan Rasulullah saw. pernah bersabda

جنبوا مساجدكم صبيانكم وخصومتكم وحدودكم وشراءكم وبيعكم جمروها يوم جمعكم واجعلوا على ابوابها مطاهركم (رواه الطبرانى)
Artinya; Jauhkanlah masjid-masjid kamu dari anak-anak kamu, dari pertengkaran kamu, pendarahan kamu dan jual beli kamu. Ukuplah masjid-masjid itu pada hari perhimpunan kamu dan jadikanlah pada pintu-pintunya itu alat-alat bersuci. (HR. Al-Thabrani).

Hadits-hadits di atas sebenarnya menunjukkan betapa wangi-wangian adalah sesuatu yang telah mentradisi di zaman Rasulullah saw dan juga para sahabat. Hanya saja media wangi-wangian itu bergeser bersamaan dengan perkembangan zaman dan teknlogi. Sehingga saat ini kita merasa aneh dengan wangi kemenyan dan dupa. Padahal keduanya merupakan pengharum ruangan andalan pada masanya.

Di satu sisi persinggungan dengan dunia pasar yang semakin bebas menyebabkan selera ‘wangi’ jadi bergeser. Yang harum dan yang wangi kini seolah hanya terdapat dalam parfum, bay fress dan fress room. Sedangkan bau kemenyan dan dupa malah diidentikkan dengan dunia klenik dan perdukunan.

Kemenyan dalam Pengobatan
Pohon kemenyan atau pohon Boswellia, ditemukan terutama di India. Pohon Boswellia adalah pohon balsamic yang mengeluarkan oleoresins aromatik yang dikumpulkan dari luka kulitnya pohon, saat kering menjadi permen karet. Dalam teks-teks kuno medis Ayurvedic dari India, eksudat bergetah dari Boswellia dikelompokkan dengan resin karet lainnya dan secara keseluruhan disebut GUGUL.

Permen karet-resin dilaporkan untuk memiliki, obat penenang dan aktivitas analgesik. Bila seluruh lemaknya dihilangkan ekstrak eksudat permen karet (oleo-gum-resin) ditemukan memiliki aktivitas anti-inflamasi dan anti-rematik ditandai terhadap arthritis ajuvan pada hewan percobaan dan bebas dari racun atau efek samping lainnya. Hal ini juga ditunjukkan untuk memiliki ditandai menurunkan kolesterol dan trigliserida aktivitas. Uji klinis pada pasien rematik telah menunjukkan hasil yang menjanjikan. asam Boswellic terisolasi dari getah menghambat, dalam konsentrasi dengan cara bergantung, pembentukan produk 5-lipoxygenase dengan IC50 1,5? M. studi toksisitas kronis di monyet sehat mengungkapkan bahwa obat itu tidak memiliki bio-kimia, dan lain toksisitas hematologi.

permen karet ini dikreditkan dengan zat, stimulan, ekspektoran, diuretik, yg mengeluarkan keringat, antipuretic, emmenagogue obat perut, ecbolic dan sifat antiseptik. Hal ini dilaporkan berguna dalam borok, tumor, gondok, payudara cystic, diare, disentri, tumpukan, asma, bronkitis, laringitis kronis, penyakit kuning, sifilis dan penyakit kulit. Hal ini digunakan dalam penyusunan sebuah salep untuk luka dan digunakan dengan mentega di sifilis. Permen karet-resin adalah zat, anti-menurunkan suhu badan, antidysentry, ekspektoran, diaphosetic, diuretik, obat perut, emmenagogue. Hal ini berguna dalam demam, diaphoresis, kejang, disentri, urethrorrhea, orchiopathy, bronkitis, asma, batuk, stomatitis, penyakit sifilis, radang tenggorokan kronis, penyakit kuning dan arthritis.

Boswellic asam adalah agen-agen anti-inflamasi dan anti-rematik yang efektif, baik untuk osteoarthritis dan rheumatoid arthritis, rematik jaringan lunak, dan nyeri pinggang. Mereka juga membantu mengendalikan berlebihan lipid darah tinggi dan atherosclerosis, dan melindungi hati terhadap endotoksin bakteri-galactosamine. Bagian non-asam dari permen karet itu telah sakit-relieving dan kualitas obat penenang, dan dalam dosis tinggi dapat menurunkan tekanan darah, dan mengurangi denyut jantung pada anjing, melainkan peningkatan dalam katak. Manfaat yang diamati Boswellia termasuk pengurangan mobilitas sendi bengkak, meningkat, steroid hemat tindakan (kurang steroid dibutuhkan dalam kombinasi perlakuan), kekakuan pagi kurang, kekuatan cengkeraman ditingkatkan, dan peningkatan umum dalam kualitas hidup, baik untuk osteoarthritis dan rheumatoid arthritis.

- Pachnanda et al., Ind J. Pharmacol., 1981; 13: 63.
- The Wealth Asia, PID, CSIR, 1996, New Delhi.
pustaka ;
www.nu.or.id/page/id/dinamic_detil/10/27222/Ubudiyyah/Bau_Kemenyan_Disukai_Nabi.html
DLL.

NB. 
-ukup itu sesuatu yang diletakan sebentar diatas diatas pembekaran biar kena asap.
pembakaran yg dimaksud adalah bara yang dikasih kemenyan sehingga mengeluarkan asap...barang yang diukup biasanya akan ikut wangi dari wewangian yang dibakar tadi.....

-Di Arab Saudi (skrg) memang orang suka membakar bukhur atau gaharu di majlis/ruangan tanpa ada maksud apa2 kecuali agar harum. Kalo kita memasuki pasar/mall di sekitar masjid Nabawi maupun masjid harom, akan terlihat dan tercium bau kemenyan (asap dupa). Bagi yang tdk terbiasa dgn bau kemenyan akan terasa sampai eneg. Begitu juga dibeberapa masjid orang syiah di Arab Timur (Al Qatif) didalamnya dihias lampu warna warni dan membakar wewangian tsb. Menyan di Indonesia baunya sangat beda & tidak wangi serta identik dengan dukun, manggil roh, klenik, sesaji dsb. 

1 komentar:

  1. jual kemenyan serbik kamasan botol hrg kami paling murah tuk dijual kembali.. kwalitas tdk diragukan.. info:081342422240 pin 26360d8b salam

    BalasHapus